-
Peduli dan pro kehidupan
Peduli dan pro kehidupan
Bacaan Yohanes 11 :1 – 44 nats, Yohanes 11:40. Jawab Yesus: “Bukankah sudah Kukatakan kepadamu: Jikalau engkau percaya engkau akan melihat kemuliaan Allah?”
Saudaraku yang dikasihi dan mengasihi Tuhan, Minggu ini masuk dalam Minggu prapaskah ke lima, dan renungan hari ini, sesuwai dengan kalender GKJW, Mengambil Thema :. ” Peduli dan pro kehidupan “ umat yang di kasihi Tuhan, sebelum kita lebih lanjut menggumuli firman Tuhan dan juga thema renungan hari ini, perkenankan saya menayangkan sebuah cuplikan atau potongan Vidio, sebuah kegiatan masyarakat di dusun kami.
Saudaraku yang terkasih, Vidio di atas ini menggambarkan dengan jelas, sebuah kegiatan masyarakat yang langsung dikoordinir oleh seorang kepala dusun untuk melaksanakan kerja bakti membersihkan makam menjelang awal bulan romadhon, didalam Vidio tersebut, ada pelajaran atau ada hikmahnya buat kehidupan kita sebagai anak anak Allah. Didalam nya ada nilai kebersamaannya, ada unsur kepeduliannya, juga ada pro kehidupannya. meskipun mereka berbeda latar belakang kehidupan, berbeda pendidikan, berbeda setatus sosial, berbeda pula iman dan keyakinannya, akan tetapi mereka mampu menyatukan diri, menuangkan sebuah ide dan gagasan, dalam sebuah bingkai kebersamaan dan kepedulian untuk menumbuh kembangkan nilai nilai kehidupan dalam bermasyarakat. Karena dengan demikian sebenarnya tidak terasa bahwa mereka sudah melakukan sebuah kepedulian dan pro pada kehidupan.
Umat yang di kasihi oleh Tuhan, bacaan kita hari ini menceritakan, bagai mana Tuhan Yesus membangkitkan saudaranya Marta dan Maria yang bernama Lazarus dari kematiannya. Lazarus telah meninggal dunia dan telah di kuburkan 4 hari lamanya, secara normalnya manusia yang sudah di makamkan 4 hari lamanya, tentu jasadnya juga sudah mulai berproses menuju kehancuran atau membusuk dan berbau, akan tetapi itu bukan menjadi halangan bagi Tuhan Yesus untuk berkarya sebagai anak Allah. Justru disitu Tuhan Yesus ingin menunjukkan kepada orang orang Yudea yang kebanyakan di huni oleh orang orang Yahudi, Tuhan Yesus ingin menunjukkan kemuliaan Allah bapa, dengan membangkitkan Lazarus dari kubur, agar orang orang Yahudi percaya, Yesus adalah anak Allah. Kenapa demikian bapak dan ibu, karena pada waktu itu Maria dan Marta pun sempat tidak percaya pada Yesus, dikarenakan Lazarus yang sudah 4 hari lamanya dikubur dan tentunya sudah membusuk, mengetahui Maria dan Marta tidak percaya, tuhan Yesus berkata, “Bukankah sudah Kukatakan kepadamu: Jikalau engkau percaya engkau akan melihat kemuliaan Allah?” Dengan demikian akhirnya Marta dan Maria percaya dan Lazarus pun di bangkitkan dari kubur.
Saudaraku yang berbahagia, Marta dan Maria serta Lazarus, ketiga orang ini adalah orang orang yang sangat di sayangi dan di kasihi oleh Tuhan Yesus, karena mereka taat dan percaya kepada Tuhan, sehingga tuhan yesuspun juga peduli atas kehidupan mereka,. ..
Berikutnya saudaraku terkasih, kalau kita ber bicara peduli sesuai dengan Thema kita hari ini, yaitu peduli dan pro kehidupan, di dalam kamus besar bahasa Indonesia, peduli adalah menghiraukan, memperhatikan,….ber empati. Sedangkan Kehidupan bisa berarti cara hidup, keadaan hidup. Jadi dengan demikian peduli dan pro kehidupan, ini berarti kita harus memperhatikan, menghiraukan cara cara hidup. Mungkin cara hidup kita selama ini kurang berkenan di hadapan Allah. mapan dan tidaknya hidup seseorang itu bisa dilihat dari cara atau prilaku hidup seseorang itu dalam kesehariannya. Dan mapan juga tidaknya, dewasa dan tidaknya iman seseorang bisa dilihat dari cara hidupnya. Cara atau prilaku hidup kesehariannya. Oleh karena itu kita di minta melihat, meninjau kembali cara hidup kita selama ini. Sudah on the trac atau belum.
Umat yang di kasihi dan yang mengasihi tuhan, sebagai ayat nats kita pada pagi hari ini kami ambil dari bacaan kita tadi yaitu Yohanes 11 ayat 40 yang saya baca kembali demikian bunyinya, “Bukankah sudah Kukatakan kepadamu: Jikalau engkau percaya engkau akan melihat kemuliaan Allah?” Ayat ini di ditujukan kepada Marta dan Maria kala itu, karena mereka masih ragu ragu dengan kemampuan Tuhan Yesus, masih bimbang dengan kekuasaan yang dimiliki Tuhan Yesus, apakah mungkin Tuhan Yesus bisa, menghidupkan Lazarus kembali, karena sudah empat hari lamanya dikuburkan.
Bapak dan ibu yang berbahagia, melihat, merenungkan dan menggumuli narasi, dari bacaan kita hari ini, manunjuk kan, bahwa betapa paniknya Marta dan Maria dalam menghadapi persoalan hidupnya, sehingga mereka takmampu lagi berfikir dengan logika iman yang sehat, dan benar, mereka lupa bahwa segala persoalan yang terjadi di bumi ini pasti ada jalan keluarnya, mereka juga lupa bahwa segala sesuatu yang tidak mungkin bagi manusia, itu menjadi mungkin bagi Allah.
Akan tetapi umat yang di kasihi oleh Tuhan, begitu Marta dan Maria percaya, sungguh di luar dugaan, Lazarus yang sudah empat hari di makamkan, secara logika manusia, di pasti membusuk dan bau, disinilah bapak dan ibu letak perbedaan logika manusia dan Tuhan. ” Lazarus,….. marilah keluar.!!! Seru tuhan Yesus,..didepan makam lazarus. maka dengan demikian bangkitlah dan hiduplah Lazarus. Dan ini merupakan salah satu bukti bentuk kepedulian Tuhan Yesus terhadap kehidupan Marta dan Maria serta Lazarus.
Ini bapak dan ibu cuplikan Vidio, detik detik Tuhan Yesus membangkitkan Lazarus dari kubur.
Vidio detik detik Tuhan Yesus membangkitkan Lazarus dari kubur Sekarang bagaimana dengan kita saat ini, dan sampai sejauh mana harapan dan kepercayaan kita kepada Tuhan.??….atau mungkin kita belum paham benar, apa yang di maksud dengan percaya, sehingga derap langkah kaki kita terasa terhambat untuk menentukan arah dan tujuan hidup kita sebagai anak anak Allah, Percaya adalah, .yakin kepada sesuatu, bahwa itu ada. Dan nyata….dan itu terjadi……itulah percaya.
Mungkin didalam dunia nyata, kita masih sering atau bahkan mungkin kita sering mengalami kegagalan dalam hidup. Mungkin kita juga sering menghadapi persoalan hidup yang teramat pelik dan terasa sulit untuk di pecahkan. Dan menghadapi hal semacam itu terkadang pula kita bingung bapak dan ibu, kita panik bahkan mungkin frustasi. Jalan mana yang harus kita lalui untuk mengatasi semua ini. Mungkin kita juga mengalami seperti apa yang di alami oleh Marta dan Maria, karena begitu paniknya, sehingga kepercayaan kita pada Tuhan menjadi sedikit luntur. Sehingga kita tidak pernah bisa melihat dan merasakan kemuliaan Allah. Kita tidak bisa berfikir dengan logika iman yang dewasa dan benar.
Umat Tuhan yang berbahagia, sekarang saatnya kita dengarkan dan pedulikan firman tuhan kali ini, bagi siapapun yang berbeban berat dalam hidupnya. Bagi siapapun yang merasa memerlukan bantuan tuhan.. percayalah hanya kepada Tuhan, karena dengan demikian kau akan melihat dan merasakan kemuliaan Allah.
( Yohanes 11:40 Jawab Yesus: “Bukankah sudah Kukatakan kepadamu: Jikalau engkau percaya engkau akan melihat kemuliaan Allah?” )
Saudaraku terkasih, jikalau kita benar benar yakin dan percaya kepada Allah, lakukanlah apa yang menjadi bagian kita dan biarkan tuhan melakukan apa yang menjadi bagianNya. Maksudnya bapak dan ibu marilah kita bekerja seperti biasa apa yang sudah menjadi tugas dan tanggung jawab kita, masalah hasil biarkan tuhan Allah sendiri yang menentukannya. Amsal 16:3 Serahkanlah perbuatanmu kepada TUHAN, maka terlaksanalah segala rencanamu.
Jemaat yang di kasihi Tuhan, sekali lagi kami ulangi, tema kita hari ini, peduli dan pro kehidupan. Dengan ayat nats. Yohanes 11 : 40. Jika engkau percaya engka akan melihat kemuliaan Allah. Disini bapak dan ibu, tuhan Allah menghendaki agar kita bisa hidup saling memperhatikan saling memberi pada siapapun yang memerlukan bantuan semampu kita, tuhan Allah juga menghendaki agar kita juga peduli terhadap prilaku hidup kita sehari hari, dan harus mencerminkan hidup sebagai anak anak Allah….lakukan itu dengan percaya dan penuh dengan keyakinan. Maka kita bukan hanya akan melihat kemuliaan Allah akan tetapi kita juga akan benar benar merasakan kemuliaan Allah itu dalam kehidupan nyata…..oleh karena itu saudaraku semua, mulai saat ini, dengan semangat hari raya paskah mari kita sama sama tingkatkan rasa kepedulian kita, bukan hanya terhadap diri kita sendiri, akan tetapi mari kita juga peduli terhadap keluarga kita, terhadap tetangga kita, tehadap lingkungan di sekitar kita, terhadap jemaat kita, bahkan terhadap tuhan. Percayalah, Tuhan Yesus memberkati kita semua hari ini sampai selama lamanya. Amien.

Gambar Tuhan Yesus membangkitkan Lazarus dari kubur. By ; Sudarmajitudeyang
-
Nuladani Gusti Yesus ingkang Solider, minangka kesaksian Gesang kita.
Bacaan : Yohanes 9 : 1 – 41
Tema : Nuladani Gusti Yesus ingkang Solider, minangka kesaksian Gesang kita.Shalom umat ingkang sami dipun tresnani Gusti, kita tamtu Nate mireng konsep hukum sebab akibat, utawi saget
ugi dipun wastani sopo sing nandur, sopo sing panen. Hukum sebab akibat menika saget berlaku sakwayah wayah,
sakbenwedal utawi setiap waktu, dumateng sintenkemawon mboten pilih pilih. Hukum menika, minangka
kosekwensi saking nopo ingkang sampun dipun tindakaken sakderenge. Tegesipun mengapa ingkang dipun alami
tiyang menika, minangka hasil saking mengapa ingkang sampun dipun alami sakderenge.
Pemahaman bab hukum sebab akibat menika, ketingalanipun ugi wonten ing pemikiranipun para muridtipun
Gusti yesus kala semanten. Wonten ing pemikiranipun para murid timbul petakenan, rikala ndeleng pengemis
ingkang wuto sejak lahir, kangge ngribah pola pikiripun para murid ingkang terjebak wonten ing pola pikir hukum
sebab akibat, Gusti Yesus paring penjelasan, ungelipun mekaten Ono waktune Gusti Allah paring palilan
kahanan kang mengkono Kuwi. Supaya pakaryaning Allah iso kalahirake Ono ing bumi. Sawetara Gusti
mungel mekaten kasambi kaliyan nyarasaken pengemis wuto kalawau, Karana belas kasihanipun, Gusti Yesus
menika minangka terangipun ndonya, Karana menika, Gusti ugi paring terang dumateng pengemis wuto kala wau
supados ugi saget ningali teranging ndonya.
Umat ingkang Kinasih, kanthi sarasipun pengemis wuto kala wau, beritanipun dados viral, menyebar wonten ing
pundhi pundhi, reaksinioun ugi beragam, wonten ingkang mampi wonten ugi ingkang menolak, tiyang farisi jelas,
mboten saget nampi, berita ingkang mekaten menika, Karana sarasipun pengemis wuto menika, mujizatipun Gusti
ingkang dipun tindakaken pas sinten sabat, Karana miturut para tiyang farisi, diten sabat meniko dinten ingkang
Adi, sadaya tiyang dilarang nindakake, Aktifitas, langkung langkung ngawontenaken mujizat kados Gusti Yesus,
Karana meniko tiyang farisi menentang dumateng mengapa ingkang sampun dipun tindakaken Gusti Yesus
dumateng pengemis wau. Sementara golongan tiyang ingkang pro Gusti Yesus klebet pengemis wau, ngakeni
bilih Yesus menika Estu nabi utusanipun Allah.
Pasamuan ingkang Kinasih, sejatisipun, secara fisik tiyang farisi menika mboten wuto, ananging mripat batosipun
ingkang wuto, Karana perkawis legalitas, ngantos ngantos nglirwakaken katresnanipun Gusti Allah ingkang
menjangkau sadaya umat manungsa, tanpa winates.
Selajengipun, wonten ing waosan pertama wau, nyariosaken, proses kadospundi seorang Daud dipun puji lan
dipun urapi minangka raja dening Gusti lumantar Samuel, meniko paring pitedah, paring pelajaran dumateng kita
sadaya, bilih Gusti Allah anggenipun miji tiyang meniko mboten ningali parasipun, mboten ningali dhedhek
piadekipun, mboten ningali status sosialipun, ingkang dipun tinggali dening Gusti meniko atinipun. Putranipun
isai meniko kathah, kathah ingkang dhedhek piadekipun ugi parsipun langkung sae katimbang daud, ananging
justru Gusti Allah langkung remen miji daud, ingkang pedamelanipun hanya seorang gembala, Kenging
mengapa.??. Menika Karana Gusti Allah miji, mboten ningali fisik, ananging ningali ati….
Selajengipun bapa tuwin ibu, waosan ingkang kaping kakihi, wonten ing ngriku, rasul Paulus ngemutaken
dumateng sadaya warga efesus, supados pasamuan efesus estu estu saget Gesang condong kaliyan karsanipun
Gusti, njih meniko Gesang, minangko para putraning terang, Gesang namung wonten ing naungan terangipun
Gusti. Karano Gesang wonten terangipun Gusti meniko saget ngedalaken woh ingkang sae, jujur, berkeadilan,
kagungan raos syukur, kagungan welas asih dumateng sesami ingkang mbetahaken pitulungan, saget dados tulado
lan tansah saget nindakaken perkawis perkawis ingkang sae wonten ing Gesang sakpadintenan.Pancen sakestu, wonten ing kasunyataning Gesang sakbenditen, kita asring ningali sadayanipun menika bersifat
kadoyan utawi duniawi, ananging Gusti Allah mboten mekaten, Gusti Allah remen ningali manahipun katimbang
duniawi ipun. La sakmangke kita, Kula lan panjenengan sadaya, menika, minangka para putraning Allah, para
putra putraning terang, mangga anggen kita nindakaken Gesang sakbendinten meniko, sageta nulodo dumateng
gusti Yesus, kagungan welas asih ingkang Ageng lan saget asung pambuantu dumateng Lian ingkang mbetahaken
pitulungan.
Umat ingkang Kinasih, paring pambuantu dumateng Lian menika klebet bersolidaritas, lan bab solidaritas meniko
Nyoto bapa tuwin ibu, wonten ing pakaryanipun Gusti Allah lumantar putranipun Gusti Yesus kagem umatipun.
Lan solidaritasipun Gusti menika mboten winates wonten ing Satunggal golongan kemawon, Panjenenganipun
sejatosipun maringi kawilujengan kagem sedaya tiyang. Patuladhanipun Gusti Yesus ingkang solider ngiyaten
dhateng kita supados purun andum berkah utawi andum katresnan dhateng tiyang sanes. Menawi kita sedaya
ngamalaken prinsip solidaritas, setia kawan lan berbagi dhateng sedaya tiyang ingkang nandhang kacingkrangan,
tamtu gesang kita punika tansah kebak ing tentrem rahayu.
Sejatosipun bab solidaritas punika kedah kawujudaken ing lampah gesang kita saben dinten. Gusti Yesus sampun
nedahaken solidaritas dhateng kita manungsa. Panjenenganipun paring piwucal kanthi nyarasaken tiyang sakit,
nangekaken tiyang seda, paring dahar dhateng tiyang ingkang kluwenen, mirengaken pasambatipun manungsa
lan nyaosaken gesang-Ipun kagem tiyang sanes supados saged kawilujengaken.
Kasunyatan punika nedahaken bilih misinipun Gusti Yesus sampun nyata saking solidaritas-Ipun dhateng kita,
khususipun dhateng tiyang-tiyang ingkang nandhang kasisahan. Sedaya peladosanipun Gusti Yesus punika
linadesan katresnan dan solidaritas ingkang tumemen dhateng manungsa. Punika ingkang kasebat solidaritas
sosial ingkang wiwitan lan cocok kagem mujudaken katentraman dan karahayon ing donya punika. Sumangga
kita nuladhani Gusti Yesus wonten ing gesang padintenan kita sedaya. Kita mboten dawah ing paningal kita
sacara manungsa, ananging kita tansah nuladhani Gusti Yesus lan purun gesang ing pepadhangipun Gusti Allah.
Gusti tansah mberkahi kita sedaya. Aminpub-7007141651299451strong> pub-7007141651299451em>By : Sudarmajitudeyang pub-7007141651299451/strong> pub-7007141651299451/p>
-
BERSERAH PADA TUHAN
berserah Kepada Tuhan.
Ayat Alkitab Matius 26:39 sebagai natsnya, yang demikian bunyinya ” Maka Ia maju sedikit, lalu sujud dan berdoa, kata-Nya: “Ya Bapa-Ku, jikalau sekiranya mungkin, biarlah cawan ini lalu dari pada-Ku, tetapi janganlah seperti yang Kukehendaki, melainkan seperti yang Engkau kehendaki.”
saudaraku yang terkasih, sunggu luarbiasa teladan yang di berikan oleh Tuhan Yesus kepada kita, tentang cara hidup berserah sepenuhnya kepada Bapa yang di sorga. Tuhan Yesus datang sujud kepada Bapa dengan berdoa, dan menyerahkan diri sepenuhnya di hadapanNya.
pub-7007141651299451/p>pub-7007141651299451br />bapak dan ibu yang berbahagia, apa yang dapat kita pelajari dari ayat ini? Mari kita belajar bersama-sama tentang cara berserah kepada Tuhan yang sesungguhnya dalam kehiduapn sehari-hari,
Berserah diri adalah suatu tindakan yang menyerahkan secara total segala kehidupan kita kepada Tuhan. Dan berserah tidaklah sama dengan menyerah atau pasrah. Sangat berbeda. Dan banyak yang keliru dalam menerapkan arti berserah diri.Berserah yang keliru:
Pasrah dan menyerah pada keadaan
Tidak melakukan apapun
pub-7007141651299451/p>Membiarkan diri terombang-ambing oleh arus kehidupan
orang Kristen yang percaya dan beriman pada Tuhan, berserah adalah sebuah bentuk ketaatan dalam menanti janji Allah.
sekarang bagaimana cara berserah kepada Tuhan, ala orang yang percaya pada Tuhan.
pub-7007141651299451/p>pub-7007141651299451br />1. tetaplah fokus dan percaya hanya pada Tuhan.
saudara ku yang di kasihi Tuhan, hidup di dunia ini memang banyak masalah, banyak tantangan, banyak hal-hal yang tidak menyenangkan terjadi dalam kehiduan. Tapi orang yang percaya tetap menjadikan Tuhan Yesus sebagai fokus utama dari pada melihat semua masalah yang terjadi.
2. Tidak kuatir.
bapak dan ibu yang berbahagia, Berserah yang paling dasar adalah meninggalkan segala bentuk kekuatiran dalam hidup. Masa depan sungguh ada dan pengharapan itu pasti, ketika kita berserah kepada Tuhan maka akan ada semangat besar untuk mewujudkannya. Dan ketika yang terjadi di luar kendali maka kita tidak kuatir, karena Tuhan senantiasa memelihara.3. Biarkan Tuhan bekerja.
Ketika hal-hal yang tidak diinginkan datang maka kita harus tetap taat dan diam dekat dengan Tuhan. Hidup dalam penantian dan tetap percaya kepada Tuhan. Kerjakan yang menjadi bagianmu dengan tetap berserah dan biarkan Tuhan menentukan..Berserah bukanlah pasrah dan menyerah kepada keadaan. Tapi berserah adalah bentuk penyerahan diri secara total dan siap diatur oleh Tuhan.
Hidup ini seperti sedang berlayar di sebuah sungai yang deras bapak dan ibu, Kadang kita tidak perlu melawan arus kehidupan yang deras. Yang penting kita tidak hanyut dalam derasnya arus kehidupan.
Saudaraku terkasih, Kita hanya perlu tetap berserah diri dengan berkata: “Tuhan, inilah hidupku. Pakailah sesuai rencana-Mu.”
Dalam berserah, kita tidak boleh membiarkan hidup ini pasrah dan hanyut terbawa oleh gelombang. Kita hanya perlu tetap berdiri seimbang dalam perahu tersebut dan mengikuti sampai di mana kita akan berhenti. Itulah proses.
Saudaraku semua, dalam kenyataan hidup di dunia ini, Banyak yang berusaha melawan arus kehidupan, dengan upaya yang sangat keras dan akhirnya malah sebaliknya, semakin sulit dan tenggelam oleh derasnya arus sungai. Dan tidak sedikit yang lari.
Oleh karena itu, sebagai anak anak Allah, sebaiknya, Biarkanlah hidup ini mengalir namun jangan biarkan hidup terbawa arus. Tetap setia, tetap berpegang teguh dan percaya kepada Tuhan dengan segenap hati. Jangan bimbang dan marilah bersama-sama berserah dan menyerahkan seluruh kehidupan kita ke dalam Tangan Tuhan. Tuhan Yesus memberkati. Amien.
pub-7007141651299451em> pub-7007141651299451strong>By : Sudarmsjitudeyang. pub-7007141651299451/em> pub-7007141651299451/p>
-
Meneladani solidaritas Yesus dalam keseharian
pub-1163627368504788em>Meneladani solidaritas Yesus dalam keseharianpub-1163627368504788pub-7007141651299451
Matius 4 : 1 – 11
Saudaraku yang terkasih dimanapun anda berada, bicara solidaritas, Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, solidaritas berarti sifat (perasaan) solider; sifat satu rasa (senasib dan sebagainya). Dengan demikian, “Meneladani Kristus Itu Berarti Membiasakan Tindakan Kasih Yang Nyata Kepada Siapapun dan Apapun Yang Ada Di Sekitar Kita”. Membiasakan, berarti menjadikan suatu hal yang umum, dan menjadi kebiasan yang kita lakukan didalam kehidupan sehari – hari. Contoh sederhana, membiasakan diri untuk sarapan pagi, maka dengan seiringnya berjalannya waktu, kita akan terbiasa, dengan yang disebut sarapan pagi. Begitu pula mewujudnyatakan cintakasih Tuhan terhadap siapapun dan dimanapun. Dengan membiasakan diri kita, berbuat yang seturut dengan kehendak Tuhan melalui tutur kata, tindakan, maupun pikiran.sehingga kita juga akan menjadi terbiasa dalam menjalankan suri tauladan yang seperti Tuhan Yesus kehendaki.
umat yang dikasihi dan diberkati Tuhan, Setiap manusia pasti mempunyai impian untuk hidup damai sejahtera tidak kekurangan suatu apapun, baik secara ekonomi,dsb. Tidak mungkin ada diantara kita yang menginginkan hidup yang tidak berkecukupan. Saya pribadi juga mempunya impian hidup yang berkecukupan. Begitu dengan yang lain, juga mempunyai impian hidup serba cukup, dan Impian inilah yang memberi semangat kepada kita untuk berjuang semaksimal mungkin demi tercapainya apa yang diinginkan dan yang diharapkan. Dan demi memenuhi kebutuhan semua itu bukan tidak mungkin ada orang yang menghalalkan segala cara untuk mendapatkan apa yang dianggapnya sebagai kebanggaan atau kesuksesan hidup. Sehingga untuk mendapatkan kehidupan yang baik secara ekonomi, pekerjaan yang sukses dan kekayaan tidaklah salah, dan itu wajar asalkan semua itu didapat dengan cara yang baik dan yang berkenan kepada Tuhan.
Dalam pembacaan Injil Matius 4:1–11 kita dapat melihat bagaimana kuatnya iblis menggoda Tuhan Yesus. Ada tiga cobaan yang dialami Tuhan Yesus. Cobaan pertama terkait kebutuhan perut, dan yang kedua menyangkut kehormatan diri (popularitas), dan yang ketiga mengenai godaan dari kemewahan dunia. Pertama, iblis tahu bahwa Yesus baru selesai berpuasa 40 hari sehingga sangat pasti Ia sedang lapar. Iblis tahu kebutuhan Yesus waktu itu, yaitu perut-Nya yang sungguh lapar. Oleh karena itu, iblis menawarkan kepada Yesus untuk mengubah batu menjadi roti untuk mengenyangkan perut-Nya. Tetapi Yesus menolak tawaran iblis. Tentu bukan karena Yesus tidak sanggup mengubah batu menjadi roti (sebab di kisah yang lain, Yesus mengubah air menjadi anggur), melainkan Yesus tidak mau taat pada iblis. Yesus sadar bahwa Ia datang ke dunia untuk mewujudkan misi bapak-Nya, sehingga Ia hanya mau taat pada Allah, Bapa-Nya. Dan bukan kepada perintah iblis, Yesus pun hendak menunjukkan bahwa hidup yang sejati tidak hanya bersifat jasmani di dunia ini, sehingga bergantung pada makanan jasmani semata. Hidup yang sesungguhnya bersifat kekal bersama Allah, dan untuk itu, harus taat kepada firman Allah, bukan pada kebutuhan perut.
Saudara terkasih, Kedua, iblis meminta Yesus untuk menunjukan kehebatan-Nya dengan menjatuhkan diri dari bubungan bait Allah. Andaikan Yesus berhasil, maka akan dipuji sebagai pemberani dan makin dimuliakan. Yesus bukannya tak mampu melakukan itu, namun sekali lagi, Ia tidak mau taat pada iblis. Itulah sebabnya Yesus berkata pada iblis: jangan mencobai Tuhan, Allahmu. Yesus pun tidak mau tunduk pada godaan kemuliaan diri yang ditawarkan iblis. Yesus tetap mulia dan terhormat karena taat pada Allah Bapa-Nya, bukan karena demonstrasi kehebatan di hadapan iblis. Kemuliaan diri-Nya berasal dari Sang Bapa, bukan dari iblis atau manusia. Ia mulia karena taat pada perintah sang Bapa, yakni melakukan kebaikan dan kebenaran di tengah-tengah dunia.
Berikut yang ketiga saudaraku terkasih, Yesus digoda untuk memiliki seluruh kerajaan dunia dan kemegahannya. Namun Yesus menolak tunduk pada iblis. Sebab sesungguhnya kuasa dan kekayaan dunia ada dalam tangan-Nya karena Ia adalah anak Allah. Itulah sebabnya Yesus minta kepada iblis untuk menyembah Allah dan berbakti kepada-Nya. Seruan Yesus itu hendak mengingatkan iblis bahwa yang empunya kuasa dan seluruh dunia hanyalah Allah sendiri. Iblis tak punya kuasa apa pun atas dunia dan kekayaannya.
saudaraku yang berbahagia, Pencobaan demi pencobaan berhasil dilewati Yesus, karena :
1. sikap aktif Allah Bapa melalui Roh yang senantiasa menyertai Yesus. Menyertai setiap orang yang taat kepadaNya.
2. Sikap sadar Yesus yang senantiasa memilih taat pada Allah, tanpa mau tunduk pada iblis, atau mau tergoda oleh tawaran-tawaran nikmat dari iblis. Yesus tidak mau tunduk pada tawaran nikmat dari iblis, karena Ia tahu bahwa misi Ilahi (dalam hal ini kerajaan Allah) lebih mulia dari kemewahan dunia. Yesus tahu bahwa Ia datang ke dunia untuk menghadirkan kerajaan Allah (kasih, kebaikan, kebenaran, keadilan), dan karena itu, Ia fokus pada tujuan itu tanpa mau terpengaruh untuk hal-hal lain. Injil-injil mencatat, sejak keberhasilan pertama atas pencobaan ini, tantangan bahkan penderitaan yang datang pun dapat dilalui oleh Yesus. Yesus selalu berhasil mengatasi berbagai pergumulan berat yang Ia hadapi, termasuk ancaman atas nyawa-Nya sekali pun.
Saudaraku terkasih, tidak terasa, Minggu ini kita sudah masuk dan berada di minggu prapaskah, Kita diajak untuk merefleksikan ketaatan Yesus pada kehendak Bapa. Dengan mewujudkan ketaatan itu kedalam bentuk Solidaritas terhadap sesama. Solidaritas itu bukan gagasan, dan bukan retorika belaka, melainkan tindakan nyata yang dilakukan berdasar kasih kepada sesama ciptaan Tuhan. Kasih yang merujuk kepada kasih Kristus atas kita. Kasih yang membebaskan dan menyelamatkan setiap ciptaan Tuhan. Dan Langkah-langkah solidaritas itu membutuhkan pembiasaan, supaya kita semakin lancat semakin terbiasa melakukannya. Dan ketika kita menjadi terbiasa melakukannya, maka di situlah kita tiba pada titik sebagai pelaku firman Tuhan dan peneladan Kristus yang sejati. Dan salah satu wujudnyatanya ketaatan itu, dapat diwujudkan, dengan hadir dan ikut merasakan apa yang dirsakan orang lian, secara nyata hadir dan membatu mereka yang sedang mengalami kesusahan.
Karena itu saudaraku semua yang terkasih, sekarang tiba saatnya bagi kita bersama, untuk hidup lebih mendekatkan diri pada Tuhan, mendengarkan dan melakukan perintahNya, agar kita menjadi terbiasa untuk meneladani solidaritas Yesus dalam kehidupan hari lepas hari. Dan Kiranya kita juga di mampukan untuk meneladani ketaatan Yesus itu, dan biarlah ketaatan itu menjadi salah satu cara bagi kita umatnya, untuk menghadirkan kerajaan Allah dengan membiasakan diri dengan hidup saling tolong – menolong. Tuhan Yesus Memberkati. Amien.
-
Mendekat pada Allah untuk mendengar dan melakukan perintahNya
Mendekat pada Allah untuk mendengar dan melakukan perintahNya
Bacaan dari Matius 17 : 1 – 9.
Matius 17:1-9 Enam hari kemudian Yesus membawa Petrus, Yakobus dan Yohanes saudaranya, dan bersama-sama dengan mereka Ia naik ke sebuah gunung yang tinggi. Di situ mereka sendiri saja.
Lalu Yesus berubah rupa di depan mata mereka; wajah-Nya bercahaya seperti matahari dan pakaian-Nya menjadi putih bersinar seperti terang.
Maka nampak kepada mereka Musa dan Elia sedang berbicara dengan Dia.
Kata Petrus kepada Yesus: “Tuhan, betapa bahagianya kami berada di tempat ini. Jika Engkau mau, biarlah kudirikan di sini tiga kemah, satu untuk Engkau, satu untuk Musa dan satu untuk Elia.”
Dan tiba-tiba sedang ia berkata-kata turunlah awan yang terang menaungi mereka dan dari dalam awan itu terdengar suara yang berkata: “Inilah Anak yang Kukasihi, kepada-Nyalah Aku berkenan, dengarkanlah Dia.”
Mendengar itu tersungkurlah murid-murid-Nya dan mereka sangat ketakutan.
Lalu Yesus datang kepada mereka dan menyentuh mereka sambil berkata: “Berdirilah, jangan takut!”
Dan ketika mereka mengangkat kepala, mereka tidak melihat seorang pun kecuali Yesus seorang diri.
Pada waktu mereka turun dari gunung itu, Yesus berpesan kepada mereka: “Jangan kamu ceriterakan penglihatan itu kepada seorang pun sebelum Anak Manusia dibangkitkan dari antara orang mati.”Saudaraku semua yang di kasihi dan yang mengasihi Tuhan. Ada beberapa orang berpendapat, bahwa hidup di dunia ini adalah sebuah perjuangan. Ada juga yang mengatakan bahwa hidup di dunia ini adalah anugrah pemberian Tuhan, hidup didunia ini adalah kesempatan pemberian Tuhan, sekarang bagai mana pendapat bapak ibu tentang hidup ini???…. Ada juga yang berpendapat bahwa hidup ini adalah anugrah, kesempatan dan itu semua pemberian Tuhan yang harus di perjuangkan. Kenapa demikian ???? Jawabannya ya memang harus demikian. Karena kalau hidup ini bukan anugrah dan juga bukan kesempatan pemberian Tuhan, lalu hidup ini hanya sekedar perjuangan. Hasilnya akan sia sia, karena percuma kita berjuang, kalau Tuhan tidak menganugerahi kita kekuatan dan kesempatan untuk menggapai tujuan. Begitu juga sebaliknya, percuma kita diberi anugrah dan kesempatan oleh Tuhan, kalau tidak kita berjuang untuk mendapatkannya. bapak dan ibu serta saudaraku semua yang di kasihi oleh Tuhan, jadi antara anugrah dan kesempatan hidup pemberian Tuhan itu harus bersinergi dengan perjuangan. Harus selaras, berjalan bersama.
Saudaraku Terkasih, sekarang pertanyaan nya, kenapa banyak orang yang mengaku percaya pada Tuhan, tetapi perjuangannya gagal, banyak orang yang mengaku pengikut Kristus tapi perjuangannya kandas di jalan. Apa dan dimana kekliruannya. Ini yang terkadang kurang disadari oleh banyak orang sebagai pengikut Kristus. Terkadang Kristus tidak kita tempatkan atau posisikan di tempat yang benar dalam kehidupan kita. Tidak jarang Kristus kita posisikan sebagai ban serep saja, sehingga tuhan tidak bisa bekerja maksimal dalam kehidupan kita.
Umat yang di kasihi dan mengasihi tuhan, bacaan kita pagi hari ini menceritakan Tuhan Yesus membawa beberapa muridnya naik kepuncak gunung yang cukup tinggi, yaitu Simon Petrus, yakubus dan Yohanes, setelah tiba di atas gunung tiba tiba wajah Yesus berubah menjadi bercahaya, bekilauan memancarkan sinar seperti mata hari dan bajunya serba putih, terlihat disana juga ada nabi Elia dan nabi Musa sedang bercakap cakap dengan Yesus. Lalu murid murid itu berkata Tuhan betapa bahagianya kami di tempat ini….saudaraku Terkasih, para murid Tuhan Yesus benar benar merasakan hidupnya bahagia, karena merasa dekat dengan Tuhan, merasa hidupnya ada dalam sinar terang kasih setia Tuhan, mereka benar benar merasakan bahagia yang luar biasa, saking bahagianya mereka ingin membuat kemah tiga, satu untuk Tuhan Yesus satu lagi untuk nabi Musa dan satu lagi untuk nabi Elia. Ini menggambarkan bahwa murid murid Tuhan itu ingin selalu dekat dengan Tuhan dan tidak mengharapkan tuhan pergi darinya.
Umat Tuhan yang berbhagia, sekarang bagai mana dengan kehidupan kita.?..apakah hidup kita sudah merasa benar benar dekat dengan Tuhan atau belum…??? Dan saat ini lah saat yang tepat bagi kita untuk lebih mendekatkan diri kepada Tuhan, untuk mendengar dan melakukan segala perintahnya…..agar hidup kita tetap bahagia dan terus tersinari oleh terang sinar kasih setia Tuhan. Mungkin sekarang yang menjadi persoalan bagi kita adalah, bagai mana agar kita bisa terus dekat dengan Tuhan dan tentu terus bisa mendengarkan dan melakukan perintah perintah Tuhan dengan baik dan benar…!!!!. Apakah kita harus mencari Tuhan di atas gunung, atau apa perlu kita harus mencari Tuhan sampai ke Yerusalem sana….. Tidak demikian saudaraku,…tuhan itu tidak dimana mana dan juga tidak kemana mana, melainkan Tuhan itu ada didalam hidup kita, Tuhan itu ada di dalam diri kita.. 1 Korintus 3:16 Tidak tahukah kamu, bahwa kamu adalah bait Allah dan bahwa Roh Allah diam di dalam kamu?
Saudaraku Terkasih, sebenarnya Tuhan itu tetap setia menemani hidup kita, sekarang tinggal bagaimana kita menjalin hubungan baik dengan Tuhan. Agar kita bisa menggapai tujuan hidup yang lebih baik sesuai dengan rencana Tuhan. Ini perlu perjuang bapak dan ibu, kita sudah dianugerahi dan diberi kesempatan hidup oleh Tuhan, anugrah dan kesempatan itu perlu kita perjuangkan….salah satunya dengan berusaha hidup untuk terus mendekatkan diri dan mendengar serta melakukan perintah Tuhan. Dan juga terus berusaha hidup Membiasakan yang benar dan bukan membenarkan yang biasa. Tuhan Yesus memberkati. Amien.

By : Sudarmajitudeyang
-
Bahagia di usia senja
Bahagia di usia senja
Yesaya 46:4
Sampai masa tuamu Aku tetap Dia dan sampai masa putih rambutmu Aku menggendong kamu. Aku telah melakukannya dan mau menanggung kamu terus; Aku mau memikul kamu dan menyelamatkan kamu.
Bapak ibu para adiyuswa yang di kasihi oleh Tuhan kita Yesus Kristus. Waktu berganti waktu, hari berganti hari begitu juga bulan berganti bulan dan tahun berganti tahun, tidak bisa kita pungkiri juga tidak bisa kita tolak. Bahwa usia kita semakin hari juga semakin tua dan tentu semakin mendekati masa masa akhir. Ada orang yang mengatakan, bahwa di usia yang senja, pendirian dan pikirang orang tersebut sudah sedikit mudah goyah. Karena apa bapak dan ibu, ya karena di usia senja itu. Mereka merasa bahwa hidupnya sudah tidak produktif lagi, merasa hidupnya sudah tidak berguna, dan hanya membebani anak. Sehingga membuat imannya pun juga ikut goyah. Dan akhirnya membuat hidupnya kurang semangat, mudah nglokro hujung hujungnya lupa dengan tuhannya.
Padahal seharusnya tidaklah demikian bapak dan ibu. Justru di usia usia senja, kita harus lebih matang dalam berfikir, bertindak, lebih bijak dalam bersikap dan bisa menempatkan diri pada posisi yang tepat. Sehingga kita menjadi lebih terhormat meskipun tenaga sudah tidak terlalu beanfaat. Kenapa harus demikian, jawabannya, ya harus demikian memang. Karena kita punya Tuhan. Yesaya 64 mengatakan demikian ” Sampai masa tuamu Aku tetap Dia dan sampai masa putih rambutmu Aku menggendong kamu. Aku telah melakukannya dan mau menanggung kamu terus; Aku mau memikul kamu dan menyelamatkan kamu.
Melalui Yesaya 64:4 Tuhan Allah ingin menegaskan dan mengingatkan kepada kita semua. Bahwa Tuhan Allah tidak pernah berubah, kesetyaan, kasih sayang, berkat Tuhan tetap, tak pernah berubah dan tak pernah usang di makan wanktu. Usia kita boleh berubah, tenaga kita boleh berubah dan semakin lemah, rambut kita boleh memutih. Akan tetapi semangat dan iman kita harus tetap. Sebab meskipun rambut memutih, usia tua, Tuhan akan terus dan tetap akan terus menggendong dan menyelamatkan kita. Oleh karena itu bapak ibu yang di kasihi dan mengasihi Tuhan. Meskipun usia kita sudah tua, tenaga kita sudah, mungkin, tidak terlalu di butuhkan lagi, tapi jangan lah hati kita menjadi tawar dan iman serta pengharapan kita menjadi pudar,!!!… Justru di usia usia yang sudah tua ini kita harus senantiasa bersyukur kepada Tuhan, karena kita masih di percaya oleh Tuhan untuk bisa melihat anak cucu kita, masih di percaya oleh Tuhan untuk bisa menghirup udara segar di pagi hari dan masih di beri semangat, untuk bisa bersekutu dalam acara ibadah ADIYUSWA seperti saat ini. Ini salah satu cara Tuhan untuk membuat hati dan hidup kita bahagia, karena dalam persekutuan itu kita bisa bertemu antara satu dengan yang lain, bercanda sesama para Adiyuswa. Karena itu bapak ibu yang berbahagia, mulai saat ini sudah tidak ada lagi alasan bagi kita untuk tidak bahagia, tidak ada lagi alasan bagi kita untuk tidak tersenyum. Percayalah sepenuhnya hanya pada Tuhan, karena apapun yang terjadi dalam hidup kita, meskipun usia kita semakin senja dan rambut kita semakin memutuh, Tuhan akan tetap setia menggendong kita, Tuhan akan terus memberkati dan menyelamatkan kita mulai saat ini sampai kesudahannya. Tuhan Yesus memberkati. Amien.
By : Sudarmsjitudeyang
-
Taat itu membawa berkat
Taat itu membawa berkat
Mazmur 27:1-6
1. Dari Daud. TUHAN adalah terangku dan keselamatanku, kepada siapakah aku harus takut? TUHAN adalah benteng hidupku, terhadap siapakah aku harus gemetar?
2. Ketika penjahat-penjahat menyerang aku untuk memakan dagingku, yakni semua lawanku dan musuhku, mereka sendirilah yang tergelincir dan jatuh.
3. Sekalipun tentara berkemah mengepung aku, tidak takut hatiku; sekalipun timbul peperangan melawan aku, dalam hal itu pun aku tetap percaya.
4. Satu hal telah kuminta kepada TUHAN, itulah yang kuingini: diam di rumah TUHAN seumur hidupku, menyaksikan kemurahan TUHAN dan menikmati bait-Nya.
5. Sebab Ia melindungi aku dalam pondok-Nya pada waktu bahaya; Ia menyembunyikan aku dalam persembunyian di kemah-Nya, Ia mengangkat aku ke atas gunung batu.
6. Maka sekarang tegaklah kepalaku, mengatasi musuhku sekeliling aku; dalam kemah-Nya aku mau mempersembahkan korban dengan sorak-sorai; aku mau menyanyi dan bermazmur bagi TUHAN.Umat yang di kasihi dan di berkati oleh Tuhan, renungan pada saat ini kami beri judul, Taat itu membawa berkat. Saudaraku semua dalam kamus bahasa Indonesia, taat itu mempunyai arti diantaranya, setia, jujur, tulus tidak curang.dst…. dan hasil dari ketaatan itu, yaitu disebut berkat, dan berkat itu baru akan kita terima atau rasakan setelah kita menjalankan kehidupan ini dengan taat. Sebagai orang yang percaya dan beriman hanya kepada Tuhan yesus, tentu, harus taat kepada apa yang telah di firmankan oleh Tuhan. Saudaraku yang di kasihi oleh Tuhan, bacaan kita pada saat ini menggambarkan suasana batin, suasana hati, suasana kehidupan yang di alami oleh Daud.
Daud merasakan bahwa hidup dan kehidupannya tidak semudah dan seindah yang di bayangkan, sebagai seorang penggembala, Daud tidak sering tinggal di dalam rumah, Daud lebih sering tinggal di luar rumah, tinggal di Padang belantara, mencari rumput untuk domba domba peliharaannya, Manahan panas teriknya mata hari, menahan rasa dinginnya angin dalam menggembalakan domba peliharaannya, tidak jarang juga menghadapi tantangan dan rintangan juga ancaman yang mengancam keutuhan domba dombanya. Daud berjuang keras berjibaku mengahalau semua ancaman demi keutuhan domba peliharaannya, walaupun itu nyawa taruhannya. Tidak jarang juga Daud di lecehkan, di caci, di hina, di anggap sebagai orang yang tidak mampu dan tidak bisa berbuat apa apa selain hanya menggembalakan domba di Padang belantara.
Akan tetapi, Satu hal yang patut di banggakan saudaraku yang di kasihi oleh Tuhan, dalam menghadapi situasi dan kondisi yang bagaimanapun Daud tetap tegar, teguh, tetap setia dan taat pada Tuhan sang empunya kehidupan. Sehingga pada akhirnya Daud diberi kekuatan eleh Tuhan untuk berani menatap kedepan de tegak. Dan berani menunjukan pada lawan lawannya, bahwa Tuhan Sang empunya kekuatan dan kebenaran ada bersama di dalam hidupnya.
Saudaraku Terkasih, sekarang bagai mana dengan kita…???… Apakah hati, pikiran dan iman kita tetap tegar, setegar hati dan pikiran Daud, ketika kita diperhadapkan pada suatu persoalan hidup yang teramat pelik, apakah iman kita tetap teguh dan taat seperti Daud, ketika kita menghadapi goncangan hidup yang teramat dahsyat…..memang saudaraku semua, kita ini adalah manusia biasa, yang hanya terdiri dari seonggok daging dan tulang, yang rentan dan terlalu mudah diombang ambingkn oleh keadaan dunia, dan justru disinilah ketaatan, keteguhan iman kita sebagai pengikut Kristus Yesus sedang diuji….. Apakah kita tetap taat dan teguh berharap sepenuhnya pada Tuhan atau justru kita jatuh dalam pelukan nafsu setan.
Saudaraku yang terkasih, kalau kita jeli, teliti, dan sungguh sungguh menghayati, sebenarnya firman Tuhan melalui Mazmur Daud 27 : 1-6. Adalah mengandung filsafat kehidupan yang teramat dalam. Di mana di dalamnya Tuhan Allah mengajarkan kepada kita para pengikutnya, untuk sabar dalam menghadapi kenyataan hidup. Sabar berati tidak mudah marah, meskipun terkadang persoalan itu justru membuat kita naik darah, Sabar juga berarti tidak pencemburu, karena cemburu itu tidak menyelesaikan masalah, justru cemburu itu akan merugikan diri kita sendiri, karena sesuatu yang sudah ditata sedemikian baiknya oleh Tuhan, semua akan berantakan, karena cemburu ….. Sabar juga berarti mau menerima dengan lapang dada segala kemungkinan segala persoalan hidup yang memang harus di hadapi.
Bapak dan ibu yang mengasihi dan dikasihi oleh Tuhan, belajar dari seorang Daud, marilah dalam menjalankan hidup dan kehidupan di Duni ini, kita saling mengasihi, saling merendahkan hati. Saling mensuport satu dengan yang lain, saling menerima kekurangan dan kelebihan satu dengan yang lain. Saling menghargai satu dengan yang lain, Karena kita ini adalah satu tubuh didalam diri Yesus kristus. Dan marilah kita tunjukan pada dunia, bawa kita ini adalah orang orang yang teguh, orang orang yang taat orang bener bener beriman dan di berkati oleh Tuhan, dengan demikian kita akan di mampukan oleh Tuhan, kita akan di menangkan oleh Tuhan dalam menghadapi setiap persoalan hidup yang harus kita hadapi di dunia ini. Tuhan Yesus memberkati. Amien!!!!!!….

By : Sudarmsjitudeyang.
-
Ibadah syukur awal tahun 2023
Ibadah adalah merupakan ungkapan bakti seseorang kepada Tuhan, sesuai dengan keyakinan atau agama masing masing. Vidio di bawah ini adalah merupakan salah satu bentuk bakti kita sebagai orang yang percaya dan beriman kepada Yesus Kristus Tuhan. Vidio ini mencerminkan atau menunjukan suatu prosesi ibadah syukur awal tahun….yang di lkukan oleh jemaat GKJW Kertorejo, di bawah pimpinan Pdt.Dwibagus Adisantoso.Ssi.teol.
By : Sudarmsjitudeyang

-
jangan gelisah.
Jangan gelisah
Yohanes 14: 1-3
Yohanes 14:1-3 “Janganlah gelisah hatimu; percayalah kepada Allah, percayalah juga kepada-Ku.
Di rumah Bapa-Ku banyak tempat tinggal. Jika tidak demikian, tentu Aku mengatakannya kepadamu. Sebab Aku pergi ke situ untuk menyediakan tempat bagimu.
Dan apabila Aku telah pergi ke situ dan telah menyediakan tempat bagimu, Aku akan datang kembali dan membawa kamu ke tempat-Ku, supaya di tempat di mana Aku berada, kamu pun berada.saudaraku yang di kasihi oleh Tuhan kita Yesus kristus, sebagai manusia normal, suka duka, resah gelisah itu adalah hal yang sangat wajar dan tidak jarang kita alami, lebih lebih bila kita telah mengalami suatu peristiwa yang sangat memilukan, dan terasa susah untuk di lupakan,…
bapak ibu dan saudaraku semua yang di kasihi oleh Tuhan, hari ini adalah hari yang ke 40 kita semua telah di tinggal almarhum BPK/ibu/sdr/I ….. pergi ke rumah yang telah di sediakan oleh Tuhan di sorga, perasaan duka yang sangat mendalam tentu masih di rasakan, lebih lebih oleh keluarga yang di tinggalkan disini, secara kamanungsan itu semua adalah hal yang sangat wajar,…. mungkin saat ini kita semua, lebih lebih keluarga disini, sedikit adarasa kegelisahan, kenapa secepat itu Tuhan memanggil. akan tetapi saudaraku semua, sebagai orang yang telah percaya kepada Tuhan, tidak lah seharusnya kita berlarut larut dalam kesedihan, dalam kedukaan dan kegelisahan,… sebab Tuhan itu punya rencana terindah buat kehidupan orang orang yang di cintai ya, termasuk Kula lan nyenengin sadaya.
karena itulah malam hari ini Tuhan memberi nasehat sekaligus penghiburan kepada kita semua, di dalam Yohanes 14:1 – 3. yang sudah kita baca di atas tadi, jangan gelisah hatimu, percayalah kepada Allah percayalah juga kepadaku.. ini menegaskan bahwa Allah jelas akan menjamin setiap kehidupan umat yang di kasihinya, Allah akan memberi kekuatan dan penghiburan sehingga kita di mampukan untuk menghadapi setiap persoalan yang ada, seberat apapun beban persoalan itu, seberat apapun kesedihan yang kita alami, percayalah Tuhan akan senantiasa menopang dan memberi kekuatan kepada kita, malam hari ini kita patut bersyukur karena kedukaan, kesedihan yang begitu mendalam telah mampu dilewati dengan baik dan tegar oleh keluarga disini, 40 hari memang sudah keluarga disini ditinggal almarhum……pulang ke pangkuan bapak di sorga, akan tetapi Allah bapa ternyata tidak pernah sedetikpun meninggalkan keluarga disini, bahkan telah memberi berkat dan kelimpahan kasih sayang. sehingga keluarga disini tidak kekurangan suatu apapun….
saudaraku terkasih, panjenengan semua dan saya adalah orang orang yang dipilih dan di kasihi oleh Tuhan, oleh kerena itu apapun yang terjadi dalam hidup kita, janganlah kita sampai berlarut dalam kesedihan dan kegelisahan terlalu lama, percayalah hanya pada Tuhan, sekali lagi karena dalam Tuhan ada kekuatan, ada kemenangan juga ada penghiburan,….Tuhan Yesus memberkati……Amien…..

By : Sudarmajitudeyang
-
Peneguhan sidi
Pentingnya Peneguhan sidi Seseorang.

penenguhan sidi adalah sesuatu hal yang sangat penting bagi para pemeluk agama Kristen protestan, karena Peneguhan sidi adalah merupakan proses, salah satu bagian dari pengakuan iman dalam Gereja Protestan. dimana seorang yang telah di anggap dewasa dan telah mengikuti pembelajaran tentang iman Kristen atau telah mengikuti katekisasi selama satu tahun, wajib di teguhkan oleh pdt. jemaat setempat. dewasa dalam hal ini, setidak tidaknya, telah berumur 15th. selanjutnya Seseorang yang sudah melakukan peneguhan sidi maka ia sudah dianggap melaksanakan pembinaan kepribadian dirinya sendiri. Ketika seseorang memutuskan untuk mengikuti katekisasi, menjalankan proses setiap pembelajaran dan sampai pada peneguhan sidi maka seseorang sudah dianggap dewasa secara iman.
Dewasa dalam hal ini adalah sangat relatif sekali, karena kedewasaan iman seseorang tidak bisa diukur dengan patokan tertentu, atau dengan berapa usia atau umur orang tesebut, kenyataan di lapangan, tidak jarang kita menjumpai orang orang yang menurut usianya sudah di anggap dewasa umur 15th keatas, bahkan sudah tua,.. akan tetapi dalam menjalankan aktifitasnya sehari hari, tidak sama sekali menunjukkan kedewasaan ( kematangan ) iman. banyak orang orang yang di anggap dewasa akan tetapi hidupnya sama sekali tidak menunjukan sikap dan prilaku layaknya orang yang sudah dewasa atau matang dalam iman. mereka masih egois, suka marah, mau menang sendiri, tidak pernah menghargai pendapat orang lain, bertindak yg sama sekali tidak mencerminkan sikap sebagai pengikut Kristus.
oleh karena itu pentingnya sidi, karena dengan diteguhkannya sidi seseorang, justru di situ awal di mualinya proses pendewasaan dan pematangan iman seseorang. dengan demikian tidak ada alasan bagi mereka yang sudah berusia 15th dan sudah mengikuti katekisasi selama satu tahun untuk tidak di teguhkan sidinya. kita bisa bayangkan, kalau peneguhan sidi seseorang menunggu sampai iman seseorang tersebut benar-benar dewasa dan matang. mungkin seumur hidup kita, kita tidak akan pernah bisa melihat dan melaksanakan acara prosesi peneguhan sidi. semoga sedikit coretan ini mapu terus menginspirasi kita dalam berpelayanan. Tuhan Yesus memberkati. 🙏🙏🙏🙏🙏🙏

By : Sudarmajitudeyang
-
Beranda

Anda harus log masuk untuk menerbitkan komentar.