-
Membangun keutuhan dan kemandirian jemaat.

Membangun keutuhan dan kemandirian Jemaat
Bacaan : Kisah Para Rasul 2 : 41 – 47
Kisah Para Rasul 2:41-47 41 Orang-orang yang menerima perkataannya itu memberi diri dibaptis dan pada hari itu jumlah mereka bertambah kira-kira tiga ribu jiwa.
42 Mereka bertekun dalam pengajaran rasul-rasul dan dalam persekutuan. Dan mereka selalu berkumpul untuk memecahkan roti dan berdoa.
43 Maka ketakutanlah mereka semua, sedang rasul-rasul itu mengadakan banyak mujizat dan tanda.
44 Dan semua orang yang telah menjadi percaya tetap bersatu, dan segala kepunyaan mereka adalah kepunyaan bersama,
45 dan selalu ada dari mereka yang menjual harta miliknya, lalu membagi-bagikannya kepada semua orang sesuai dengan keperluan masing-masing.
46 Dengan bertekun dan dengan sehati mereka berkumpul tiap-tiap hari dalam Bait Allah. Mereka memecahkan roti di rumah masing-masing secara bergilir dan makan bersama-sama dengan gembira dan dengan tulus hati,
47 sambil memuji Allah. Dan mereka disukai semua orang. Dan tiap-tiap hari Tuhan menambah jumlah mereka dengan orang yang diselamatkan.Tema
Jemaat yang utuh, solid dan harmonis
Saudaraku semua yang di berkati Tuhan, manusia adalah mahluk ciptaan Tuhan yang paling sempurna yang juga di sebut sebagai mahluk sosial, yaitu mahluk yang tidak bisa hidup tanpa bantuan orang lain, dalam rangka memenuhi kebutuhan kehidupannya. Karena hal tersebut manusia membuat sebuah kuminitas yang didalamnya ada saling ketertarikan, ketergantungan satu dengan yang lain untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Biasanya komunitas terbetuk karena memiliki latar belakang yang sama, tujuan yag sama, visi dan misi yang sama, untuk mencapai sebuah keharmonisan hidup. Sama halnya dengan bacaan kita pada saat ini, diantaranya menceritakan komunitas pertama didalam kekeristenan yang di sebut sebagai jemaat mula – mula. Mereka membangun persekutuan sebagai sesama orang yang mengaku percaya kepada Kristus. Di dalam persekutuan itulah mereka tumbuh bersama untuk saling mendukung dan membangun dalam iman dan kasih.
Saudaraku yang terkasih, Peristiwa ini terjadi ketika hari raya Pentakosta dimana pemulihan yang luar biasa terjadi, sehingga efek dari pemulihan itu membuat banyak orang semakin percaya kepada Kristus. Semakin bertekun, membangun sebuah persekutuan dan menjadi sebuah komunitas yang solit yang dasari dengan hati yang takut akan Tuhan dan peduli terhadap sesama serta penuh dengan ketulusan.
Saudara ku yang berbahagia, Di dalam persekutuan jemaat mula – mula, mereka banyak bergaul satu dengan yang lain. Saling mengasihi, membangun kedekatan, menunjukkan kepedulian, saling berbela rasa, saling mendukung dengan sepenuh hati satu dengan yang lain. Dan yang menjadi kebiasaan mereka adalah berkumpul di bait Allah setiap hari untuk menyatakan bakti kepada-Nya. Berkumpul di bait Allah itu menandakan atau menunjukan bahwa ada kerindukan untuk berkumpul bersama – sama membangun persekutuan dan memuliakan nama Tuhan. Jemaat mula – mula memiliki karakter yang murah hati, rela berbagi dengan harta miliknya. Kasih dan kesalehan mereka menjadi kesaksian nyata sehingga setiap hari semakin banyaklah orang yang menggabungkan diri dengan jemaat tersebut.
Saudaraku yang di berkati Tuhan, persekutuan seperti jemaat mula – mula, yang intim, penuh kasih, saling mendukung, saling membantu, saling berbagi dan saleh. Mestinya, ciri, sikap jemaat mula – mula ini kita aplikasikan di kehidupan komunitas Kristen kita saat ini, terkhususnya ketika kita di persatukan didalam sebuah kunitas Gereja Kristen Jawi wetan, Kitalah pelaku-pelaku yang mesti mengikuti, meneladani cara hidup jemaat mula – mula. Jangan sampai persekutuan jemaat kita, digantikan dengan jiwa kebersamaan yang dibangun diatas dasar “pokok e nang gereja, pokok e gusti ku Yesus” sikap apatis ini yang tidak peduli dengan persekutuan atau jemaat, tidak memiliki jiwa kebersamaan, jiwa yang tidak memiliki kepedulian terhadap jemaat. Yang menjadi tugas kita adalah, ketika kita menjadi bagian dari jemaat, sudah sewajarnya kita juga ambil bagian untuk kepentigan jemaat, kepentingan jemaat adalah kepentingan bersama yang memiliki hakekat hati yang takut akan Tuhan, peduli terhadap sesama, dan penuh ketulusan.
Oleh karena itu saudaraku terkasih, kemandirian dan kemajuan sebuah jemaat, itu merupakan tugas dan tanggung jawab serta komitmen bersama, sebagai bentuk wujut nyata dari iman dan keyakinan kita kepada Tuhan Yesus sang juru selamat. Dengan demikian mari bersama sama dan sesuai dengan talenta kita masing masing, kita sama sama upayakan, dan kawal juga jaga keharmonisan, kesolitan dan kemandirian jemaat kita dengan didasari prinsip hidup takut akan Tuhan. Tuhan Yesus memberkati. Amien.

By ; Sudarmajitudeyang.
-
Membudayakan hidup setia dan taat pada Tuhan
Membudayakan hidup setia dan taat pada Tuhan di dunia yg penuh dg kejahatan
Bacaan LUKAS 21:5-19
5.Ketika beberapa orang berbicara tentang Bait Allah dan mengagumi bangunan itu yang dihiasi dengan batu yang indah-indah dan dengan berbagai-bagai barang persembahan, berkatalah Yesus:
6.”Apa yang kamu lihat di situ — akan datang harinya di mana tidak ada satu batu pun akan dibiarkan terletak di atas batu yang lain; semuanya akan diruntuhkan.”
7.Dan murid-murid bertanya kepada Yesus, katanya: “Guru, bilamanakah itu akan terjadi? Dan apakah tandanya, kalau itu akan terjadi?”
8.Jawab-Nya: “Waspadalah, supaya kamu jangan disesatkan. Sebab banyak orang akan datang dengan memakai nama-Ku dan berkata: Akulah Dia, dan: Saatnya sudah dekat. Janganlah kamu mengikuti mereka.
9.Dan apabila kamu mendengar tentang peperangan dan pemberontakan, janganlah kamu terkejut. Sebab semuanya itu harus terjadi dahulu, tetapi itu tidak berarti kesudahannya akan datang segera.”
10.Ia berkata kepada mereka: “Bangsa akan bangkit melawan bangsa dan kerajaan melawan kerajaan,
11.dan akan terjadi gempa bumi yang dahsyat dan di berbagai tempat akan ada penyakit sampar dan kelaparan, dan akan terjadi juga hal-hal yang mengejutkan dan tanda-tanda yang dahsyat dari langit.
12.Tetapi sebelum semuanya itu kamu akan ditangkap dan dianiaya; kamu akan diserahkan ke rumah-rumah ibadat dan penjara-penjara, dan kamu akan dihadapkan kepada raja-raja dan penguasa-penguasa oleh karena nama-Ku.
13.Hal itu akan menjadi kesempatan bagimu untuk bersaksi.
14.Sebab itu tetapkanlah di dalam hatimu, supaya kamu jangan memikirkan lebih dahulu pembelaanmu.
15.Sebab Aku sendiri akan memberikan kepadamu kata-kata hikmat, sehingga kamu tidak dapat ditentang atau dibantah lawan-lawanmu.
16.Dan kamu akan diserahkan juga oleh orang tuamu, saudara-saudaramu, kaum keluargamu dan sahabat-sahabatmu dan beberapa orang di antara kamu akan dibunuh
17.dan kamu akan dibenci semua orang oleh karena nama-Ku.
18.Tetapi tidak sehelai pun dari rambut kepalamu akan hilang.
19.Kalau kamu tetap bertahan, kamu akan memperoleh hidupmu.”umat Tuhan yang berbahagia, sesuai dengan kalender GKJW bahwa di bulan Nopember ini masuk dalam bulan budaya… saudaraku yang terkasih apasih yang di maksud BUDAYA ??… menurut banyak orang para ahli yang di bidangnya, juga menurut pandapat saya pribadi, bahwa budaya itu adalah suatu kegiatan, suatu prilaku, atau cara hidup seseorang atau sekelompok orang yang dilakukan dan diwariskan dari generasi ke generasi. contoh Vidio berikut ini…
Salah satu contoh budaya suku Dayak maanyan. di kalimantan selatan. dalam acara yang disebut mambuntang. Vidio ini adalah suatu ritual khusus yang di lakukan oleh masyarakat suku ndayak maanyan Kalimantan Selatan ( yang di sebut mambuntang ), sebagai bentuk ucapan rasa syukur serta bayar nazar kepada leluhur karena telah diberikan kesehatan, kesejahteraan dan kemakmuran serta umur panjang. ritual ini juga menggambarkan cara hidup, prilaku suku Dayak maanyan dalam menghargai atau mengenang jasad leluhur atau nenek moyang di masa hidupnya. marilah Vidio ini kita lihat dari sisi positifnya. secara pribadi saya bangga dengan suku Dayak maanyan, yang telah berhasil melegendakan suatu budaya, atau kebiasaan atau perilaku positif dalam menghormati, menghargai, mengenang para leluhur. sekali lagi secara pribadi saya hormat kepada suku Dayak maanyan, yg secara tidak langsung juga telah mengajarkan kepada kita, bagaimana cara menghargai, serta berprilaku terhadap para leluhur, yang telah terlebih dulu pulang kepangkuan bapa di sorga.
umat Tuhan yang berbahagia, sekarang apa yang bisa kita ambil atau pelajaran apa yang bisa kita ambil dari ritual yang di lakukan oleh suku maanyan. mari kita lihat dari sisi positifnya, disana ada semangat dalam melaksanakan ritual, ada cara dan metode tersendiri dalam bernazar, bersyukur, atas segala berkat yang telah diterima. acara tersebut terus di budayakan, di wariskan oleh masyarakat maanyan kepada anak cucu sampai sekarang ini….sehingga anak cucu sampai sekarang sudah biasa melakukan ritual tersebut, sebagai rasa syukur atas segala berkat yang telah diterimanya.
pesan ini pula yang ingin di sampaikan oleh Tuhan Yesus melaluhi Greja Kristen Jawi wetan ( GKJW ) Dengan Thema membudayakan hidup setia dan taat pada Tuhan. saudara yang di berkati tuhan, membudayakan, berarti memberlakukan, bisa juga mewariskan kepada anak cucu suatu kegiatan atau prilaku, tata cara hidup yang setia dan taat pada Tuhan di tengah tengah dunia yang carut marut ini, dan menjadi suatu kebiasaan secara turun menurun.
umat Tuhan yang berbahagia, bacaan kita pada Minggu pagi ini, seperti yang telah tertulis di atas tadi, yaitu dari Lukas 21: 5-19. di sana di ceritakan, tentang banyak orang yang kagum dengan kemegahan, keindahan arsitektur bait Allah. yang menurut mereka seakan akan Bait Allah tsb, tidak akan hancur atau punah. akan tetapi saudara ku terkasih, apa kata Tuhan yesus,..,,. Tuhan Yesus mengatakan bahwa nanti ada waktunya bahwa bait Allah tersebut akan hancur, tak ada satupun batu yang menempel di atasnya,dan keindahan arsitektur akan punah, dalam kontek ini Tuhan Yesus tidak sedang berbicara tentang bait Allah secara harafiah, yang notabennya hanya berupa bangunan yang terdiri dari seonggok batu dan semen, seperti gedung gereja ini, akan tetapi Tuhan Yesus berbicara tentang substansi bait Allah yang sebenarnya bait Allah. di dalam Korintus 3:16 jelas di katakan, tidak taukah kamu bahwa kamu itu adalah bait Allah. dengan demikian bapak dan ibu saudaraku semua yang terkasih, tidak ada satu orangpun yang hidup abadi didunia ini, kegagahan, ketampanan, kecantikan, harta benda, posisi jabatan di dunia ini, semua akan hancur pada waktunya, bahkan justru akan menjadi sesuatu yang sangat mengerikan.
mendengar perkataan Yesus yang demikian itu para murid bertanya, bila mana itu terjadi Tuhan ???.. di ayat 8 Tuhan Yesus menjawab, waspadalah… dengan demikian kita di suruh berhati hati, berhati hati dalam melangkah, berhati hati dalam bertindak dan berprilaku, berhati hati dan bijak dalam bertutur kata, agar kita tidak tersesat dan masuk dalam perangkap dunia yang penuh dengan kejahatan. ( kudu iling Lan waspada ) karena apabila kita tidak waspada, kita jelas akan masuk dalam perangkap dunia, hidup menderita, hidup dalam belaian suatu kebahagiaan semu. dan pada akhirnya kita gagal untuk mendapatkan kehidupan yang sejatinya hidup sesuai dengan janji Tuhan. karena Tuhan juga sudah mengatakan barang siapa yang tahan unji dalam menghadapi semua rintangan dan tantangan hidup, dia akan mendapatkan kehidupan yang sesungguhnya. ( ayat 19 )
Umat Tuhan yang berbahagia, apa hubungannya bacaan di atas dg Thema ” membudayakan hidup setia dan taat dalam duni yang penuh kejahatan ?… hubungannya jelah ada, Tuhan menghendaki agar kita ini sadar, sebagai bait Allah yang sebenarnya, bahwa jiwa raga dan hidup kita di dunia ini tidak kekal adanya, semua ada masanya bahwa jiwa dan raga kita akan hancur berantakan terpisah satu dengan yang lain, hancur menjadi sesuatu yang mungkin kita tidak lagi bisa membayangkan. akan tetapi meskipun demikian, Tuhan Allah berjanji, apa bila kita tahan uji terhadap semua tantangan dan rintangan, kita akan mendapatkan kehidupan yang sejati, kehidupan yang tak akan pernah bisa mati meskipun di bakar api.. yang artinya meskipun jiwa raga kita hancur, kita akan tetap hidup, karena hancurnya jiwa dan raga, itu berarti awal dari kehidupan yang kekal bersama Tuhan di sorga. itulah pesan yang Inging di sampaikan oleh Tuhan kepada kita sebagai umat pilihannya. oleh itu saudaraku terkasih, kita harus sadar, bahwa hidup didunia ini tidak seindah dan semudah yang kita bayangkan, sebagai anak anak Allah hidup kita taklepas dari godaan, pencobaan, penderitaan dan juga rintangan, tidak jarang juga kita di hina di lecehkan, oleh karena itu Tuhan berfirman agar kita kuat dan tahan uji, dengan demikian kita akan mendapatkan kehidupan yang sejati.
umat Tuhan yang berbahagia, sekarang, agar hidup kita bisa kuat dan tahan uji dalam menghadapi setiap rintangan dan tantangan hidup, janganlah kejahatan kita balas dengan kejahatan, hinaan kita balas dengan hinaan, biarkan lah orang menghina, mencaci, mencibir, merendahkan, tenanglah dan terus kembangkan potensi yang ada pada diri kita, dan teruslah terbang setinggi mungkin untuk menghapai tujuan hidup bersama Tuhan. seperti Vidio berikut ini :
Umat Tuhan yang berbahagia, seandainya burung, jadilah burung raja wali, yang siap terbang tinggi menghadapi setiap rintangan yang terjadi, dan tebarlah damai satu dengan yang lain, karena sebenarnya jati diri kita sebagai anak anak Allah sedang di uji, serta mari, mulai dari sekarang kita budayakan hidup setia dan taat pada Tuhan, kita biasakan hidup dan berprilaku seperti yang tuhan kehendaki, agar anak cucu kita nantinya juga bisa mewarisinya. akhirnya selamat berbudaya, hidup setia dan taat pada Tuhan di tengah tengah dunia yang penuh kejahatan ini, Tuhan Yesus memberkati.

by : Sudarmajitudeyang.
-
Membangun keutuhan dan kemandirian Jemaat
Bacaan : Kisah Para Rasul 2 : 41 – 47
Tema : Jemaat yang utuh, solid dan harmonis
Saudaraku semua yang di berkati Tuhan, manusia adalah mahluk ciptaan Tuhan yang paling sempurna yang juga di sebut sebagai mahluk sosial, yaitu mahluk yang tidak bisa hidup tanpa bantuan orang lain, dalam rangka memenuhi kebutuhan kehidupannya. Karena hal tersebut manusia membuat sebuah kuminitas yang didalamnya ada saling ketertarikan, ketergantungan satu dengan yang lain untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Biasanya komunitas terbetuk karena memiliki latar belakang yang sama, tujuan yag sama, visi dan misi yang sama, untuk mencapai sebuah keharmonisan hidup. Sama halnya dengan bacaan kita pada saat ini, diantaranya menceritakan komunitas pertama didalam kekeristenan yang di sebut sebagai jemaat mula – mula. Mereka membangun persekutuan sebagai sesama orang yang mengaku percaya kepada Kristus. Di dalam persekutuan itulah mereka tumbuh bersama untuk saling mendukung dan membangun dalam iman dan kasih.
Saudaraku yang terkasih, Peristiwa ini terjadi ketika hari raya Pentakosta dimana pemulihan yang luar biasa terjadi, sehingga efek dari pemulihan itu membuat banyak orang semakin percaya kepada Kristus. Semakin bertekun, membangun sebuah persekutuan dan menjadi sebuah komunitas yang solit yang dasari dengan hati yang takut akan Tuhan dan peduli terhadap sesama serta penuh dengan ketulusan.
Saudara ku yang berbahagia, Di dalam persekutuan jemaat mula – mula, mereka banyak bergaul satu dengan yang lain. Saling mengasihi, membangun kedekatan, menunjukkan kepedulian, saling berbela rasa, saling mendukung dengan sepenuh hati satu dengan yang lain. Dan yang menjadi kebiasaan mereka adalah berkumpul di bait Allah setiap hari untuk menyatakan bakti kepada-Nya. Berkumpul di bait Allah itu menandakan atau menunjukan bahwa ada kerindukan untuk berkumpul bersama – sama membangun persekutuan dan memuliakan nama Tuhan. Jemaat mula – mula memiliki karakter yang murah hati, rela berbagi dengan harta miliknya. Kasih dan kesalehan mereka menjadi kesaksian nyata sehingga setiap hari semakin banyaklah orang yang menggabungkan diri dengan jemaat tersebut.
Saudaraku yang di berkati Tuhan, persekutuan seperti jemaat mula – mula, yang intim, penuh kasih, saling mendukung, saling membantu, saling berbagi dan saleh. Mestinya, ciri, sikap jemaat mula – mula ini kita aplikasikan di kehidupan komunitas Kristen kita saat ini, terkhususnya ketika kita di persatukan didalam sebuah kunitas Gereja Kristen Jawi wetan, Kitalah pelaku-pelaku yang mesti mengikuti, meneladani cara hidup jemaat mula – mula. Jangan sampai persekutuan jemaat kita, digantikan dengan jiwa kebersamaan yang dibangun diatas dasar “pokok e nang gereja, pokok e gusti ku Yesus” sikap apatis ini yang tidak peduli dengan persekutuan atau jemaat, tidak memiliki jiwa kebersamaan, jiwa yang tidak memiliki kepedulian terhadap jemaat. Yang menjadi tugas kita adalah, ketika kita menjadi bagian dari jemaat, sudah sewajarnya kita juga ambil bagian untuk kepentigan jemaat, kepentingan jemaat adalah kepentingan bersama yang memiliki hakekat hati yang takut akan Tuhan, peduli terhadap sesama, dan penuh ketulusan.
Oleh karena itu saudaraku terkasih, kemandirian dan kemajuan sebuah jemaat, itu merupakan tugas dan tanggung jawab serta komitmen bersama, sebagai bentuk wujut nyata dari iman dan keyakinan kita kepada Tuhan Yesus sang juru selamat. Dengan demikian mari bersama sama dan sesuai dengan talenta kita masing masing, kita sama sama upayakan, dan kawal juga jaga keharmonisan, kesolitan dan kemandirian jemaat kita dengan didasari prinsip hidup takut akan Tuhan. Tuhan Yesus memberkati. Amien

By ; Sudarmajitudeyang.
-
unduh unduh
-
insaf
-
Tonton “Wong GKJW ( Hati adalah cermin )” di YouTube
-
kasih
-
Stop berbuat dosa!!!!
Roma 6:17-19
STOP BERBUAT DOSA !!!..
Roma 6 : 17 – 19. 17.Tetapi syukurlah kepada Allah! Dahulu memang kamu hamba dosa, tetapi sekarang kamu dengan segenap hati telah mentaati pengajaran yang telah diteruskan kepadamu.
18. Kamu telah dimerdekakan dari dosa dan menjadi hamba kebenaran.
19.Aku mengatakan hal ini secara manusia karena kelemahan kamu. Sebab sama seperti kamu telah menyerahkan anggota-anggota tubuhmu menjadi hamba kecemaran dan kedurhakaan yang membawa kamu kepada kedurhakaan, demikian hal kamu sekarang harus menyerahkan anggota-anggota tubuhmu menjadi hamba kebenaran yang membawa kamu kepada pengudusan ).Nats ayat, 18. Kamu telah dimerdekakan dari dosa dan menjadi hamba kebenaran
saudaraku terkasih, merdeka itu mempunyai beberapa difinisi, diantaranya, menurut kamus bahasa Indonesia, merdeka itu berarti bebas, ( tidak dalam tekanan, tidak dijajah, berdiri sendiri ). menyimak makna dari kata merdeka, membuat banyak orang, baik secara pribadi atau individu, golongan atau organesaisi, negara sekalipun, dan dimanapun berada di belahan dunia ini menjadi terinspirasi, berlomba lomba untuk mendapatkan sebuah kemerdekaan atau kebebasan, sehingga mereka bebas berinovasi untuk menentukan jati diri.
umat yang di kasihi oleh Tuhan kita Yesus Kristus, 77 tahun sudah negara kita bebas atau merdeka, lepas dari penjajahan negara lain. ini berarti negara kita leluasa bebas melangkah berkreasi menentukan langkah kedepan tanpa tekanan dari negara lain, demi kemajuan bangsa. dalam rangka memperingati hari kemerdekaan RI yang ke 77th negara kita telah banyak menorehkan tinta emas dalam sebuah catatan sejarah demi kemajuan bangsa. masyarakat terus tersulut rasa emosionalnya, rasa bahagianya, untuk ikut serta ambil bagian mengisi kemerdekaan RI yang ke 77th tersebut, dan dituangkan dalam suatu kegiatan positif demi kemajuan bersama, contoh kegiatan dalam rangka HUT RI yang 77th.
ini adalah salah satu contoh kecil dari sekian ribu bahkan jutaan kegiatan masyarakat Indonesia dalam rangka mengisi memperingati HUT RI, di sana ada kebebasan, ada kreatifitas, ada juga unsur kebahagiaan, kebersamaan juga keindahan.
umat yang dikasihi Tuhan, sekarang bagai mana dengan kita, sebagai anak anak Allah yang dengan jelas dan nyata, bahwa kita memang telah dimerdekaan dari dosa dan menjadi hamba kebenaran. apa yang harus kita lakukan untuk mengisi kemerdekaan itu, dan apakah memang kita ini sudah benar benar merdeka, memang secara kasat mata kita ini merdeka, kita tidak sedang ada dalam jajahan negara lain, akan tetapi sekali lagi benarkah kita ini benar benar sudah merdeka menurut ukuran iman kita??.. Nats kita saat ini dengan tegas mengatakan, bahwa kita ini telah dimerdekaan dari dosa dan menjadi hamba kebenaran. ya saudaraku terkasih, benar kita ini sudah merdeka dari dosa, artinya bawa kita ini tidak berdosa, karena itu stop!!!… janganlah kita terus berbuat dosa atau terus memproduksi dosa dalam hidup ini, dan marilah pembebasan kita dari dosa oleh Tuhan kita Yesus kristus itu, kita isi dengan perbuatan perbuatan yang positif, yaitu suatu perbuatan yang tentu berkenan didepan Tuhan. dan agar setiap perbuatan kita berkenan di depan Tuhan dan mendapatkan apresiasi serta rewards dari Nya, maka marilah hidup ini sepenuhnya kita hambakan pada sebuah kebenaran. sehingga dengan demikian, setiap langkah kaki tangan dan karya pikiran kita senantiasa ada dalam pengaruh kebenaran.
selanjutnya saudaraku terkasih, siapakah kebenaran itu, sehingga pengaruhnya begitu besar terhadap setiap langkah kehidupan manusia???.. jawabannya tidak lain dan juga tidak bukan, bahwa kebenaran itu ialah Allah.
Yohanes 14:6 ( Kata Yesus kepadanya: “Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorang pun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku ).
umat yang terkasih, Yohanes 14 ayat 6 dengan sangat jelas sekali mengatakan, bahwa Yesus adalah jalan, Yesus adalah kebenaran, Yesus adalah hidup. Dengan demikian saudara, siapapun orang nya yang mau hidup merdeka, harus berani mengambil sikap dan memutuskan untuk ikut Yesus, karena didalam Yesus ada jalan untuk mendapatkan sebuah kebenaran, dan kebenaran itulah yang mampu melepaskan, membebaskan setiap langkah kehidupan manusia dari segala macam bentuk tekanan dan penindasan, begitu kita telah mampu melepaskan diri dari segala macam bentuk penindasan dan tekanan, juga mampu pula menghambakan hidup pada kebenaran ( Allah ) maka Allah dengan sendirinya akan menganugerahkan kepada kita suatu kehidupan yang abadi. Tuhan Yesus mberkati, Amien.

By : Sudarmajitudeyang
-
Obat
Amsal 17:22 Hati yang gembira adalah obat yang manjur, tetapi semangat yang patah mengeringkan tulang.
Wulang Bebasan 17:22 Ati kang bingar iku minangka obat kang manjur, nanging ilanging semangat iku ngroposake balung.
Hati yang gembira adalah obat. Syalom bapa tuwin ibu sadaya..???.. pripun kabare….sehat,..luarbiasa..!!!!Kula pitados bilih kita sadaya dinten menika tansah binerkahan Dening Gusti.,… Amien..!!!!!!. Sugeng pinanggih Malih wonten ing pangabekti adiyuswa soten menika. sejatosipun Kula njih Radi nerfes mekaten, utawi Radi dredeg. kinging menapa ?.. njih Karana panjenengan sadaya Menika klebet tiyang sepuh Kula, ananging pripun malih njih, menika sampun dados kewajiban minangka majelising pasamuan. Karana menika mangga mawon, kita sesarengan nyinau bab perkawis jatiwaluyaning Gesang condong kaliyan karsanipun Gusti kita Yesus kristus.
lah bapa tuwin ibu ingkang tansah dipun tresnani Dening Gusti, kita sadaya tamtu samun mangertos, bilih kita suci menika wonten kalih bagian, njih menika pernjanjian, lami lan perjanjian enggal. mekaten ugi selajengipun, perjanjian lami lan Enggal menika dipun perang Malih dados pepinten pinten perangan, Ten perjanjian Enggal wonten ingkang dipun sebat Injil, kados Injil Matius, Markus lan seljengipun. mekaten ugi perjanjian lami, ugi dipun perang dados pepinten kitab, salah satunggalipun njih menika Amsal, sejatosipun ingkang nyerat utawi nulis kitab amsal menika mboten namung salomo kemawon, ananging sebagian besar kitab amsal menika dipun serat Dening raja salo, isi kitab amsal menika, seratanipun nada nada nipun kados puisi. la biasa nipun bapa tuwin ibu penulis puisi Meniko, anggenipun ndamel puisi tamtu condong kaliayan raosing manah lan kasunyataning Gesang ingkang dipun alami si penulis.
Karana menika bapa ibu, sonten menika, mangga kita sami nyinau seratanipun Salomo ten amsal 17:22 satunggal ayat kemawon, mekaten suraosipun, ” Ati kang bingar iku minangka obat kang manjur, nanging ilanging semangat iku ngroposake balung.
sejatosipun bapa ugi ibu, sak menika, menika kathah sanget tiyang ingkang lagi nandang sakit, kathah tiyang ingkang lagi bingung pados obat kangge nyarasaken sakit, penyakit ingkang dipun raosaken. langkung lngkung ingkang bingungaken Malih, menika tiyang sakit ananging mboten mgrumaosi bilih piyambakipun menika sakit. kahanan ingkang mekaten Menika, nyata bapa tuwin ibu, ananging, mungkin kita kemawon ingkang kurang peka, ningali perkawis menika, cobi kita tingali lan kita graito kanthi tumemen.
menawi dinten Jumat legi utawi dinten dinten tertentu, kathah panggenan panggenan keramat, tempat tempat pemujaan, ingkang rame dipun kunjungi tiyang tiyang ingkang berkepentingan. conto : kados Deni gunung Kawi, dinten dinten tertentu kathah sanget tiyang ingkang berkunjung Ten ngriko, tujuanipun Mawarni warni, ananging menurut crito ingkang berkembang Ten masyarakat, ingkang ngriko menika kathah kathahipun tiyang pados pesugihan. la menurut pemanggih iman Kristen, tiyang menika kalebet tiyang ingkang sakit, sakit iman lan kapitadisanipun, kamangka ingkang Ten gunung Kawi Meniko kathah kathahipun sadaya sampun kagungan keyakinan utawi agama.
bapa tuwin ibu, sonten menika, panjenenganipun, Rama kita ingkang wonten ing swarga, paring dawuh, lumantar amsal 17 ayat 22 kala wau, ngimutaken dumateng kita sadaya. dumateng Kula lan panjenengan sadaya supados kita mboten salah anggen kita pados obatipun Gesang. Karana sadaya perkawis, Gesang, sakit penyakit ingkan dipun alami wonten ing Gesang kita menika namung satunggal, obatipun, njih menika iman. menawi iman kita menika kiyat, pitados dumateng Gusti, gampil titikanipun, wonten kok alat pengukuripun, barometeripun kangge ningali kiyat lan mbotenipun iman kita !!!. njih menika manah utawi ati wonten bahasa Indonesia kasebat Hati. selajengipun menawi kita pingin sumerep kiyat lan mbotenipun iman kita ndumateng Gusti, gampil, cobi tanglet mawon dumateng manah utawi hati kita piyambak piyambak, pasti ten ngriku wonten wangsulanipun. Karana menika wonten lagu ingkang mekaten ( Tuhan…..Tuhan…..dst..). . dados bapa tuwin ibu, sadaya perkawis Gesang menika tolak ukuripun wonten ing manah. menawi manah kita rumaos bingah tamtu Gesang kita ugi semngat, mekaten ugi kosok wangsulipun menawi Manah kita sisah tamtu Gesang ugi badhe kicalan semangatipun. perkawis menika ugi dipun alami dening Salomo, Salomo estu ngraosaken, bilih manah engkang sisah, badhe kicalan semangating Gesang, selajengipun menawi semangating Gesang Ical, Meniko alamat bilih balung ugi badhe ngalami pengroposan. menawi sampun mekaten ateges Gesang menika badhe kicalan pengajeng ngajeng, mboten wonten Malih pengharapan. Karana menika Salomo bersaksi bilih manah ingkang bingar minangka obat ingkang manjur, utawi hati yang gembira adalah obat yang manjur. selajengipun tiyang ingkang saget ngraosaken sukobingahipun Gesang, njih Meniko namung tiyang ingkang iman kapitadisanipun estu ngener dumateng Gusti, Karana kabingahan ingkang sangkanipun saking gustiallah, menika kabingahan ingkan abadi, kabingahan ingkang mboten badhe Ical, beten kaliyan kabingahan ingkang sangkanipun saking ndoya, menawi kabingahan ingkang saking ndonyo, Meniko kbingahan ingkang semu, sewaktu waktu badhe Ical,
Karana menika bapa ugi ibu ingkang Kinasih, mangga, supados kita sadaya angsal sukobingahing Gesang saking Gusti Allah, kita aturaken mawon sakranduning Gesang kita namung wonten ing astanipun Gusti. mboten kraos bilih kita sadaya, tansaya dangu ugi tan saya sepuh yuswanipun, wonten yuswa ingkang sampun sepuh menika, mangga kita manut mawon dumateng pangrehipun Gusti. kita taksih kimutan bapa ibu dumateng Henokh, Karana imanipun Henokh mboten ngalami pejah, piyambakipun langsung terangkat Dateng swarga Dening Gusti. lah bapa ibu sadaya, Mugi kanthi sakedik reraosan sonten menika sageta dados berkat kagem kita sadaya, sageta dados tambahing raos sukobingahing Gesang kita anggen kita sami Gesang nderek Gusti. Gusti Yesus amberkahi kita sami, Wiwit dinten menika ngantos Selami laminipun. Amien.
by : Sudarmajitudeyang.
-
Retret KPPM GKJW Kertorejo
Generasi muda yang kuat dalam iman dan pengharapan
Muda mudi semua yang dikasihi Tuhan, sebelum kita renungkan firman Tuhan, terlebih dulu mari kita memuji :
Melayani dengan sungguh
Ayat . 1
Melayani, melayani lebih sungguh
Melayani, melayani lebih sungguh Tuhan lebih dulu melayani kepadaku Melayani, melayani lebih sungguhMengasihi, mengasihi lebih sungguh Mengasihi, mengasihi lebih sungguh Tuhan lebih dulu mengasihi kepadaku Mengasihi, mengasihi lebih sungguh
Mengampuni, mengampuni lebih sungguh Mengampuni, mengampuni lebih sungguh Tuhan lebih dulu mengampuni kepadaku Mengampuni, mengampuni lebih sungguh
Salom saudaraku semua gimana kabarnya, !…. masih semangat,…..baiklah harapan kami, mudahan kita semua tetap dan terus terberkati oleh Tuhan. sesuai dengan themanya, saat ini kita akan berbicara mengenai, generasi muda yang kuat dalam iman dan pengharapan. Generasi muda, apa itu generasi muda, dalam bahasa internasional nya di sebut ” Young people” WHO mengelompokkan bahwa usia generasi muda itu kisaran umur 15 s/d 24 th. generasi muda adalah generasi penerus sebuah bangsa, yang tidak bisa dipandang sebelah mata tentunya, pemuda adalah pemegang tongkat estafet sebuah kepemimpinan. meskipun tidak sedikit pengamat, psikolog, menganalisis, bahwa kaum muda itu kebanyakan berkarakter temprament, emotionalnya meledak ledak, dan kurang terkontrol serta pribadinya sangat dinamis.
Begitu juga dengan keberadaan PEMUDA Gereja Kristen Jawi wetan yang terwadahi dalam sebuah wadah yang di singkat dengan KPPM. Pemuda gereja itu mempunyai peran sangat penting sekali, buat perkembangan dan kemajuan sebuah gereja atau jemaat. oleh karena itu, sebagai generasi penerus jemaat, pemuda harus bisa menempatkan diri mengambil kesempatan emas itu untuk ikut serta memajukan sebuah jemaat, pemuda harus berani berinofasi, menumbuh kembangkan ide dan gagasan serta terus berusaha berinspirasi untuk bisa memberikan sumbangsih pikirannya buat gereja. ambil contoh : seperti retret kali ini, kegiatan ini bisa saya katakan adalah sebuah hasil pemikiran kaum muda gereja, yang mungkin juga melalui pergumulan panjang, sehingga diputuskanyalah sebuah kegiatan untuk menyegarkan iman kaum muda, dengan cara menyendiri, menjauhkan diri sementara dari keramaian atau hiruk pikuk kegiatan sehari hari, meditasi, mendekatkan diri kepada Syang Ilahi. ( yang kemudian di sebut retret ). hal semacam ini pernah dilakukan oleh Tuhan Yesus, ketika Tuhan Yesus, setelah memberi makan limaribu orang, kemudian Ia naik ke atas bukit untuk berdoa sendirian. Matius 14:23 Dan setelah orang banyak itu disuruh-Nya pulang, Yesus naik ke atas bukit untuk berdoa seorang diri. Ketika hari sudah malam, Ia sendirian di situ.
Kuat dalam iman :
kuat berarti kokoh tak tergoyahkan, sedangkan iman, salah satunya dapat diartikan, suatu keyakinan pada sesuatu yang tidak kelihatan akan tetapi kekuatannya dapat dirasakan. sebagai generasi muda gereja, yang kuat dalam iman, berarti sudah tidak harus diragukan lagi keyakinannya kepada Tuhan Yesus, generasi muda gereja yang kuat dalam iman, berarti suatu generasi muda yang benar benar mampu merasakan kekuatan roh Kudus dalam hidupnya. suatu generasi muda gereja yang benar benar menyediakan diri untuk berproses bersama Tuhan, menjadi lebih baik lagi. dan karena kekuatan imannya itu kepada Yesus, yang akhirnya menumbuhkan, suatu pengharapan yang luarbiasa.
Muda mudi yang di kasihi oleh Tuhan, Retret ini adalah salah satu cara, atau boleh saya katakan sebagai salah satu media begitu, untuk menumbuh kembangkan kekuatan iman kita kepada Tuhan.
selanjutnya pengharapan, iman yang kuat tentu akan menumbuhkan pengharapan. firman Tuhan dalam 1 Petrus 1:3 mengatakan ” Terpujilah Allah dan Bapa Tuhan kita Yesus Kristus, yang karena rahmat-Nya yang besar telah melahirkan kita kembali oleh kebangkitan Yesus Kristus dari antara orang mati, kepada suatu hidup yang penuh pengharapan, muda mudi yang berbahagia, ayat ini didalamnya syarat dengan makna kehidupa yang sungguh luarbiasa, ada filsafat kehidupan yang sangat dalam bagi orang orang yang percaya kepada Tuhan. saudaraku semua kita tau, dunia orang mati adalah dunia kegelapan, dunia tak berpengharapan, karena di dalamnya tak lagi ada kehidupan. oleh karena itu, dengan rahmatNya Tuhan kita Yesus Kristus, kita di lahirkan kembali, dan dengan kebamgkitanNya dari antara orang mati, kita diangkat dari dunia kegelapan atau dunianya orang mati menuju kedunia yang penuh dengan pengharapan. oleh karena itu juga lah, barang siapa yang percaya, beriman sepenuhnya kepada Tuhan, meskipun dia mati akan tetapi sebenarnya dia tidak mati, tetapi justru dia memulai hidup baru, hidup kekal penuh kebahagiaan bersama Tuhan di sorga. selanjutnya, berpengharapan, berarti kita percaya bahwa janji Tuhan pasti akan digenapi, hidup berpengharapan berarti kita menaruh sepenuhnya masadepan hidup ini hanya pada Tuhan. sekarang pertanyaannya, bagai mana kita bisa mengimplementasikan ” generasi muda yang kuat dalam iman dan pengharapan ” dalam kehidupan hari lepas hari..???. ( untuk pembahasannya kita lanjutkan pada ibadah besuk pagi ). akhirnya saya ucapkan selamat malam selamat beristirahat Tuhan Yesus memberkati Amie.
By : Sudarmajitudeyang.
-
Beranda

Anda harus log masuk untuk menerbitkan komentar.