-
Gesang menika, minangka kesempatan
Efesus 5:16-17 (TB)
Efesus 5:15-16 Marga saka iku, padha diawas marang lakumu, aja kaya wong kang bodho, nanging dikaya wong kang pinter,
lan gunakna wektu kang ana, awit jaman iki ala.saderek Kula sadaya ingkang kinasih, ing ndalem asmanipun Gusti, salah satunggaling sifat lan karakter tiyang bijak menika, njih menika tiyang ingkang saget ngatur lan ngginakaken wekdal kanthi Sae. tiyang ingkan saget milih lan milah, pundi ingkang Sae lan pundi ingkang mboten Sae, rasul Paulus piyambak lumantar seratipun dumateng jemaat efesus, ngandika, bilih tiyang bijak menika tiyang ingkan saget mawas tingkah laku gesangipun kanthi Sae, tiyang ingkang gesangipun mboten ketingal kados tiyang bodo.
diawas marang lakumu, bapa tuwin ibu, menika sami kaliyan, nek mlaku iku sing ati ati, Ojo koyo wong bodo, Karana wong bodo menika mlampahe ngawur, sembarang kalir di terak, mboh salah mbuh bener ora ngurus, penting mlaku, menika lakune tiyang bodho, ananging tumrap tiyang pinter, tiyang bijak mboten mekaten, tiyang bijak mlampahe tansah ati ati, supados mboten sawah wonten ing Mawarni warni pancoben, Karana menika bapa ugi ibu sadaya kemawon, Dalu Meniko Gusti Yesus lumantar rasul Paulus ngandika dumateng kita sadaya, supados kita menika saget mawas anggen kita lumampah Ojo dikoyo wong bodo, kita Kedah saget milih, lan milah pundi ingkang Sae lan pundi ingkang mboten Sae, supados Gesang kita minangka para putraning Gusti menika, minangka injiling Gusti ingkang Gesang menika saget dados tulada kagem tiyang lintu,
minangka para abdining Gusti, Gesang ing ndonya menika kita Kedah saget mendet keputusan ing Sae, Kedah saget ugi ngginakaken wedal peparingipun Gusti ugi kanthi Sae lan bijak. kita ginakaken kesempatan Gesang wonten ing alam ndonya menika sak Sae saenipun. mumpung kita sadaya taksih dipun paringi wekdal Dening Gusti Gesang wonten ing ndoya.
bapa tuwin ibu ingkang kinasih ing ndalem asmanipun Gusti, Gesang wonten ing ndonya menika saget dipun ibarataken, Gesang menika kesempatan, la mangga kesempatan Gesang menika kita tndakaken kanthi Wicaksana, supados Gesang saget bermakna, Gesang saget maedahi, langkung langkung ugi saget dados lananing berkat kagem sesami, menika sejatosipun ingkang dipun kersakaken Dening panjenenganipun Gusti kita Yesus Kristus.
sejatosipun bulan bulan menika, bulan ingkang tepat lan pas sanget kagem kita sadaya mendet kesempatan, nindakaken kesaksian kita, minangka para putraning Gusti. Karana taksih wonten gegayutane kaliyan bulan kespel, mangga kita berbagi kasih satunggal lan satunggalipun, mboten kok Kedah berbagi barang utawi atra mekaten mboten, saling senyum, saling menghargai, andap asor satunggal lan satunggalipun, asung lelados satunggal lan satunggalipun, menika ugi klebet berbagi kasih, lah saderek Kula ingkang Kinasih sepindah Malih mangga kesempatan Gesang menika kita ginakaken kanthi Sae condong kaliyan karsane gusti, sampun ngantos sami kaliyan tiyang bodo, ingkang mboten mangertos dununge keleresan. Gusti Yesus amberkahi. amien
-
menjadi saksi kristus
Lukas 24:44-53 Ia berkata kepada mereka: “Inilah perkataan-Ku, yang telah Kukatakan kepadamu ketika Aku masih bersama-sama dengan kamu, yakni bahwa harus digenapi semua yang ada tertulis tentang Aku dalam kitab Taurat Musa dan kitab nabi-nabi dan kitab Mazmur.”
Lalu Ia membuka pikiran mereka, sehingga mereka mengerti Kitab Suci.
Kata-Nya kepada mereka: “Ada tertulis demikian: Mesias harus menderita dan bangkit dari antara orang mati pada hari yang ketiga,
dan lagi: dalam nama-Nya berita tentang pertobatan dan pengampunan dosa harus disampaikan kepada segala bangsa, mulai dari Yerusalem.
Kamu adalah saksi dari semuanya ini.
Dan Aku akan mengirim kepadamu apa yang dijanjikan Bapa-Ku. Tetapi kamu harus tinggal di dalam kota ini sampai kamu diperlengkapi dengan kekuasaan dari tempat tinggi.”
Lalu Yesus membawa mereka ke luar kota sampai dekat Betania. Di situ Ia mengangkat tangan-Nya dan memberkati mereka.
Dan ketika Ia sedang memberkati mereka, Ia berpisah dari mereka dan terangkat ke sorga.
Mereka sujud menyembah kepada-Nya, lalu mereka pulang ke Yerusalem dengan sangat bersukacita.
Mereka senantiasa berada di dalam Bait Allah dan memuliakan Allah.Saudaraku semua yang berbahagia di dalam nama Tuhan kita Yesus Kristus. mungking kita sudah tidak asing lagi dengan nama seperti, Tuan coolen, jellesma, tohsari, Ende ….. kita patut untuk bersyukur, karena dengan kekuatan Roh Kudus, Tuhan memakai mereka untuk memperkenalkan kita dengan Allah. dengan metode dan cara yang sesuai dengan talenta yang ada pada diri mereka masing masing. semisal tuan coolen, Dia memberitakan firman Tuhan atau menjadi penginjil di wilayah Ngoro kala itu, Dia dalam bahasa Jawa nya, babat alas di wilayah Ngoro bersama sama orang orang di sekitarnya, sebelum melakukan semuanya itu Tuan coolen melakukan ritual dulu agar pekerjaannya babat alas itu bisa berjalan dengan baik lancar. tidak ada gangguan dari roh jahat, karena kala itu hutan terkenal banyak penghuni roh jahatnya. cukup sederhana coolen dalam melakukan pendekatan kepada mereka agar mau menerima Yesus, yaitu dengan cara ngelmu, dulu orang Jawa di anggap sakti kalau ngelmunya tinggi, disinilah Cullen di anggap mempunyai ilmu yang tinggi, Karen tidak ada seorangpun yang berani babat alas kalau tidak berilmu tinggi, sebelum memulai babat alas coolen beserta pengikutnya, cuma melafalkan doa bapa kami atau, sahadad 12…..sebelum melakukan kegiatan. begitu juga dengan yang lain seperti Tosari, Ende juga demikian. punya metode tersendiri dalam menjalankan penginjilannya.
bapak ibu yang terkasih, bacaan kita pada saat ini menceritakan, yaitu apa yang seharusnya di lakukan oleh para murid Tuhan Yesus, kepada para saksi Injil Kristus yang hidup, Tuhan Yesus memerintahkan agar berita tentang penderitaan Tuhan Yesus, pertobatan dan pengampunan harus di sampaikan kepada seluruh umat manusia. agar damai sejahtera dalam suatu kehidupan nyata, dapat di rasakan oleh setiap orang yang percaya.
saudaraku yang terkasih, sekarang bagaimana dengan kita, apakah kita sudah siap bersaksi dan menjadi saksi tentang kebaikan Tuhan Yesus yang sudah kita terima. saudara dan saya mempunyai beban dan tanggung jawab yang sama. untuk bisa bersaksi dan menjadi saksi Tuhan di mana kita berada. di sadari atau tidak, sebenarnya Tuhan Allah telah memberikan sesuatu yang terbaik buat hidup dan kehidupan kita, karena apa yang telah kita miliki, kita lihat, kita dengar, kita rasakan semuanya itu adalah berasal dari Tuhan. oleh karena itu saudaraku terkasih sudah selayaknya kita mengatakan dengan suara lantang kepada mereka yang belum mengenal Allah, bahwa Allah itu adalah sumber dari segala sumber kehidupan kita.
bapak dan ibu yang di kasihi oleh Tuhan, kita bisa bayangkan, betapa gigihnya, betapa beraninya, para pendahulu pendahulu kita kala itu, seperti coolen, tohsari dll, dalam menjalankan tugas dan fungsinya sebagai penginjil, mereka sangat dinamis bekerja, melakukan suatu gerakan dan memanfaatkan potensi yang ada pada dirinya dengan baik. di bangun dari tutur kata dan di ikuti perbuatan yang menunjukan cinta kasih Tuhan, oleh Tuhan kita tidak hanya di beri berkat, akan tetapi kita juga di beri kuasa, kuasa untuk melakukan perbuatan perbuatan yang menunjukan ciri khas sebagai anak anak Allah. kita di beri kuasa untuk boleh menjadi berkat bagi orang lain.
sidang jemaat yang berbahagia, menurut kalender gkjw, pertengahan bulan mei dan Juni ini adalah di tetapkan sebagai bulan kesaksian dan pelayanan. kita semua di ajak untuk ikut ambil bagian di dalamnya. untuk bisa bersaksi dan menjadi saksi Kristus, dengan cara dan metode tentu sesuai dengan talenta yang kita miliki masing masing. dulu tuan coolen dan yang lainnya dalam bersaksi menggunakan metode pendekatannya dg cara dan potensi yg ada pada diri mereka masing masing. begitu juga sebaliknya dengan kita, zaman sekarang banyak, potensi pendekatan yang kita gunakan. tutur kata harus kita bangung sesuai dengan perbuatan. untuk bisa mewartakan sebuah berita kebaikan Tuhan agar mereka mau bertobat dan mendapatkan pengampunan, serta hidup terberkati dan bisa menjadi berkat. kita harus mampu menunjukan pada dunia bahwa kasih Tuhan itu nyata, berkat Tuhan itu nyata, bukan retorika. eleh karena itu, bagi para murid Kristus, termasuk saudara dan saya ini, yang merasa sudah terberkati oleh Tuhan dengan baik, mari kita juga berbagi berkat dengan saudara saudara kita yang membutuhkan, kita saling melayani satu dengan yang lain, saling menghargai, saling mengampuni, saling mewujut nyatakan kedamaian hidup dalam sebuah kehidupan yata.
saudaraku terkasih, dalam bacaan kita di atas tadi juga ada sebuah pesan yang tersirat dan tersurat di dalamnya, agar dengan semangat hari kenaikan Tuhan Yesus kesorga. kita tetap mampu menjadi saksi Kristus yang baik. oleh karena itu, marilah kita tetap semangat berbagi kasih, berbagi berkat satu dengan yang lain. tetap semangat pula sampaikan berita pertobatan dan pengampunan dari Tuhan. dan teruslah bersyukur, percayalah hari ini Tuhan Yesus sedang mengangkat tangannya dan memberkati kita semua. selamat hari kenaikan Tuhan Yesus, Tuhan memberkati. Amien.
By : Sudarmajitudeyang.
-
Khotbah padintenan
Waosan saking Yohanes 10:22-30
Pasamuan ingkang dipun tresnani Dening Gusti kita Yesus Kristus, riyadin persembahan bait Allah menika minangka, riyadin ingkang mengeti dinten pembangunan Malih bait Allah, saksampunipun pembuangan bangsa Israel ke babil. Wonten ing kesempatan menika Gusti Yesus rawuh malih ten bait Allah, piyambakipun berkotbah wonten ing serambi salomo, kala semanten kathah tiyang berjiarah lan mirengaken menapa ingkang dipun dawuhaken utawi dipun khotbahaken dening Gusti Yesus.
Kala semanten para tiyang Yahudi ugi menuntut dumateng Gusti Yesus, supados Gusti Yesus ngutaraaken wonten ing ngajeng umum, sinten sejatosipun piyambakipun menika, menapa mesias ingkang dipun tenggo menapa sanes. Para tiyang Yahudi menika meksa sanget, supados Gusti Yesus mengeluarkan kata kata ingkang saget dipun damel dasar gerakan pemberontakan terhadap bangsa Roma kala semanten. Para tiyang Yahudi menika sampun siap, mental, siap senjata nderek Gusti Yesus perang, memberontak, dumateng bangsa penjajah ingkang sampun sawetawis dangu menjajah. Tiyang Yahudi ugi sampun bosen, mirengaken hubungan anak lan bapak minangka dasar kehidupan mereka, tiyang Yahudi menuntut kekerasan, Arta lan perluasan wilayah.
Pasamuan ingkang Kinasih, ananging kagem Gusti Yesus mboten mekaten, Gusti Yesus kagungan rencana piyambak, lan menika mboten sami kaliyan rencananipun para tiyang Yahudi kala wau. Rencananipun Gusti Yesus menika mboten kok rencana kekerasan kados rencananipun tiyang Yahudi, ananging rencananipun Gusti Yesus menika Endah tumrap sadaya umat kagunganipun, rencananipun Gusti Yesus menika kebak katresnan welas asih, rendah hati, lan Gusti Yesus mboten purun ngutaraaken bilih piyambakipun menika sang mesias, kados ingkang sampun dipun utarakaken dumateng perempuan samaria (Yohanes 4:25-26) mekaten ugi dumateng tiyang wuto saking lahir ingkang sampun dipun sarasaken ( Yohanes 9:1-31)
Saderek Kula sadaya ingkang Kinasih, Gusti yesus menika, pembebas rohani, ingkang kebak welas asih, mboten kok sami kaliyan menapa ingkang dipun Ajeng Ajeng Dening tiyang yahudi kala semanten, njih menika ngajeng ajeng supados Gusti yesus dados mesia secara politis, saget mimpin bangsa Yahudi memberontak, perang, lan membasaken bangsa Yahudi saking penjajahan bangsa Roma.
Ananging bapa tuwin ibu, jebule mboten mekaten, Gusti Yesus malah ngutaraaken, bilih piyambakipun menika, minangka sang gembala ingkang Sae, ingkang kanthi Sae ugi sampun tepang sanget kaliyan mendo mendanipun. Ananging tiyang Yahudi mboten, mboten babarpisan tepang lan wanuh kaliyan Gusti Yesus, Karana pancen piyambakipun menika sanes mendanipun Gusti.
Pasamuan ingkang Kinasih, minangka gembala ingkang Sae ( Yohanes 10:11) Gusti yesus tansah njagi lan ngrimati ugi nyekapi sadaya kebetahan gesangipun para mendo mendanipun, kalebet Gesang Kula lan panjenengan sadaya, minangka gembala ingkang Sae, Gusti Yesus tansah, jagi Gesang kita sadaya saking sekathahing bebaya, kita sadaya dipun Paringi panggenan ingkang Sae, dipun paringi berkah ingkang Sae tur cekap, rinten kaliyan dalu kita tansah dipun jagi. Sepindah Malih, minangka gembala ingkang Sae, Gusti Yesus tansah nyekapi kebetahan kita sadaya , Sae rohani ugi jasmani.
Karana menika bapa ibu sadaya ingkang Kinasih, minangka mendanipun Gusti, ingkang sampun sami binerkahan, kita sadaya Kedah peka, saget mirengaken suantenipun gusti, saget ngraosaken lan nggatekaken timbalanipun gusti. minangka mendanipun Gusti lan kita sampun tepang, wanuh mboten kok namung suantenipun, ananging ugi lampahing gusti, mekaten ugi Gusti Yesus ugi saget mbedakaken pundi mendo mendanipun. Menawi sampun mekaten menika nedahaken bilih wonten hubungan ingkang erat sanget kaliyan Gusti.
Pasamuang ingkang Kinasih ing ndalem asmanipun Gusti, Minggu menika kita sadaya sampun nampi gambaran, bilih Gusti Yesus anggenipun nindakaken pakaryanipun, menika kebak kaliyan mujizat mujizat ingkang sae, tetepkemawon para tiyang Yahudi menika mboten pitados bilih Gusti Yesus menika sang mesias ingkang dipun tunggu tunggu. Tiyang Yahudi mboten pitados bilih Gusti Yesus menika putraning Allah. Wonten ing ngriki wonten perbedaan pemanggih, tiyang Yahudi ngajeng anjeng mesias secara politis, mesias ingkang priyantunipun gagah perkosa, ingkang saget mimpin bangsa Yahudi perang lan bebasaken bangsa Yahudi saking penjajahan bangsa Romawi. Ananging mboten mekaten miturut Gusti, Gusti Yesus rawuh wonten ing ndonya menika, minangka mesias, minangka raja ingkang dipun urapi Dening ramanipun, supados saget ngualaken sadaya umat kagunganipun saking sakkathahing belenggu dosa lan maut.
Saderek Kula sadaya ingkang Kinasih, Gusti Yesus rawuh wonten ing ndonya menika, mboten kok membangung kerajaan secara politik, kekuasaan duniawi, mboten mekaten, ananging Gusti rawuh menika hambangung kerajaab sorga, ingkang kebak kaliyan katresnan, kebak karahayon, tentrem Rahayu kagem sadaya umat kagunganipun, la perkawis menika kedahipun kita mangertos, supados Kula lan panjenengan by sadaya saget dados warga kratoning swarga ingkang Sae, mangga kita nyatunggil, nyawiji Nunggal siji kaliyan Gusti Yesus wonten ing kratoning swarga ingkang sawek kawangung dening Gusti.
Pasamuan ingkang Kinasih, menawi kita sami sampun nyatunggil kaliyan Gusti Yesus tamtu kita ugi nyantunggil kaliyan Rama wonten ing swarga, lan menawi Gesang kita sampu wonten ing Gusti lan Gusti wonten ing Gesang kita, tamtu Gesang kita sadaya ugi kebak kaliyan berkat lan sihrahmatipun Gusti ingkang Tampa winates.
Pasamuan ingkang Kinasih, sejatosipun kita sadari utawi mboten, Kula lan panjenengan sadaya menika, sakmenika estu estu sampun dipun paringi berkah Dening Gusti, ingkang estu matumpa tumpa lan sihmawantu wantu. Kita sadaya sampun dipun piji Dening Gusti minangka umat ingkang dipun wilujengaken, sakranduning Gesang kita sampun kacekapan. Menika Sedaya Karana sihrahmat lan peparingipun Gusti Allah piyambak. Lan selajengipun bilih mbenjing dinten Minggu tanggal……..
Pasamuan kita badhe ngawontenaken riyadin unduh unduh. La mangga, menika kesempatan ingkang Sae kagem kita sadaya, mangga kita sadaya nderek ambil bagian, lan saget asung saos syukur, kanthi ngasto persembahan kagem Gusti, minangka wujut anggen kita ngaturaken pamaturnuwon dumateng panjenenganipun. Mangga kita aturaken kathi ikhlas, kerendahan hati lan sukabingahing manah. Mugi Gusti Allah tansah paring kekiyatan dumateng kita sami supados kita sadaya saget misungsungaken menapa ingkang Sae kagem Gusti, Gusti Yesus amberkahi. Amien.
-
Khotbah paditenan
Waosan saking yohanes 14 ; 21 – 31
Shalom …!!!!!!!!
Pasamuan ingkang kinasih ing ndalem asmanipun Gusti, pripun kabare,.. sae sadaya ?…Puji Tuhan. wonten pitakenan sekedik saerek kula sadaya, mekaten, kados pundi persaan kita minangka manungsa limrah, rikala kita dipun tilar salami laminipun, dening tiyang ingkang kita tresnani, kados tiyang sepuh, pacar, utawi tiyang ityang ingkang raket sangetkaliyan kita, dipun tilar pindah dening besti kita, lan sanes sanesipun. Tamtu persaan manah kita mboten sakeco, raose wonten ingkang kurang wonten ing gesang menika, gesang rumaos gundah, gamang, perasaan sarwa mboten menentu, bimbang, wonten ing lebeting manah menika kadose wonten ruang kosong, karana kita dipun tilar dening sosok figure utawi tiyang ingkang tansah kita tresnani, la perasaan ingkang mekaten menika justru malah saget ndamel gesang menika tansaya dangu tansaya nglokro, lan pungkasani mlah saget ndadosaken pengajeng ajeng kita ical, kahanan ingkang mekaten menika kedahipun enggal dipun atasi kanthi sae, lan mangga dipun isi kaliyan kegiatan kegiatan ingkang positif lan bermakna.
Saderek kla sadaya ingkang kinasih, reraosan injing menika, minangka narasi ucapan selamat, saking Gusti Yesus dumateng para muritipun, ingkang dipun mulai saking yohanes pasal 13 – 16. Gusti Yesus badhe nilar para muritipun, ananging Gusti mboten pingin ningali para muritipun menika gesang wonten ing kegamangan, kegundahan lan kicalan pengajeng ajeng. Sehingga wonten ing Yohanes pasal 14 menika dipun dawuhaken, mianka pesanipun Gusti Yesus ingkang terakhir, sakderengipun mlebet wonten ing jalan salib. Kelak menawi sampun mlebet wonten ing jalan salib, lan wungu saking antawisipun tiyang pejah, para murit menika mboten saget malih ningali Gusti Yesus secara fisik, ananging senajana mekaten mboten kok Gusti Yesus menika nilar lan menelantarkan para muritipun, Gusti Yesus taksih paring sosok penolong, njih menika Roh kebenaran, Roh panglipur, Roh kudus, ingkang badhe terus nganti, nuntun lan mberkahi gesangipun pra murit ingkang estu setya tuhu pitados ndumateng Gusti. Menika minangka jawaban kagem sadaya para muritipun gusti ingkang tansah setya tuhu dumateng Gusti Yesus senajana katilar, lumatar Roh kudus peparingipun Gusti, para murit menika tansah saget ningali lan ngraosaken kuasaning Gusti ugi Ramaning wonten ing Swarga. Kanthi mekaten, senajana para murit secara kasat mata, dipun tilar dening Gusti, gesangipun para murit mboten kok malah nglokro, ananging malah semangat, nggenipun gesang lan nindakaken sadaya dawuhing Gusti.
Pasamuan ingkang kinasih, Roh Kudus minangka peparingipun Gusti, menika minangka Roh panglipur, Roh motifator Roh ingkang tansah paring motifasi dumateng gesang kita sadaya supados saget lan kiyat anggen kita nindakaken gesang condong kaliyan dawuhipun Gusti. Roh kudus menika roh ingkang saget ngatak lan mranata gesang para umat kagunganipun langkung sae malih, lan sinten kemawon ingkang kadunungan Roh Kudus tamtu gesangipun tansah binerkahan, gesang kebak kaliyan tentrem rahayu. Tiyang ingkang gesangipun kadunungan dening Roh kudus menika, nedahaken, lan bukti yata bilih Gusti Yesus tansah nunggil wonten ing gesangipun wonten ing sakben wedal. Kedah dipun enget sadarek kula sadaya, bilih kula lan panjenengan menika, minangka injiling Gusti ingkang gesang, kita sadaya menika injiling gusti ingkang sejati, karana menika minangka iniling Gusti ingkang estu sampun sami binerkahan, mangga sadaya tutur kata kita, pikiran kita, tindak tanduk kita, perbuatan kita, sikap kita, kita kedah saget nedahaken bilih Gusti Yesus menika estu nunggil wonten ing gesang kita sami. Karana tiyang lintu mboten badhe saget ningali Gusti Yesus, menawi mboten lumantar gesang kula lan panjenengan sadaya.
Selajengipun saderek kula sadaya ingkang kinasih, wonten ing kisah para rasul 16 ; 9 – 15, nyariosaken perubahan rencana ingkang dipun alami dening rasul paulus, rasul paulus angsal wahyu saking Gusti, angsal penglihatan saking Gusti, angsal tuntunan saking Roh kudus, supados saget nindakaken peladosan wonten ing wilayah mekadonia, menika sejatosipun benten kaliyan peladosan ingkang sampun dipun tindakaken dening rasul paulus, sakderengipun, njih menika namung ngladosi saking kota ke kota mawon. Ananging saderek kula sadaya ingkang kinasih, saksampunipun rasul paulus angsal wangsit saking Gusti, piyambakipun kedah tindak lelados ten wilayah mekadonia, ingkang perjalananipun jelas jelas benten kaliyan sakderengipun. Kali ini rasul paulus kedah menyusuri tepian lepen kathah rintangan ingkang kedah dipun alami. Ananging senajana mekaten rasul paulus mboten sungut sungut, piyambakipun nindakaken sadayanipun menika kanthi tulusing manah, lan pitados bilih rancanganipun Gusti tamtu indah pada waktunya.
Pasamuan ingkang sami dipun tresnani dening Gusti, kadang kita sadaya menika sampun kagungan rencana tumrap gesang kita, rencana menika tamtunipun sampun katoto kanti sae. Conto ; mbenjing kita badhe sekolah mendet jurusan nopo lan ten pundi, mbenjing badhe ndamel griyo ten pundi. Lan sane sanesipun, tamtu menika sampun kita rencanakaken, ananging pungkasanipun rencana menika mboten saget klampahan 100% justru kadang ingkang mboten dipun rencanakaken menika malah ingkang kita tindakaken. Saderek kula ingkang kinasih, minangka umat kagunganipun Gusti, minangka para muritipun Gusti, kia sagetkemawon kagungan rencana wonten ing gesang menika, ananging mangga sadaya rencana menika kita aturaken sakwetah namung wonten ing astanipun Gustiallah piyambak lan 100% keputusan, namung Gustiallah ingkang kagungan kuaos. lan sampun ngantos rancangan kita dados rancanganipun Gusti, menika kualik. Kita sadaya kedah nyenyuwon supados rancanganipun Gusti dados rancangan kita, karana rancanganipun Gusti menika rancangan ingkang endah tumrap gesang sadaya umat kagunganipun klebet kagem gesang kula lan panjenengan sadaya. Sak menika mangga kita sami tansyah saos syukur dumateng Panjenenganipun, lan mangga ugi kita tansah gesang lan nindakaken menapa ingkang sampun dipun dawuhaken dening Gusti, karana menika ugi kalebet rancanganipun Gusti tumrap gesang kita sadaya, Gusti Yesus amberkahi. Amien.

by : Sudarmajitudeyang
-
Saos syukur namung dhumateng gusti
Waosan saking Yohanes 10:22-30
Pasamuan ingkang dipun tresnani Dening Gusti kita Yesus Kristus, riyadin persembahan bait Allah menika minangka, riyadin ingkang mengeti dinten pembangunan Malih bait Allah, saksampunipun pembuangan bangsa Israel ke babil. Wonten ing kesempatan menika Gusti Yesus rawuh malih ten bait Allah, piyambakipun berkotbah wonten ing serambi salomo, kala semanten kathah tiyang berjiarah lan mirengaken menapa ingkang dipun dawuhaken utawi dipun khotbahaken dening Gusti Yesus.
Kala semanten para tiyang Yahudi ugi menuntut dumateng Gusti Yesus, supados Gusti Yesus ngutaraaken wonten ing ngajeng umum, sinten sejatosipun piyambakipun menika, menapa mesias ingkang dipun tenggo menapa sanes. Para tiyang Yahudi menika meksa sanget, supados Gusti Yesus mengeluarkan kata kata ingkang saget dipun damel dasar gerakan pemberontakan terhadap bangsa Roma kala semanten. Para tiyang Yahudi menika sampun siap, mental, siap senjata nderek Gusti Yesus perang, memberontak, dumateng bangsa penjajah ingkang sampun sawetawis dangu menjajah. Tiyang Yahudi ugi sampun bosen, mirengaken hubungan anak lan bapak minangka dasar kehidupan mereka, tiyang Yahudi menuntut kekerasan, Arta lan perluasan wilayah.
Pasamuan ingkang Kinasih, ananging kagem Gusti Yesus mboten mekaten, Gusti Yesus kagungan rencana piyambak, lan menika mboten sami kaliyan rencananipun para tiyang Yahudi kala wau. Rencananipun Gusti Yesus menika mboten kok rencana kekerasan kados rencananipun tiyang Yahudi, ananging rencananipun Gusti Yesus menika Endah tumrap sadaya umat kagunganipun, rencananipun Gusti Yesus menika kebak katresnan welas asih, rendah hati, lan Gusti Yesus mboten purun ngutaraaken bilih piyambakipun menika sang mesias, kados ingkang sampun dipun utarakaken dumateng perempuan samaria (Yohanes 4:25-26) mekaten ugi dumateng tiyang wuto saking lahir ingkang sampun dipun sarasaken ( Yohanes 9:1-31)
Saderek Kula sadaya ingkang Kinasih, Gusti yesus menika, pembebas rohani, ingkang kebak welas asih, mboten kok sami kaliyan menapa ingkang dipun Ajeng Ajeng Dening tiyang yahudi kala semanten, njih menika ngajeng ajeng supados Gusti yesus dados mesia secara politis, saget mimpin bangsa Yahudi memberontak, perang, lan membasaken bangsa Yahudi saking penjajahan bangsa Roma.
Ananging bapa tuwin ibu, jebule mboten mekaten, Gusti Yesus malah ngutaraaken, bilih piyambakipun menika, minangka sang gembala ingkang Sae, ingkang kanthi Sae ugi sampun tepang sanget kaliyan mendo mendanipun. Ananging tiyang Yahudi mboten, mboten babarpisan tepang lan wanuh kaliyan Gusti Yesus, Karana pancen piyambakipun menika sanes mendanipun Gusti.
Pasamuan ingkang Kinasih, minangka gembala ingkang Sae ( Yohanes 10:11) Gusti yesus tansah njagi lan ngrimati ugi nyekapi sadaya kebetahan gesangipun para mendo mendanipun, kalebet Gesang Kula lan panjenengan sadaya, minangka gembala ingkang Sae, Gusti Yesus tansah, jagi Gesang kita sadaya saking sekathahing bebaya, kita sadaya dipun Paringi panggenan ingkang Sae, dipun paringi berkah ingkang Sae tur cekap, rinten kaliyan dalu kita tansah dipun jagi. Sepindah Malih, minangka gembala ingkang Sae, Gusti Yesus tansah nyekapi kebetahan kita sadaya , Sae rohani ugi jasmani.
Karana menika bapa ibu sadaya ingkang Kinasih, minangka mendanipun Gusti, ingkang sampun sami binerkahan, kita sadaya Kedah peka, saget mirengaken suantenipun gusti, saget ngraosaken lan nggatekaken timbalanipun gusti. minangka mendanipun Gusti lan kita sampun tepang, wanuh mboten kok namung suantenipun, ananging ugi lampahing gusti, mekaten ugi Gusti Yesus, ugi saget mbedakaken pundi mendo mendanipun. Menawi sampun mekaten. Menika nedahaken bilih wonten hubungan ingkang erat sanget kaliyan Gusti.
Pasamuang ingkang Kinasih ing ndalem asmanipun Gusti, Minggu menika kita sadaya sampun nampi gambaran, bilih Gusti Yesus anggenipun nindakaken pakaryanipun, menika kebak kaliyan mujizat mujizat ingkang sae, tetepkemawon para tiyang Yahudi menika mboten pitados bilih Gusti Yesus menika sang mesias ingkang dipun tunggu tunggu. Tiyang Yahudi mboten pitados bilih Gusti Yesus menika putraning Allah. Wonten ing ngriki wonten perbedaan pemanggih, tiyang Yahudi ngajeng anjeng mesias secara politis, mesias ingkang priyantunipun gagah perkosa, ingkang saget mimpin bangsa Yahudi perang lan bebasaken bangsa Yahudi saking penjajahan bangsa Romawi. Ananging mboten mekaten miturut Gusti, Gusti Yesus rawuh wonten ing ndonya menika, minangka mesias, minangka raja ingkang dipun urapi Dening ramanipun, supados saget ngualaken sadaya umat kagunganipun saking sakkathahing belenggu dosa lan maut.
Saderek Kula sadaya ingkang Kinasih, Gusti Yesus rawuh wonten ing ndonya menika, mboten kok membangung kerajaan secara politik, kekuasaan duniawi, mboten mekaten, ananging Gusti rawuh menika hambangung kerajaan sorga, ingkang kebak kaliyan katresnan, kebak karahayon, tentrem Rahayu kagem sadaya umat kagunganipun, la perkawis menika kedahipun kita mangertos, supados Kula lan panjenengan sadaya saget dados warga kratoning swarga ingkang Sae, mangga kita nyatunggil, nyawiji Nunggal siji kaliyan Gusti Yesus wonten ing kratoning swarga ingkang sawek kawangung dening Gusti.
Pasamuan ingkang Kinasih, menawi kita sami sampun nyatunggil kaliyan Gusti Yesus tamtu kita ugi nyantunggil kaliyan Rama wonten ing swarga, lan menawi Gesang kita sampu wonten ing Gusti lan Gusti wonten ing Gesang kita, tamtu Gesang kita sadaya ugi kebak kaliyan berkat lan sihrahmatipun Gusti ingkang Tampa winates.
Pasamuan ingkang Kinasih, sejatosipun kita sadari utawi mboten, Kula lan panjenengan sadaya menika, sakmenika estu estu sampun dipun paringi berkah Dening Gusti, ingkang estu matumpa tumpa lan sihmawantu wantu. Kita sadaya sampun dipun piji Dening Gusti minangka umat ingkang dipun wilujengaken, sakranduning Gesang kita sampun kacekapan. Menika Sedaya Karana sihrahmat lan peparingipun Gusti Allah piyambak. Lan selajengipun bilih mbenjing dinten Minggu tanggal 15 Mei th 2022 Pasamuan kita badhe ngawontenaken riyadin unduh unduh. La mangga, menika kesempatan ingkang Sae kagem kita sadaya, mangga kita sadaya nderek ambil bagian, lan saget asung saos syukur, kanthi ngasto persembahan kagem Gusti, minangka wujut anggen kita ngaturaken pamaturnuwon dumateng panjenenganipun. Mangga kita aturaken kathi ikhlas, kerendahan hati lan sukabingahing manah. Mugi Gusti Allah tansah paring kekiyatan dumateng kita sami supados kita sadaya saget misungsungaken menapa ingkang Sae kagem Gusti, Gusti Yesus amberkahi. Amien.

By : Sudarmajitudeyang
-
Tonton “drama singkat dalam rangka ibadah paskah, GKJW Jemaat Kertorejo” di YouTube
-
kumandel namung dumateng gusti
moment paskah GKJW kertorejo
Sugeng injing bapa tuwin ibu, pripun kabare ??…. njih Kula kinten sadaya tamtu Sae lan sadaya tamtu sami binerkahan…Amien njih ?…
Wonten ukara pasamuan ingkang Kinasih, njih menika perpisahan, perpisahan menika minangka sesuatu hal ingkang saget menyayat khalbu, sesuatu hal ingkang nguciwak aken, sesuatu ingkang saget ndamel gelaning manah, kagem sadaya tiyang ingkang ngraosaken lan ngalami. Malih Malih perpisahan menika kaliyan tiyang ingkang raket sanget, kados kados mboten saget dipun pisahaken, kaliyan tiyang ingkang estu berpengaruh .. Lakung tan saya ageng malih raos kuciwanipun, Amargi para murid menika mboten manggihi jasad ipun Gusti, malah malah mireng, terose tiyang tiyang Yahudi, bilih Gusti Yesus menika mboten bangkit, lan malah dipun gosip aken, bilih jasad ipun Gusti menika dipun Pendet utawi dipun curi dening para murid ipun. Ningali suasana ingkang mekaten menika, para murid ipun Gusti perasaanipun tan saya sedih, tan saya kuciwa, gundah gulana, perasaanipun mangu mangu, kados kados mboten wonten pengajeng ngajeng malih, ajrih putus asa tansah, nylimutu wonten ing gesangipun, para murid ngraosaken kados kados sihrahmat lan tentremipun Gusti sampun Ical, para murid ngraosaken, bilih gesangipun menika sampun mboten layak malih. Kathi alasan menika, sehingga para murid nglempak wonten ing salah satunggiling panggenan, sembunyi utawi ndelik wonten ing salah satunggaling griya, sadaya pintu dipun tutup kanthi rapet, malahan mboten pintu utawi Lawang kemawon ingkang katutup kanthi rapet, ananging manahipun ugi katutup rapet sanget, kanthi alasan supados tiyang Yahudi mboten sumerep.
Pasamuan ingkang Kinasih, suasana gesang lan manahipun para murid ingkang mekaten menika Gusti Yesus ugi pirsa, Karana menika, sanajana pintu omah lan atinipun para murid menika katutup kanthi rapet, Gusti Yesus tetep rawuh manggihi sadaya para murid ipun, Gusti Yesus menyapa, paring uluk salam dumateng para murid ipun, “ tentrem rahayu onaa ing Kowe Kabeh “ mireng suanten uluk salam saking Gusti ingkang khas menika, para murid kaget, Karana perasaan, suasana manah, para murid menika lagi mboten sekeco, carut marut mboten kanten kantenan, uluk salam saking Gusti menika estu sanget dipun betahaken, Karana uluk salam saking Gusti menika Ageng dayanipun. Sanajana uluk salamipun Gusti menika mboten kok langsung saget merubah suasana gesang para murid, ananging uluk salam menika paling tidak bisa masuk, mlebet, memenuhi ruang kosong hati para murid ingkang sawek gundah lan mboten menentu.
Saderek Kula sadaya ingkang Kinasih, kagem para murid ipun Gusti kalebet Kula lan panjenengan sadaya, Sih Rahmat lan tentrem rahayuning Gusti menika estu dipun betahaken, Karana menika minangka obat utawi suplemen penambah semangat lan kekiyatan supa supados kiyat nggadepi sadaya pergumulaning Gesang wonten ing alam ndonya menika. Pancen dengan menyapa, kanthi uluk salam tentrem rahayu tansah anaa ing Kowe Kabeh, menika Gusti Yesus mboten kok sawek sulapan lan sadayanipun dadakan dados Sae, mboten mekaten, ananging kanthi tentrem rahayuning Gusti menika paling tidak paring pengajeng Ajeng ingal, paring kekiyatan lan semangat inggal, Paring katentreman wonten ing manah, sehingga kita sadaya saget lan kiyat nggadepi ugi ngribah saking suasana ingkang mboten Sae dados sae. Kala semanten ugi mekaten, para murid ipun Gusti, saksampunipun mireng uluk salamipun Gusti, mboten sakkala persoalan menika Ical, ananging tansaya dangu tentrem rahayuning Gusti menika saget merubah Gesang para murid lakung Sae lanjeng kagungan semangat ugi keberanian dados para saksi ipun Gusti ingkang sejati.
Pasamua ingkang dipun tresnani Dening Gusti, kejadian ingkang dipun alami dening para murid ipun Gusti kala semanten, wonten satunggaling murid ingkang, mboten sesarengan, njih menika si Thomas, Karana menika Thomas mboten pitados babar pisan kaliyan berita ingkang dipun sampekaken dening para murid lintunipun menika, bilih Gusti Yesus sampun bangkit. Thomas menika priyantun ingkang kritis, priyantun ingkang mboten gampil pitados mekaten kemawon, Thomas mboten pitados menawi dereng njemok utawi njamah lan ningali Gusti piyambak, Thomas nyuwun bukti. Ningali Thomas ingkang mekaten saderek Kula sadaya, Gusti Yesus banjur methuki lan ngandiko dumateng Thomas, “Drijimu prenekna, tanganKu tontonen, sarta tanganmu ulungna, lodokna ing lambungKu lan kowe aja nganti ora ngandel maneh, nanging kumandela!” lanjeng Tomas mangsuli, unjuke: “Dhuh Gusti kawula, Allah kawula!” Menik nedahaken bilih tentrem rahayuning Gusti estu sampun mlebet wonten ing manahipun Thomas.
Bapa ibu ingkang Kinasih, pancen sak estu zaman sakmenika mboten wonten bukti, tiyang mboten gampil pitados, tiyang badhe pitados menawi sampun ningali bukti. Ananging Kedah enget, bilih mboten sadaya perkawis wonten ing alam ndoya menika saget dipun buktekaken, wonten perkawis ingkang mboten saget dipun tingali secara kasat mata, njih menika iman kapitadisan, iman menika nglangkungi logika manungsa, mekaten ugi kagem kita sadaya, senajana mboten ningali, ananging kita sadaya saget ngraosaken kwaos tentrem rahayuning Gusti wonteng ing Gesang kita sakben wedal, kita saget ngraosaken berkahing Gusti lumantar sadaya pakaryan kita.
Terkadang bapa tuwin ibu, mboten jarang bilih sikap kados Thomas menika ugi dados sikap kita, kita ugi asring mboten gampil pitados menawi dereng ningali bukti. Ananging Thomas, senajana mekaten piyambakipun menika klebet priyantun ingkang rendah hati, sabar ugi santun, Thomas saget nampi lan pitados bilih Gusti Yesus menika estu sampun Wungu. Sakmenika kados pundi kagem Kula lan panjengan sadaya, mangga kita sami Sinau utawi belajar saking Thomas, kanthi rendah hati saget nampi bilih Gusti Yesus menika estu sampun Wungu paring sihramat lan tentrem Rahayu dumateng kita sadaya. Kita sadaya sampun dipun mardikaaken Dening Gusti, dipun berkahi, dipun cekapi sadaya kabetahaning Gesang kita. Mangga tentrem Rahayu pinaringipun Gusti menika kita wujut nyatakaken wonten ing Gesang kita, tegesipun kita dipun berkahi Dening Gusti, Mugi kita ugi saget dados berkat kagem sesami, kita dipun Paringi damai Dening Gusti, Mugi kita ugi saget ciptaaken suasana damai kagem sesami.
Pasamuan ingkang Kinasih, nembe kemawon kita mengeti paskah, Mugi semangat lan jiwa paskah menika mboten berlalu utawi Ical saking Gesang kita, ananging semangat paskah tansah menjiwai Gesang Kula lan panjenengan sadaya, sehingga kita sadaya tansah kagungan semangat Enggal kangge nglajengaken Gesang wonten ing alam ndonya menika, enget bapa tuwin ibu sadaya njih, dinten menika Gusti Yesus sampun nunggil kaliyan kita, sampun nimbali ugi miji Kula lan panjenengan supados kita saget dados saksi saksinipun. Lan mangga kanthi semangat, sesarengan kita tansah memulalia aken Gusti kang sampun nganthi Gesang kita ngantos Selami lamanya. Amien.Bu : Sudarmajitudeyang
-
Vidio Sabtu sunyi
Sabtu sunyi -
Dados muridtipun Gusti
Dados muridtipun Gusti
Waosan, Lukas 19:28-40
Shalom bapa ibu ugi saderek Kula sadaya ingkang Kinasih,
Wonten ngriki Kula kagungan cuplikan film, ngingingi usaha putra ingkang kepingin dados murid. Mangga dipun simak lan pirsani sesarengan njih !.Vidio anak yang sedang ingin memahami kemauan sang guru
Pasamuan ingkang Kinasih, menapa ingkang saget kita pahami ngingingi Vidio ingkang nembe kita tinggali sesarengan menika ??.. mungkin wonten ing lebetipun manah kita tuwuh pitakenan, nopata tegesipun mendet lan nyalap jaket, lan si anak menika ugi tanglet lan kagungan pemanggih sami, menapa ta maksud lan tegese sadaya menika, Napa njih leres menika caranipun latihan kungfu, pitakenan menika muncul ketika si anak menika sawek latihan, kadosipun si anak menika mboten yakin lan mboten pitados, bilih gerakan mendet lan nyalap jaket menika klebet gerakan latihan kungfu, Karana menapa ?? njih Karana si anak menika, mboten mangertos, napata tegesipun latihan menika.
Pasamuan ingkang Kinasih, Waosan injing menika ugi mekaten, nyariosaken, bilih jalan ketidak pastian, sampun dipun lalui Dening Gusti Yesus. Wonten ing relasi trinitas, sampun cetha sanget, bilih Gusti Yesus menika mboten kok namung dados wayang, ingkang dalangipun, njih menika ramanipun piyambak, ananging Gusti Yesus kagungan kebebasan nindakaken pakaryanipun minangka putranipun ALLAH. Sejatosipun Gusti Yesus saget mawon menyimpang lan mboten miji radosan ingkang susah, mboten miji radosan ingkang kebak resiko, lan miji radosan ingkang nyaman ugi aman kangge nglajengaken Gesang.
ananging saderek Kula sadaya, narasi ingkang wonten ing Injil Lukas menika, nggambaraken perjalanan pun Gusti Yesus menuju Yerusalem, la kagem Gusti Yesus piyambak perjalanan menuju Yerusalem menika, minangka karya kawilujengan kagem umat kagunganipun. Ugi kalebet Kula lan panjenengan sadaya. Anggenipun Gusti Yesus mlebet Ten Yerusalem menika pancen sekedik radi dramatis kebak isyarat lan makna.
Anggenipun Gusti Yesus mlebet Yerusalem menika mboten kok tanpa perhitungan, justru Gusti Yesus sampun ngetang sedayanipun, sampun ngetang ugi sadaya resikonipun, Napa Napa lan sinten kemawon ingkang badge dipun hadepi, lan kadospundi ugi anggenipun nggadepi. Selajengipun Gusti Yesus ngandika ndateng muridtipun supados pados keledai muda, kagem tunggangan mlebet Yerusalem, lan muridtipun sumadya mirengaken ugi nindakaken. Menika Karana para murid yakin lan pitados, bilih Yesus menika pancen estu estu sang mesias ingkan dipun rantos.
Pasamuan ingkang Kinasih, jalan menuju Yerusalem menika jalan ingkang kebak kaliyan resiko, jalan ingkang kebak bahaya, Karana ingkang badhe dipun hadepi menika mboten perkawis ingkang entheng, ananging perkawis ingkang awrat, wonten Yerusalem Gusti Yesus Kedah menghadapi suasana politik ingkang mboten ngremenaken, tegesipun Gusti Yesus Kedah menantang para elit politik bangsa Yahudi, Gusti Yesus menantang hegemoni, lan resikonipun saget saget nyawa turuhanipun. Pasamuan ingkang Kinasih, senajana mekaten, kanthi sadar Gusti Yesus anggenipun nindakaken sadaya menika, Karana saking sayangipun Gusti Yesus dumateng manungsa, sehingga piyambakipun miji Via dolorosanipun. Njih menika jalan penderitaan.
Pasamuan ingkang Kinasih, Minggu menika, kita mlebet wonten ing Minggu palmarum, njih menika Minggu mengenang peristiwa perjalananipun Gusti Yesus mlebet ten Yerusalem, Sakderengipun Gusti seda sinalib wonten ing ngardi golguta lan Wungu Malih saking antawisipu tiyang pejah.
Selajengipun sederek Kula sadaya ingkang Kinasih, sakmenika kados pundi kagem Gesang Kula lan panjenengan sadaya, cuplikan film wonten ing Inggil wau, nedahaken bilih kita sadaya asring mboten mangertos lan kirang memahami, menapa maksud lan tujuanipun Gusti Yesus tumrap Gesang Kula lan panjenengan sadaya. Pancen sederek Kula Kinasih, dados muridtipun Gusti menika mboten kok namung percaya utawi pitados kemawon, ananging ugi betah penngorbanan, dados muridtipun Gusti Kedah wantun menyuarakan kebenaran dan keadilan, ugi betah ketulusan ing manah, andap asor Satunggal lan satunggalipun, saget mengejawantahkan arti kasih wonten ing Gesang sakben wedal. Bapa ibu ingkang Kinasih, sak menika manga, wonten ing Minggu palmarum menika, kanthi semangat via dolorosanipun Gusti kita sami nindakaken menapa ingkang sampun dados dawuhipun. Gusti Yesus amberkahi Amien
By : Sudarmajitudeyang.
-
Menghayati makna paskah dlm kehidupan
Bacaan Mazmur 118: 19 – 29. Nats, : ayat 29 ” Bersyukurlah pada Tuhan, sebab Ia baik, bawasanya untuk selama lamanya kasih setianya ).
Menghayati makna paskah dlm kehidupan
Saudaraku yang di kasihi oleh Tuhan kita Yesus Kristus, ibadah malam ini adalah merupakan ibadah persiapan perjamuan Kudus paskah, yang akan kita laksanakan pada tanggal 14 April 2022 jam 19.00 wib. Atau jam 7 malam.
Kalau kita hayati dengan baik, kita gumuli dengan baik, apa sih yang di maksud dengan perjmuan kudus itu, menurut cerita Alkitab perjanjian lama, bahwa Perjamuan Kudus itu adalah, mengenang atau memperingati suatu peristiwa bersejarah yang pernah di alami oleh bangsa Israel kala itu, yaitu lepasnya atau bebasnya bangsa Israel dari tanah mesir atau dari perbudakan bangsa Mesir, paskah sendiri dalam bahasa Ibrani itu pesah yang berarti melewati.
Kemudian dalam mengenang, mengingat, menghayati masa masa sulit kala di perbudak, di tindas oleh bangsa Mesir, kemudian lepas dan bebas, bangsa Israel mengadakan sebuah perjamuan, yang disebut perjamuan paskah, para pesertanya, makan paskah, yaitu makan korban paskah, atau makan anak domba paskah. ( Dalam perjanjian lama di sebutkan, kel. 12:23-28, 43-51 ) kalau dalam perjanjian baru, Yesus Kristus sebagai anak domba paskah. ( I kor. 5:7 )
Saudaraku yang berbahagia, sekarang bagai mana dengan kita saat ini, apakah kita juga pernah menderita, apakah kita juga pernah di perbudak, dan bagai mana kita memahami hal itu, dan bagai mana kita memaknai semua itu, dan bagai mana pula kita melepaskan diri dari perbudakan itu, banyak orang lepas kendali karena diperbudak oleh ber bagai macam kebutuhan duniawi. kalau sudah begini kemana kita lari minta pertolongan,
Perlu di ingat bapak dan ibu, dunia sanggup menolong segala keluh kesah kita, tapi endingnya pertolongan itu justru menyakitkan. Tidak sedikit saudaraku terkasih, orang terjebak dalam pelukan duniawi, awalnya menjanjikan kebahagiaan. Tetapi akhirnya justru menyakitkan setengah mati.
Firman Tuhan malam hari ini sekaligus, sebagai nats kita malam hari ini yaitu dari Mazmur 118:29 “Bersyukurlah kepada TUHAN, sebab Ia baik! Bahwasanya untuk selama-lamanya kasih setia-Nya “. Pemazmur menitip pesan kepada saudara dan saya pada saat ini, agar kita senantiasa bersyukur hanya pada Tuhan saja dan tidak pada yang lain. Bersyukur Berti berterima kasih, berterima kasihlah hanya pada Tuhan jangan pada dunia, sebab ketika kita bersyukur dan berterimakasih pada dunia, dunia senang, tetapi ketika kita lupa dan tidak lagi memuja dunia bisa bisa nyawa taruhannya. Kenapa bisa demikian, ya, karena kasih dunia tidak kekal adanya.
Saudaraku yang berbahagia, lain halnya dengan kasih Tuhan, Tuhan itu memang baik, bawasannya kasih setianya kekal selama lamanya.
Kekal berarti tidak berubah, kekal berarti tetap dari dulu sampai sekarang Tuhan Allah tetap mengasihi dan memberkati saudara dan saya, tidak berubah. Kasih Allah itu hidup bekerja atas kehidupan saudara dan saya, kasih Allah menuntun memimpin kehidupan saudara dan saya, menuju ke jalan kebaikan, menuju ke jalan kedamaian, sehingga kita bisa berada pada titik kesempurnaan hidup. Itulah rencana kasih setia Tuhan buat kehidupan saudara dan saya.
Selanjutnya bapak dan ibu yang terkasih, apa hubungan nya kasih itu dengan perjamuan Kudus yang akan kita laksanakan pekan depan .???. Perjamuan Kudus itu Saudaraku terkasih, bukan lah suatu rutinitas biasa atau sekedar ritual keagamaan biasa, akan tetapi perjamuan Kudus itu mengandung suatu makna yang teramat dalam buat kehidupan saudara dan saya, oleh karena itu dalam pelaksanaannya sangat diperlukan, kebersihan jiwa dan juga ketulusan hati. Dan hanya orang orang yang merasa terpanggil dan dipilih oleh Tuhan yang boleh mengikuti perjamuan Kudus Tuhan. Jadi dengan demikian saudara dan saya ini adalah orang orang yang sangat beruntung, karena kita semua telah dipanggil dan dipilih oleh Tuhan, untuk bisa menghadiri serta mengikuti perjamuan Kudus Tuhan.
Perjamuan Kudus itu adalah salah satu proses peleburan diri, peleburan jiwa, pembersihan hati dalam satu ikatan kasih dengan Tuhan, disana ada pengampunan, ada berkat, ada pembebasan, ada kasih yang luar biasa yang kekal adanya.
Untuk meleburkan diri, jiwa dan hati, serta untuk mendapatkan berkat dan kasih setia Tuhan yang kekal adanya itu dalam suatu perjamuan kudus, di perlukan suatu persiapan diri yang matang. Oleh karena itu Saudaraku semua, pada malam hari ini kita sama sama melakukan suatu hal baik, baik bagi kita dan juga tentu baik bagi Tuhan, kita sama sama pula mengintrospeksi diri, dengan sabar terus kita mencoba untuk tidak menuruti hawa nafsu duniawi yang menyebabkan kita jatuh dalam dosa, akan tetapi mari terus kita pupuk perbuatan perbuatan baik kita untuk menyenangkan hati Tuhan, dan percayalah dalam ibadah persiapan perjamuan Kudus malam hari ini kita sama sama di mampukan untuk melakukan apapun sesuai dg kehendak Tuhan. Sama sama pula mari kita berseru dengan hati tulus kepada Tuhan, hosana berilah kiranya keselamatan. Tuhan Yesus memberkati. Amin.

By : Sudarmajitudeyang
-
Beranda

Anda harus log masuk untuk menerbitkan komentar.