-
Keseimbangan hidup
Khotba ibadah minggu, 03 April 2022 (06.00)
Keseimbangan Hidup
Lagu rohani Bhs Dayak maanyan Bacaan Yohanes 12 : 1 – 8
Shalom sidang jemaat yang di kasihi Tuhan dan mengasihi Tuhan. Kalau kita rasa rasakan, Segala aspek kehidupan tentunya memiliki dua sisi. Yaitu, Baik, buruk; bagus, jelek; tinggi, pendek, dermawan, pelit, dan sebagainya, dan hal itu berjalan beriringan sejalan dengan kehidupan didunia ini. Demikian juga kehidupan kita, sebagai orang – orang percaya, dimana terdapat dimensi jasmani dan roami didalam kehidupan kita, dimana dimensi ini berjalan beriringan untuk menjadi satu kesatuan. Namun pada kenyataan yang ada, dimensi jasmani dan rohani, ini tidak mampu untuk berjalan secara beriringan, tidak mampu menyatu didalam kehidupan kia. Sehingga memungkinkan kita hanya fokus kedalam kehidupan jasmani saja atau fokus pada dimensi jasmani, dimensi lahiriah saja.
Saudaraku semua yang di kasihi Tuhan, Dimensi jasmani atau dimensi lahiriah adalah suatu dimensi yang berbicara tentang kehidupan keseharian kita, yang sangat bergantung pada tindakan diri kita sebagai manusi. Pokonya hanya mengandalkan kekuatan dirinya, kekuatan manusia, sehingga kita tidak mampu untuk mensyukuri, menikmati kebaikan Tuhan, berkat Tuhan didalam kehidupan keseharian kita. Berkat Tuhan hanya di ukur dan di pandangan, dalam pandangan jasmani saja, atau pandangan lahirialah saja.
Dalam bacaan kita pagi hari ini, menceritakan tentang peristiwa pengurapan kaki Yesus yang dilakukan oleh Maria menggunakan minyak Narwastu dan adegan-adegan yang ditunjulan oleh penulis Injil Yohanes. Bacaan pada pagi hari ini juga menolong kita untuk, setidaknya membedakan bagaimanakah gambaran seseorang yang hidupnya hanya berfokus pada dimensi jasmani/ lahiriah dan seseorang yang mampu menyeimbangkan antar keduanya.
Sidang jemaat yang berbahagia, Sebagai gambaran awal kita tentang Narwastu, Menurut KBBI: Narwastu (nar·was·tu) n 1. akar wangi; serai wangi; 2. bau-bauan yg dibuat dr akar wangi. Dalam Kamus Alkitab : Narwastu = Sejenis bau-bauan yang dibuat dari akar serai wangi (Kid.1:12; 4:13-14; Mark.14:3; Yoh.12:3).
Kemudian, Pada zaman Yesus, minyak narwastu biasanya ditempatkan dalam buli-buli berdiameter 10 -12 cm dan tinggi buli-bulinya sekitar 8-10 cm. Mulut buli-bulinya cukup kecil karena biasanya dipakai sedikit saja dan sudah semerbak baunya. Pada zaman itu minyak narwastu adalah wewangian yang mahal dan biasanya di import dari India. La hal yang demikian ini, Maria tentu sangat mengetahui bahwa minyak Narwastu yang akan dia pergunakan untuk meminyaki kaki Yesus memiliki nilai ekonomis yang tinggi. Jika Maria adalah seseorang yang hanya berfokus pada perkara lahiriah, dimana dia memperhitungkan nilai ekonomis dan nilai manfaat atas apa yang akan diperbuatnya kepada Tuhan Yesus, barangkali dia akan mengurungkan tindakannya itu. Akan tetapi, karena Maria telah mencapai keseimbangan diri, maka dia tidak lagi menilai apa yang dilakukannya kepada Yesus itu sebagai bentuk pemborosan atau sesuatu yang tidak berguna untuk dilakukan. Juga karena pencapaian keseimbangan itu, Maria mampu menyadari cinta kasih Tuhan Yesus dan berupaya untuk mewujudkan sikap mengasihi Tuhan dengan keseluruhan hidupnya. Tidak hanya minyak Narwastu yang mahal harganya itu yang dia berikan, bahkan harga diri sebagai seorang wanita yang hidup dalam budaya Yahudi seutuhnya pun dia tanggalkan dengan membuka penutup kepalanya – meminyaki kaki Yesus menggunakan rambutnya. Hal ini bukanlah kejadian yang biasa dan pada masa itu bisa dianggap tidak pantas, karena wanita umumnya tampil dengan bertudung/berkerudung, dan melepas/mengurai rambutnya hanya dilakukan di dalam kamar mereka. Melepas rambut di depan umum seperti yang Maria lakukan dan menyeka kaki Yesus dengan rambutnya adalah suatu tindakan kasih dan luar biasa yang tidak lazim dilakukan.
Peristiwa meminyaki kaki Yesus dan menyeka dengan rambut tersebut, tentu saja menimbulkan berbagai reaksi. Mengingat bahwa wanita hanya hadir sebagai pelayan dan tidak ikut makan bersama, maka pada saat perjamuan itu tentulah semuanya hanya laki-laki. Berbagai rasa tentu timbul … ada yang jengah dan malu karena terkejut melihat Maria melepas dan mengurai rambutnya, tetapi ada juga yang iri. Murid-murid yang menyaksikan peristiwa tersebut mereka merasa gusar. Gusar karena dunia lelaki mereka terusik oleh Maria yang mempertontonkan penyembahan, pengorbanan dan pengagungan luar biasa terhadap Yesus, sementara mereka tidak mampu mengekspresikan hal seperti itu. Jengah? ya, malu? ya, terkejut? ya … tetapi iri?
Saudaraku terkasih, kita tahu Yudas Iskariot to , salah seorang murid yang juga menjadi salah satu tamu dalam perjamuan tersebut. Yudas tidak dapat mencerna dan memahami dengan baik apa yang dilakukan Maria terhadap Tuhan Yesus dihadapannya, dia hanya berfokus pada sisi lahiriahnya saja. Dia menilai apa yang dilakukan oleh Maria adalah suatu tindakan pemborosan yang tidak berguna dan tidak perlu dilakukan. Dia beralasan bahwa minyak Narwastu yang memiliki harga mahal tersebut bisa diuangkan dan uangnya bisa dibagi-bagikan kepada orang yang membutuhkan. Sekalipun dasar pemikiran yang disampaikan Yudas adalah sesuatu yang nampaknya pantas untuk dipikirkan, tetapi karena seorang Yudas yang menyampaikan, maka kita pun pantas curiga, apakah pertimbangan yang Yudas sampaikan itu benar-benar bersumber dari ketulusan hatinya?
Bapak ibu yang terkkasih, Menjalani cara hidup dan cara pandang yang seimbang antara jasmani dan rohani bukanlah perkara yang mudah untuk dilakukan, butuh usaha dan perjuangan yang keras untuk bisa mencapai titik itu. Sebagaimana apa yang telah disampaikan oleh Rasul Paulus kepada jemaat di Filipi, bahwa dia sendiri juga mengakui jika dirinya belumlah sampai pada titik itu dan masih dalam situasi pertandingan atau perjuangan. Perjuangan untuk mencapai titik keseimbangan mungkin adalah proses seumur hidup. Tetapi jika kita mau tetap setia untuk berjuang, maka kita akan dimampukan untuk menjadi orang yang dipenuhi hikmat dan kebijaksanaan.
Dengan berjuang untuk mencapai titik keseimbangan itu pula, kita akan dimampukan untuk tidak hanya melihat berkat-berkat Tuhan dari segi lahiriah (materi) saja. Bahkan dalam kondisi semenderita dan terpuruk apapun, kita akan tetap mampu melihat wujud berkat Tuhan. Sebagaimana ajakan Nabi Yesaya kepada orang-orang Israel agar tetap mengingat segala kebaikan Allah yang telah dicurahkan pada bangsanya, percaya pada janji-janji yang diadakan Allah bagi bangsanya.
Selanjutnya Saudaraku semua yang di kasihi Tuhan, untuk mencapai sebuah titik keseimbangan yang sempurna dalam kehidupan kita, yaitu antara kebutuhan rohani dan jasmani, itu sangat di perlukan suatu pengorbanan, salah satunya, untuk bisa membiasakan bertirakat, sedikit menekan kebutuhan jasmani yang kenyataannya memang porsinya terlalu banyak di bandingkan dg kebutuhan rohani kita, oleh karena itu, Saudaraku terkasih, saat ini adalah suatu kesempatan yang baik, bagi kita untuk bertirakat, untuk bisa menghayati, peristiwa paskah, yang sebentar lagi kita peringati. Tirakat, bapak dan ibu, adalah salah satu tindakan yang perlu kita lakukan, untuk mendekatkan diri kepada Tuhan, dan agar tirakat itu boleh menjadi salah satu jalan berkat buat kehidupan kita bersama, baik itu hidup antar sesama, hidup ber negara, bergereja, marilah semuanya kita lakukan dg tulus dan ikhlas, akhirnya, perkenankan kami ucapkan selamat menghayati Minggu Minggu paskah kita dg setia agar kita bisa mencapai pada titik keseimbangan yang di kehendaki oleh Tuhan. Tuhan yesus memberkati. Amien.

By : Sudarmajitudeyang
-
Kakiyatan iman
Kakiyatan Iman. Pangabekti patuwen 31 Maret 2022
Waosan saking perjanjian lami Yesaya 43:1-7(Gesang mboten segampil menika)
Shalom bapa tuwin ibu, ugi saderek Kula sadaya ingkang Kinasih ing ndalem asmanipun Gusti. Kula pitados, bilih perkataan utawi masukan ingkang positif lan membangun menika ewet dipun Amini utawi mboten gampil dipun tampi, Dening tiyang tiyang ingkang sawek nggadepi pergumulan Gesang ingkang awrat. Perkataan, ingkang membangun, perkataan ingkang menghibur, ingkang ngiyataken supados tetep maju, pancen raos raosipun ewet dipun tampi, menawi tiyang menika, sawek nggadepi pakewet wonten ing gesangipun.
Saderek Kula ingkang Kinasih, wonten ing pergumulaning Gesang ingkan awrat, maksud kita paring masukan, paring kekiyatan, paring semangat, paring panglipur, paring dorongan supados piyambakipun mboten nglukro, ananging kasunyatanipun mboten mekaten, malah malah semangat lan dorongan ingkang dipun paringaken menika kadose namung meme kemawon ( namung guyonan utawi ejekan )
Barang kali kita sampun asring mirengaken, ceramah ceramah sang motifator, wonten ing medsos utawi wonten ing TV, kados Ibu Merry Riana, Bbp teguh Mario. Tiyang menika Sae sanget menawi paring motifasi. Ananging bapa tuwin ibu, mboten segampil menika, nindakaken Gesang wonten ndonya, njih nopo mboten ???
Pancen sak estu, Gesang menika mboten kok segampil kados nopo ingkang kita bayangkan, Gesang menika mboten segampil, kados nopo ingkang dipun kotbahaken Dening para peladosing pasamuan, lan Gesang menika mboten segampil Malik telapaking Asta. Kenging menapa saget mekaten, njih bapa ibu, pancen sak estu, ewet sanget, kita bangkit dari keterpurukan hidup ini, yang seakan akan tidak ada harapan lagi. Ananging,..!! Gesang menika sejatosipun namung betah keyakinan, iman kita kedahipun kiyat, lan pitados sesarengan kaliyan Gusti, kita sadaya saget, kiyat lan sagah nggadepi sadaya pergumulaning Gesang.
Saderek Kula ingkang Kinasih, waosan kita Dalu menika, menawi kita raosaken, menapa mboten ewet, nampi dawuhipun Gusti lumantar nabi yesaya ingkang dipun tujokaken dumateng bangsa Israel kala semanten, kamangka Israel sawek nggadepi perkawis ingkang mboten ngremenaken, Yerusalem hancur lebur, lan selajengipun bangsa Israel Gesang dados budak manggen wonten ing tanah pembuangan.
Wonten ing perikup kita Dalu menika, Gusti Allah paring dawuh “Sira aja wedi, awit Ingsun wus nebus sira, Ingsun wus nimbali sira kanthi nyebut jenengira, sira iki kagunganingSun. Senajana Gusti paring dawuh lan janji ingkang mekaten, ananging bangsa Israel dereng saget nampi lan pitados Karana kasunyatane bangsa Israel taksih wonten ing pembuangan.
Mekaten ugi kagem Kula lan panjenengan sadaya, kita ugi asring kagungan pemahaman kados bangsa Israel, ewet nampi dawuh lan janjinipun Gusti. Menika kita sadari ke mawon, Karana kita sampun asring nampi janji saking manungsa lan mboten Nate dipun tepati.
Ananging saderek Kula sadaya, menika janjinipun Gusti Allah Lo, Gusti Allah menika Gusti ingkang mengaku Gesang Kula lan panjenengan sadaya, janjinipun saking mula ngantos sak menika mboten Nate ewah, lan janjinipun Gusti menika mboten kok janji palsu, njanjinipun pasti dipun genapi Dening Gusti.
Pancen kasunyatane, Gesang menika mboten gampil, ananging menawi kita beriman lan pitados pasrah Sumarah sak randune Gesang menika wonten ing pangrehipun Gusti, tamtu Gesang menika badhe dados gampil. Karana Gusti Allah piyambak ingkang janji lan tamtu dipun genapi, katun kadospundi mawon anggen kita nyikapi.
Bapa ibu ingkang Kinasih, wonten ing Minggu cawisan pertama menika, kita sadaya dipun ajak, mangga kita kanthi tekun, sabar, tumemen, sesarengan sami ngrantos janjinipun Gusti, pitados kanthi tulusing manah, bilih Gusti Yesus tansah mitulungi lan amberkahi Gesang Kula lan panjenengan sadaya, Wiwit dinten menika ngantos Salami laminya. Gust amberkahi. Amien.

By : Sudarmajitudeyang.
-
Putra ingkang ical
Khotbah minggu 27 Maret 2022 (09.00)(bahasa Jawa)
Bacaan khotbah Lukas 15: 1 – 3, 11b – 32
Shalom, pasamuan ingkang kinasih, ing ndalem asmanipun Gusti kita yesus kristus, Sang juru basukinipun manungsa. Saderek ingkang kinasih, menapa kita nate nelangsani suatu perkawis utawi menyesali sesuatu perkara, wonten ing pigesangan menika ?..kawula pitados bilih sadaya tiyang tamtu nate ngalami. Kita asring mireng ungkapan ingkang mekaten “getun menika dugine mesthi kentun “ utawi Penyesalan selalu datangnya terlambat “ menawi ten ngajeng namine pendaftaaran.Pasamuan ingkang kinasih, waosan kita dinten menika nyariosaken bab perkawis nyuga ingkang ical, kita sadaya tamtu sampun nate mireng, mangertos lan memahami bab perkawis carios menika, gambaran yuga ingkang ical, yuga ingkang mboten berbakti dumateng tiyang sepuh, yuga ingkang mbiten nate bersyukur, ngantos komowantun nyuwon warisan dumateng tiyang sepuh, kamangka tiyang sepuhipun tasih gesang. Lajeng saksampunipun angsal warisan, piyambakipun berfoya foya nelasaken hartanipun, pungkasanipun gesangipun dawah lan dados miskin. Menika gambaran, carios bab yuga ingkang ical, ananging saderek kula ingkang kinasih sejatisipun carios yuga ingkang ical menika mboten kok nyariosaken yuga ingkang bungsu kemawon, ananging ugi yuga ingkang sulung.
Pasamuan ingkang kinasih, carios yuga ingkang ical menika sejatisipun nyariosaken, carios tiyang sepuh ingkang sae manehipun, tiyang sepuh ingkang welas asih. Lan kontek perumpamaan menika dipun sampekaken dening Gusti yesus, rikala para pemungut cukai lan tiyang tiyang berdosa dugi sowan dumateng gusti yesus sak perlu mirengaken dawuhi Pun. Sawetawis tiyang tiyang farisi lan para ahli taurat mboten setuju, ningali gusti yesus bergaul lan nenda sesarengan kaliyan tiyang tiyang ingkang dipun anggep dosa kalawau.
Saderek kula sadaya, carios menika, saget kita bagi dados kalih kelompok utawi kalih bagian, njih menika kelompokipun anak bungsu lan kelompok anak sulung, kalih kelompok menika klebet klompok anak ingkang ical, seljengipun bapa tuwin ibu, tiyang ingkang mboten tau diri, tiyang tiyang ingkang dipun anggep gesangipun kirang prayogi wonten ing ngarsane gusti, lan sadaya tiyang ingkang dipun anggep klebet tiyang lepat, tiyang doso, menika mlebet wonten golonganipun anak bungsu ingkang ical, selajengipun, tiyang ingkang nganggap piyambakipun leres gesangipun wonten ing ngarsame gusti, menika klebet golongan anak sulung ingkang ical.
Pasamuan ingkang kinasih, kula ambali malih, kalih golongan, anak bungsu lan sulung menika, sami sami dados yuga utawi anak ingkang ical. Si bungsu dados anak ical karana keangkuhanipun, karana nafsunipun, dene si sulung dados anak ical karana nganggep gesangipun paling leres wonten ing ngarsanipun gusti, gesangipun remen nyetempel tiyang lintu menika minangka tiyang ingkang disa, lan mboten remen ningali tiyang ingkan bade bertobat.
Bapa tuwin ibu ingkang kinasih, mboten kita pungkiri, bilih wonten ing kasunyating gesang, kita menika mlebet wonten ing golongan anak sulung ingkang ical, karana kita asring menhakimi tiyang lintu, lan mboten gampil paring pangapunten ndumateng tiyang ingkang lepat dumateng kita, kamangka asring, bilih kita menika nganggep, minangka para putra lan putranipun Gusti Allah.
Bapa utawi tiyang sepuh, wonten ing carios menika, kagambaraken miangka Gusti Allah piyambak, ingkang kebak welas asih, sabar, mboten nate menghakimi tiyang sanes, kathi bijak didik lan mbimbing tiyang doso supados bertobat.
Mekaten ugi selajengipun, menawi kita nyimak perjalanan gesangipun bangsa israel, rikala mlebet dateng tanah perjanjian, gusti allah piyambak ingkang ndadosaken, bangsa israel minangka bangsa kagunganipun, lan umat israel dipun dadosaken ciptaan baru. Krana ingkang lami sampun risak dening dosa. Sakmenika manungsa sampun mboten malih minangka musuhipun Allah, manungsa sampun dipun damaiaken kaliyan Allah dening rahipun gusti yesus wonten ing kajeng salib. Manungsa sampun katebus dening gusti yesus lan dipun apura daso disanipun. Sakmenika sumangga, kita saling asung paring pangapunten dumateng tiyang ingkang lepat dimateng kita. Karana kita ugi sami sampun nampeni pangapuntening doso sakeng gusti.
Sederek ingkang kinasih, minggu menika taksih klebet minggu prapaskah ke IV. Wonten minggu prapaskah ke IV menika kula lan panjenengan sadaya dipun suwon merefleksi diri, menggalih, merenung, menapa kita menika rumaos kewetan, menawi kita paring pangapunten dumateng tiyang lepat…. Wangsulanipun jelas ewet, biasa nipun mekaten njih ??? Menapa kita gampil dendam ??? menika njih mekaten, wangsulane gampil, selajengipun, gampil pundi, membenci kaliyan mengampuni, menika ugi jelas, wangsulane gampil membenci, karana membenci menika perkawis ingkang gampil sanget, tanpa sinau pun saget. Benten kaliyan mengampuni, kedah sinau sabar sekedik mboka sekedik supados kulino sabar lan kulino mengampuni, gusti yesus piyambak, sampun paring tuloda, ngantos ngantos seda sinalib wonten ing kajeng salib, namung kangge ngapunten dosa kula lan panjenengan sadaya.
Wonten gusti yesus mboten wonten pengampunan ingkang mirah, karana gusti yesus sampun mbayar sedayanipun kangge nebus dosa kula lan panjenengan sadaya kanthi regi ingkang mahal, ingkang mboten saget dipun intang nilainipun, Gusti yesus mbayar sadayanipun kathi rahipun, kanthi yawanipun sedo sinalib ing ngardi golgota.
Karana menika saderek kula sadaya, mangga kita sami sinau paring pangapunten dumateng tiyang ingkang lepat dumateng kita. Lan regi ingkang kedah kita bayar njih menika, kesabaran, kerendahatian, ketulusan, ketekunan kan tumemen wonten ing gesang. Mangga kita sami hambangun gesang sesarengan kaliyan sesami, tanpa mbedak mbedak aken satunggal lan satunggalipun. Lan tansah hambangun hubungan kaliyan gusti kathi tekun ndedonga. Gusti yesus amberkahi. Amien
By : Sudarmajitudeyang
-
Pokok anggur yg baik
Bacaan : Lukas 13 : 1 – 9
Shalom bagi kita semua yang di kasihi dan mengasihi Tuhun. Apa yang yang terlintas di dalam pikiran kita, atau apa yang kita pikirkan ketika kita melihat, atau mengetahui suatu tragedi atau pristiwa. Misalnya bencana alam, kecelakaan, kemalingan, gagal membangun bahtera rumah tangga, gagal dalam dunia pekerjaan, gagal dalam percintaan, gagal dalam dunia pendidikan? Apa yang terlintas dan apa yang kita pikirkan mengenai kejadian tersebut? . . . . . tentunya ada sebagain orang berfikir itu merupakan karma, hukuman dari Tuhan atas perbuatan dan pelanggaran yang di lakukan, Pandangan seperti ini sudah ada pada zaman dulu. Manusia lebih suka untuk menghakimi orang lain dari pada melihat dirinya sendiri, seolah – olah dirinya paling benar, paling suci.
Bacaan kita pada siang hari ini juga demikian, Pada zaman itu ada pandangan yang umum yang menyatakan bahwa orang benar/saleh pasti akan diberkati Tuhan, sehingga akan selamat dan baik-baik saja. Sehingga kalau seseorang terkena bencana yang hebat, apalagi mengalami kematian yang mengerikan, itu membuktikan bahwa Tuhan tidak berkenan akan hidup orang itu dan karena itu Tuhan memberikan bencana/kematian itu sebagai hukuman.
Ada dua peristiwa naas yang disebutkan, Peristiwa pertama menyangkut sekelompok orang Galilea yang dibantai di pelataran Bait Allah sewaktu mereka telah membawa persembahan. Mereka disangka “pendosa” kemungkinan karena mereka menunjukkan (atau dianggap menunjukkan) pemberontakan terhadap para penguasa di Yerusalem pada saat itu sehingga langsung ditindak Pilatus. Yesus tidak menyangkal kalau mereka adalah pendosa, tetapi Dia menegaskan bahwa angkatan yang sesat yang Dia hadapi tidak berbeda. Tinggal waktu (kurang lebih 40 tahun) dan mereka akan mengalami nasib yang sama (penduduk Yerusalem dibantai oleh tentara Romawi) oleh karena mereka tidak siap berdamai dengan musuh. Peristiwa kedua merupakan kecelakaan, dan kedelapanbelas korbannya disangka “pengutang”, yaitu kena sanksi dari Allah karena berbuat salah. Tetapi nasib yang sama menunggu semua penduduk Yerusalem 40 tahun kemudian, ketika Yerusalem dirubuhkan oleh tentara Romawi.
Kemudian, Yesus mengibaratkan keadaan Israel sebagai pohon ara yang sudah terlambat berbuah. Pemilik kebun siap menebangnya karena tidak berguna, tetapi pengurus kebun anggur menawarkan untuk berusaha satu tahun lagi. Kurang lebih, Allah adalah pemilik kebun, Yesus pengurusnya, dan pelayanan Yesus untuk membawa Israel kepada pertobatan adalah usaha terakhir supaya Israel berbuah. “kurang lebih” bisa diartikan ada percakapan antara pemilik dan pengurus kebun bisa saja ditafsir seakan-akan Yesus tidak sepandangan dengan Allah. Yang disampaikan dalam percakapan itu adalah kedua segi dari pertimbangan Allah, Bapa dan Anak: hukuman dibutuhkan, tetapi jalan keluar tetap mau ditawarkan. Daripada menghakimi sesama yang dilanda musibah, orang Israel semestinya melihat musibah itu sebagai peringatan untuk mereka sendiri bertobat. Pertobatan itu berarti mengikuti Yesus. Mengikuti Yesus berarti hidup dalam kasih bahkan kepada musuh, yaitu dengan kasih seperti yang akan diperlihatkan di salib.
Perikop ini bercerita tentang hukuman Allah yang ditunda supaya manusia bisa bertobat. Bertobat berarti menerima pemberitaan Yesus yang memampukan kita untuk berbuah. Jadi, kita diajak untuk bertobat. Tidak hanya sekedar bertobat, kita diajak untuk berperan sama seperti Yesus dalam mempersiapkan umat Allah menerima Injil supaya berbuah.
Berbicara tentang hukuman Allah yang di tunda berarti berbicara saol waktu, Dalam Yes 53:6 dikatakan, “Carilah Tuhan selama Ia berkenan ditemui”. Ketika hukuman terjadi, sudah terlambat mencari Tuhan. Kemudian orang yang mengatakan, “nanti saja saya bertobat” biasanya tidak sempat bertobat bahkan ketika menghadapi ajal hidupnya.
Dalam Yes 55:1–9 menjelaskan pertobatan yang sejati. Pertobatan itu mulai dengan merindukan keselamatan dari Allah, sebagai hal yang akan memuaskan jiwa. Dengan keinginan demikian, orang akan ingin meninggalkan jalan fasiknya (55:7). Jalan orang fasik berati, berbicara tentang keingian duniawi, ke inginan daging. Dalam surat rasul paulus kepada jemaat di Korintus, hal – hal dunia inilah yang menuntun kita keluar dari jalan keselamatan. Makanya, didalam bacaan kita pada siang hari ini, injil Lukas berbicara tentang perjalanan ke Yerusalem tadi, dimulai dengan tantangan untuk mengingini Yesus di atas segalanya. Hal itu adalah dasar dari pertobatan. Cara hidup yang diajarkan memberi wujud nyata dari pertobatan itu.
Dalam kepercayaan lama, musibah dilihat sebagai akibat pelanggaran. Yesus menerima bahwa dosa ada akibatnya, tetapi pemahaman-Nya berbeda dalam dua hal. Yang pertama, musibah itu pertanda akan musibah yang lebih dahsyat (misalnya, hukuman atas Yerusalem, hukuman kekal), dan musibah itu peringatan bagi semua orang yang melihatnya, bukan hanya bagi yang langsung menjadi korban.
Sidang jemaat yang di kasihi eleh Tuhan, pada dasarnya setiap orang tidak akan lepas dari hukuman, sesuai dengan, dosa dan kesalahan yang telah kita lakukan dalam hidup di dunia ini. Akan tetapi sebelum hukuman itu terjadi, kita masih di beri kesempatan olehTuhan untuk memperbaiki hidup, dengan cara bertobat.
Kita semua ini ibarat pohon anggur yang sudah bertahun tahun di pelihara dengan harapan agar bisa berbuah lebat, dan memuaskan bagi pemiliknya, Akan tetapi harapan itu tinggal harapan, dan buahnya pun juga hanya sebatas angan anagan. Arti nya buah anggur tersebut tidak sama sekali berbuah. Karena mendapati kebun anggurnya tidak berbuah, saudaraku, pemilik kebun itu memerintahkan kepada tukang kebun, untuk menebangnya, karena di anggapnya sudah tak berguna lagi. Apa yang terjadi saudaraku, dg rendah hati, si tukang kebun itu, memohon agar untuk sementara waktu jangan di tebang dulu, biar ku pelihara lagi, siapa tahu tahun depan berbuah, dan apa bila ternyata tdk berbuah silahkan di tebang, dan di musnahkan.
Dengan jelas saudaraku semua, bahwa gambaran di atas menunjukan bahwa Allah Bapa adalah samg pemilik kebun anggur, Yesus Kristus Tuham kita adalah si tukang kebun sedangkan kita adalah kebun anggur. Dalam hal ini sebagai kebun anggur kita masih di beri kesempatan agar kita bisa berbuah lebih baik lagi tahun berikutnya sebelum hukuman itu datang. Karena itu sebagai tukang kebun Tuhan yesus dengan sabar dan sangat rendah hati memohon dan berharap agar kita bisa berbuah dan terhindar dari gukuman Allah.
Sidang jemaat yg berbahagia, agar kita bisa berbuah baik, hanya satu jalan yang harus kita pilih dan lalui, yaitu bertobat, bertobat berarti Kita mengakui memang selama ini kita kurang baik dalam berbuah. bertobat berarti kita harus menyerahkan sepenuhnya hidup ini hanya pada si Tukang kebung anggur tadi, yaitu Tuhan kita yesus kristus. Menyerahkan hidup sepenuhnya kepada Tuhan yesus berati kita siap untuk di bentuk menjadi lebih baik lagi oleh Tuhan. Menjadi orang yang siap dibentuk, untuk bisa berbuah dengan baik, pertama yang harus kita lakukan yaitu, munumbuhkembangan benih kasih yang sudah ada di dalam hidup kita, yang selama ini terpendam dan tak menghasilkan apa apa, dan apa bila kasih itu sudah tumbuh di dalam hidup kita, marilah kita rawat, kita jaga pelihara, agar bisa berbuah lebat dan menyenangkan Allah, dan apa bila sudah berbuah biarkanlah buah itu bisa menjadi berkat juga bagi sesama yang membutuhkan. Selanjutnya, apa bila hidup ini sudah berbuah baik juga bisa menjadi berkat bagi sesama, percayalah Allah bapa yang di soraga pasti melepaskan kita dari hukumannya dan memberi kita kemenangan dan kemerdekaan, kalau sudah demikian, kita akan hidup penuh dengan kelimpahan berkat, kita akan hidup suka cita dan damai sejahtera. Karena tuhan akan terus dan tak putus untuk memberkati kita semua. Tuhan yesus memberkati. Amien.
By : Sudarmajitudeyang.
-
Pandadaring pigesangan
Kotbah Ibadah Keluarga (17 Maret 2022)
Waosan wahyu 2 : 8 – 11. Natsipun ayat 10 bagian akhir. ” Sira disetya tuhu nganti tumeka ing pati, temah bakal Sunganjar makuthaning kauripan “.
Saderek kula sadaya ingkang kinasih,wahyu 2:8-11 menika minangka wahyunipun gusti yesus dumateng pasamuan ing smirna. Nami smirna menika saking kata mur njih menika bahan kangge ndamel minyak wangi, dene mur piyambak ngemu teges pahit raosipun. Menika sangat cocok sanget kaliyan kawontenanipun pasamuan ing samaria, karana kala semanten pasamuan smirna sawek nggadepi mawarni warni pancoben. Kawontenanipun pasamuan smirna kala semanten estu estu memprihatinkan, warganipun miskin sanget, hal menika estu bertentangan kaliyan kawontenanipun kota smirna, ingkang sejatosipun smirna menika kota ingkang sugih sanget. Kemiskinan lan penderitaan ingkang dipun alami pasamuan smirna menika, mboten kok amargi warga smirna mboten purun nyambut damel, Ananging amargi warga pasamuan smirna mboten purun nyembah kaisar sehingga pasamuan smirna terus dipun tekan dening penerintah setempat kala semanten. Ananging bapa tuwin ibu, senajana mekaten, gusti yesus paring dawuh dumateng pasamuan smirna, wonten ing ayat 10 bagian terakhir ingkang mekaten “ sira di setya tuhu nganti tumeko ing pati, temah bakal sunganjar mahkuthaning kahuripan “
Saderek kula sadaya ingkang sami dipun tresnani dening gusti kita yesus kristus, menawi kita nyimak waosan ing wahyu 2 : 10 bagian akhir menika, wonten kalih perkawis ingkang kedah kita mangertosi, nomer satunggal njih menika mahkutho. Lan nomer kalih kauripan.
Patunggilan ingkang kinasih, wonten ing kamus bahasa indonesia mahkota menika ngemu teges salah satunggalipun, njh menika sesuatu ingkang berhubungan kaliyan kekuasaan. Ananging menawi miturut google, mahkota menika saget dipun maknai njih menika keabadian. Lan mahkutha meniko mboten kok sembarang tiyang ingkang kagungan, mboten kok sembarang tiyang ingkang saget nggayuh mahkutha menika, namung tiyang ingkang estu estu angsal wangsit, tiyang ingkang estu estu dipun timbali lan dipun piji ke mawon ingkang badhe nampi.
Patunggilan ingkang kinasih, nopa to tegesipun kauripan menika ??…. Miturut pemanggih kula, kauripan menika, saget dipun wastani sumbering urip. Lan sumbering urip ingkang sejatos menika njih Gusti Allah piyambak. Lajeng menawi mekaten, mahkutaning kauripan menika saget dipun maknai, gesang ingkang tanpa winates, utawi gesang langgeng.
wonten waosan kita ten wahyu 2:8-11. Sampun cetha lan gamblang sanget sinten ingkang badhe nampeni hadiah mahkotaning kauripan menika,.. njih menika, tiyang ingkang tatag nggadepi sadaya pancobane gesang, tiyang ingkang tetep teguh setya tuhu dumateng gusti nganti pungkasane gesang. Tiyang ingkang mekaten menika bakal nampi hadiah saking Gusti ingkang murbeng dumadi, arupi mahkotaning kahuripan.
Ananging bapa tuwin ibu wonten ing kasunyataning gesang, ingkang asring kita alami, kathah kathahipun menawi kita dipun hina, dipun caci, dipun fitnah, minangka manungsa limrah, tamtu kita nesu nesu, saget saget malah nglabrak du mateng tiyang ingkang sampun mencaci, menfinah lan menghina kala wau. Karana menika saderek kula sadaya gesang wonten ing alam ndonya menika kathah sanget godaanipun, biasanipun wonten ing alam ndonya menika, salah kedik, tiyang sampun nesu nesu, ngumpat, arep nglabrak lan sanes sanesipun. ( Conto : menawi wonten tangginipun wonten hajatan, tanggi tepalih njih dipun paringi. Ananging masio sampun di paringi, taksih mawon enten kirange lan di rasani, jarene sing, alah iwake cuilik cuilik, alah bumbune gak kroso lan sanes sanesipun ) La tiyang ingkang mekaten menika nopo njih patut nampeni hadiah mahkuthaning kahuripan?.. wangsulane wonten ing manah kita piyambak piyambak.
Menawi nilik ayat nats ipun, “ Wahyu 2:10 bagian terakhir “ Sira disetya tuhu nganti tumeka ing pati, temah bakal Sunganjar makuthaning kauripan “. Saderek kula ingkang kinasih, sakmenika kados pundi kagem gesang kula lan panjenengan sadaya, supados kita sadaya angsal mahkuthaning kauripan utawi gesang langgeng saking panjenenganipun Gusti Allah Sang Rama…… mangga kita sami gesang kathi tumemen mbangun turut kaliyan gusti, Mangga kita sami nglampahi gesang menika kathi sabar tekun, andap asor, asung paring pambiyantu, asung lelados, asung paring pangormatan satunggal lan satunggalipun, ngantos ing wekasaning gesang. Yakin lan pitados bilih kita sadaya badhe sami nampeni mahkuthaning kauripan. Gusti yesus amberkahi. Amien.
By : Sudarmajitudeyang.
-
Teguhkan iman
Kotbah, Minggu 13 Waosan saking Lukas 13 : 31 – 35
Saderek kula sadaya ingkang sami dipun tresnani dening Gusti kita Yesus Kristus, menapa panjenengan sadaya nate ngalami bimbang.??
Bimbang menika wonten ing kamus bahasa indonesia, ngemu teges, njih menika manah ingkang mboten menentu, ragu ragu, mboten wonten kepastian.Coto sederhana, mekaten.
Dino iki udan opo ora yo, iki mangkat kerjo opo ora yo, aku mengko oleh duwit opo ora yo, aku mengko dilokno opa ora yo, lan selajengipun. Mekaten ugi wonten ing gesang menika, kita asring nggadepi pilihan pilihan ingkang kedah kita pilih. Kita ugi asring mengalami kesulitan, pundi lan nopa ingkang kedah kita pilih lan tindakaken, sehingga kita bingung bimbang lan ragu, karana bimbang lan ragu, selajengipun kita malah mboten memilih, kita mendel nengga nopa ingkang badhe kedadosan. La sikap ingkang mekaten menika justru malah merugikan kita piyambak. Padahal kita dipun tuntut kedah memilih kanthi cepat lan tepat. Supados gesang kita wonten pendirian lan kemajuan. Gesang menika mboten badhe maju sesuai perkembangan zaman, menawi kita mboten kagungan pilihan lan Pendirian.Pasamuan ingkang kinasih, waosan injing menika ugi mekaten, njih menika nyariosaken Gusti Yesus sawek nggadepi panggoda, supados kendel angenipun nindakaken ayahanipun minangka utusan Ramanipun.
Kathah tiyang farisi ingkang nggrudug Gusti yesus lan ngemutaken supados gusti yesus enggal enggal sumingkir saking wilayah yerusalem, kabaripun karana rajo herodes badhe mejahi piyambakipun ( ay 31 )
Saderek kula ingkang kinasih, sekilas kadosipun, tiyang farisi menika peduli ndumateng Gusti, ananging kasunyatane mboten mekaten, menika namung pokal gawene tiyang farisi, tiyang farisi menika kagungan rencana ingkang mboten sae tumrap gusti yesus, tiyang farisi kagungan rencana supados gusti yesus menika kendel anggenipun memucal wonten ing yerusalem. Ananging saderek kula ingkang kinasih senajana mekaten gusti yesus tetep wonten ing pendirianipun, gusti mboten bimbang lan ragu, gusti yesus ngambil keputusan ingkang cepat lan tepat, menika pendirianipun gusti, terus melajengaken angenipun memucal sanajano resikonipun ageng ingkang kedah dipun hadepi, ananging gusti yesus mboten ewah gingsir, gusti yesus ora wedi senajana mati ( ay 33 ) malah malah piyambakipun mungel mekaten “ tapi dino iki, sesuk lan suk emben aku kudu tetep nerusno lakuku iki “Pasamuan ingkang kinasih, kuasaning ndonya menika tansah kagungan rencana jahat yg senantiasa inging menghancurkan misi Allah kangge milijengaken ndonyo lan isinipun. Yerusalem wonten ing ngriki, minangka gambaranipun ndoya ingkang kedah dipun wilujengaken saking karisakan lan kehancuranipun, supados ndonya lan isinipun, sadaya saget gesang kanthi sae, kebak tentrem rahayu. Kathi lemah lembut, kebak katresnan Gusti yesus memucal, ngatak lan martakaken kratoning swarga, ugi termasuk dumateng kula lan panjenengan sadaya. Anggenipun nin dindakaken pakaryanipun, Gusti yesus saget kagambaraken minangka induk ayam, ingkang kanthi sabar njagi anak anak ipun saking bebaya, mboten ajrih nopa kemawon badhe dipun hadepi.
Selajengipun saderek kula sadaya, roji herodes lan para tiyang farisi menika, minangko gambaranipun kekiyatan jahat, ingkang mboten remen ningali pakaryanipun Gusti Allah wonten ing alam ndinya menika, piyambakipun dipun gambaraken minangka srigala ingkang siap nerkam sinten kemawon ingkang katingal kemah iman lan kapitadosanipun.
Saderek kula ingkang kinasih, wonten ing kasunyatane gesang, perjuangan iman kita sadaya angen kita berusaha mewartakaken injiling gusti, ugi tamtu asring nggadepi mawarni warni rintangan lan godaan, kadang kadang malah saget ndamel kita sadaya bimbang lan ragu anggen kita asung lelados, karana menika mangga iman kapitadosan kita sami kita teguhaken namung ing ndalem asmanipun Gusti.
Pasamuan ingkang kinasih, minggu menika, minangka minggu prapaskah ingkang kaping kalih, mangga kita sami sinau, bab perkawis keteguhan lan kasetyan wonten ing timbalanipun gusti. Mangga kita sami sinau lan mendet hikmahipun, lumantar kasengsaraanipun gusti anggenipun nggadepi sadaya lampahing lan perjuanganipun gesang. Gusti yesus amberkahi. Amien.

By : Sudarmajitudeyang
-
Terang !!!!!!

Bacaan terambil dari ;
1. Filipi : 3 : 10
Yang kukehendaki ialah mengenal Dia dan kuasa kebangkitan-Nya dan persekutuan dalam penderitaan-Nya, di mana aku menjadi serupa dengan Dia dalam kematian-Nya,
2. Yohanes 1:4 Dalam Dia ada hidup dan hidup itu adalah terang manusia.
Hidup ini adalah kesempatan, kesempatan untuk melakukan yang terbaik sesuai kehendak Tuhan. Agar hidup bisa menjadi berkat buat sesama. Saudaraku semua yang mengasihi dan di kasihi oleh Tuhan kita Yesus Kristus. Didalam bacaan kita hari ini di katakan didalam Dia ada hidup, kita semua tau bahwa yang di maksud Dia disini adalah Tuhan, dengan demikian jelas di dalam Tuhan itu ada hidup, ayat ini secara tidak langsung juga mempertegas, bahwa segala sesuatu yang berada di luar Tuhan, tidak ada kehidupan.
Selanjutnya saudaraku terkasih, apasih hidup dan kehidupan itu, kok kayaknya begitu penting buat manusia. Di dalam kamus bahasa indonesia di jelaskan salah satunya, bahwa hidup itu adalah sesuatu yang bergerak. ( Dengan demikian bila sesuatu tersebut tidak bergerak sama dengan mati )
Didalam ayat nats kita bagian terakhir dikatakan bahwa, hidup itu adalah terang manusia. Jawabannya ya, memang hidup itu adalah terang manusia, karena hanya manusia yang hidup saja yang bisa melihat terang. Terang itu bersinar, bercahaya, berkilauan.
Yohanes 14:6 Kata Yesus kepadanya: “Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorang pun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku.
Saudaraku yang terkasih di dalam nama Tuhan kita yesus kristus, didalam kenyataan hidup sering kita melihat banyak orang orang kristen yang jatuh ke dalam berbagai hal pencobaan yang menyensarakan hidup. Kenapa ini bisa terjadi, ya karena mereka kurang bisa memahami arti kehidupan yang di berikan oleh Sang empunya hidup. Memang pada kenyataannya bayak orang yang hidup tapi sebenarnya mereka tidak hidup. Mereka hidup tapi mati, maksudnya, secara harafiah memang mereka hidup layaknya manusia biasa, tepi telinganya tertutup untuk mendengarkan firman Tuhan, mereka hidup tapi mereka tak pernah berperasaan terhadap satu dengan yang lain, mereka hidup tapi mereka pekerjaannya membunuh karakter orang lain, mereka hidup tapi tangan mereka tak pernah terbuka untuk memberi tumpangan kepada yang lain…. Orang orang seperti ini adalah orang yang tak pernah melihat dan tak mengerti, arti dari sejatinya hidup dan juga sejati nya terang. Hidup mereka masih suka kegelapan, dan orang orang yang tinggal dalam keggelapan adalah orang orang yang mati secara iman.
Saudaraku semua yang senantiasa di kasihi dan terus terberkati oleh Tuhan, sekarang bagai mana agar hidup kita ini bisa hidup tenang di dunia, tercukupi, dan damai sejahtera, hanya satu yang harus kita lakukan, yaitu, maknai dengan baik dan benar arti dari kehidupan dan terang ilahi itu. Tanamkan didalam hidup kita akar kehidupan dan terang ilahi yang dari Tuha kita yesus kristus, pupuk rawat dengan baik dan juga benar agar pohon kehidupan dan terang itu bisa berbuah dan di rasakan bukan saja oleh diri kita sendiri akan tetapi juga bisa dirasakan dan dinikmati oleh orang lain, yang artinya biarkanlah hidup ini bisa jadi berkat bagi sesama yang membutuhkan.
Saudara yang terkasih, mumpung masih ada kesempatan, biarkanlah hidup ini melakukan yang terbaik, terbaik bagi kita bagi sesama lebih lebih bagi Tuhan. Tuhan yesus memberkati. Amien.

By : Sudarmajitudeyang.
Yohanes 17:3 Inilah hidup yang kekal itu, yaitu bahwa mereka mengenal Engkau, satu-satunya Allah yang benar, dan mengenal Yesus Kristus yang telah Engkau utus.
-
bertahan dalam godaan
Bacaan Lukas 4 : 1 – 13
Shalom bagi kita yang di kasihi Tuhan dan mengasihi Tuhan, ada sebuah istilah yang sering kita dengar, yaitu Harta, Tahta dan Wanita, bahka istilah ini sampai di jadikan flem religi. Kemudian Istilah ini buming pada beberapa tahun yang lalu disosial media, hingga ada stiker yang di tempelkan di halm anak-anak muda, di dalam body motor, atau hal lainnya yang bertuliskan harta, tahta dan ….., bahkan ada beberapa orang memanfaatkan moment tersebut untuk membuatkan lagu tentang Harta, Tahta.
Ternya istilah harta, tahta itu juga muncul pada saat zaman Yesus. Ini tergambar dalam bacaan kita pada pagi hari ini.
Dicerikana bahwa, setelah berpuasa selama empat puluh hari, akhirnya Yesus merasa lapar. Dan ketika kita berpuasa setela menahan diri untuk tidak makan, maka tak ada yang lebih menarik dan indah selain makan. Dan ini juga menjadi awal dari percobaan yang di alami oleh Yesus. Pada bagian pertama pencobaan, Tuhan Yesus di ajak untuk mengambil jalan pintas mengubah batu menjadi roti, di tengah rasa lapar yang begitu hebat, tentu saja godaan ini sungguh terasa menggiurkan, sesengguhnya Tuhan Yesus mampu melakukannya, namun Ia tak mau, Ia tetap memilih setia. Pencobaan ini melambangkan keinginan daging atas hasrat menempuh jalan pintas. Dalam kehidupan sehari-hari, kita diperhadapkan dengan “jalan pintas” untuk memuaskan keinginan daging kita. Memanipulasi aturan, korupsi, suap menyuap, adalah jalan pintas yang sering diperhadapkan kepada kita. Aturan yang dibuat terlihat bagai batu yang keras yang menghadang, dan kita ingin ubah menjadi roti yang lembut dan renyah untuk kita santap, namun ingatlah pesan Tuhan Yesus bahwa: “manusia hidup bukan dari roti saja”. Tidak sedikit dari kita orang Kristen jatuh karena hal ini.
Bagian kedua pencobaan, Tuhan Yesus di ajak ke tempat yang tinggi dan dalam sekejap mata diperlihatkan seluruh kerajaan dunia, dan iblis berkata jika Tuhan Yesus mau menyembahnya maka segala kekuasaan itu akan diberikan kepada-Nya. Jelas sekali dalam bagian ini berbicara tentang kekuasaan. Kekuasaan, jabatan, kedudukan, adalah hal yang menggiurkan bagi kita, bagaimana tidak? Dengan kekuasaan, jabatan, kedudukan kita dapat melakukan apa yang kita ingini untuk memenuhi hasrat dan keinginan kita. Tak jarang kita mengambil jalan dengan “menggadaikan Iman kita” dan menyembah ilah-ilah lain. Namun ingatlah pesan Tuhan kita : “Ada tertulis: Engkau harus menyembah Tuhan, Allahmu, dan hanya kepada Dia sajalah engkau berbakti” . Dan, lagi, bahwa tidak sedikit orang Kristen jatuh karena hal ini.
Dan pada bagian ketiga, iblis membawa Tuhan Yesus ke bubungan Bait Allah dan mengatakan : “Jika Engkau Anak Allah, jatuhkanlah diri-Mu dari sini ke bawah, sebab ada tertulis: Mengenai Engkau, Ia akan memerintahkan malaikat-malaikat-Nya untuk melindungi Engkau, dan mereka akan menatang Engkau di atas tangannya, supaya kaki-Mu jangan terantuk kepada batu.” Bagian ini berbicara tentang penyalahgunaan janji keselamatan yang Allah berikan. Keselamatan yang Allah berikan bukan untuk dicobai, meskipun Tuhan menjamin keselamatan umat-Nya, bukan berarti dengan semaunya kita berbuat. Banyak dari kita yang berpikir kalau kita sudah menerima Kristus, maka jika kita berbuat dosa, kita akan diampuni, dan terus diampuni, sehingga kita pun dengan mudahnya kembali berbuat dosa, dan berdosa lagi. Untuk itu ingatlah pesan Tuhan kita : “Jangan engkau mencobai Tuhan, Allahmu!” Dan, faktanya, begitu banyak orang Kristen jatuh karena hal ini. Mereka terus berulang kali melakukan dosa dan pelanggaran yang sama.
Dalam ayat yang ke 13 tertulis : Sesudah Iblis mengakhiri semua pencobaan itu, ia mundur dari pada-Nya dan menunggu waktu yang baik. Tuhan Yesus mampu mengalahkan pencobaan yang ada, dan Iblis pun mundur, akan tetapi ada kalimat “menunggu waktunya yang baik”, nah bagi kita para murid Tuhan Yesus, waspadalah, iblis selalu mengintai kita, dia sedang menunggu waktu yang baik kapan kita lengah, pasti dia datang dan terus mencobai kita.
Syukur bagi kita yang mengasihi Tuhan
Dalam (ayat 1 dan 2), dimana dijelaskan saat itu Tuhan Yesus baru saja kembali dari sungai Yordan ( menerima Baptisan ) dan penuh dengan Roh Kudus. Kita pun sebagai orang Kristen yang telah di Baptis dalam Nama Bapa, Putra, dan Roh Kudus; harus mengerti dan memahami bawa hidup kita Bersama Roh Kudus, namun sering kita tidak mendengarkan Roh Kudus, bahkan kita lebih sering “mencobai diri kita sendiri”, berbeda dengan Tuhan Yesus yang mengikuti Roh Kudus untuk berpuasa melakukan Kehendak Bapa, kita justru mengabaikan suara Roh Kudus dan lebih menuruti kehendak kita. Yang dimaksud, ketika kita menjalani hidup, kita tidak pernah bersyukur dengan mencukupkan apa yang Tuhan berikan. Selalu kita membandingkan diri kita dengan orang yang lebih dari kita, orang punya rumah mewah, kita tergiur; orang punya mobil baru, kita tergiur; orang memakai pakaian dan aksesoris bermerek, kita tergiur; lihat orang punya jabatan oke, kita tergiur, dan lain sebagainya. Hal ini membuat kita jatuh dalam pencobaan, dan kita kehilangan tujuan hidup Kekristenan kita. Gelimang dunia ini lebih menarik bagi kita daripada kehidupan kekal di Sorga kelak.
Latas bagaimana dengan perjalanan kehidupan kita, apakah kita masih tetap setia mendengarkan suara Roh Kudus dalam keidupan ini? atau malah kita lebih tergoda dan memilih gemerlapnya dunia? Ingat setan, iblis selalu menunggu kita lengah untuk masuk dalam keidupan kita. Saudara ku terkadih Kiranya kita selalu setia kepada Tuhan didalam setiap kehidupan ini, sehingga kita mampu tetap bersama-Nya dalam perjalanan hidup kita, mampu tetap setia kepada Allah sampai akhir masa, Tuhan yesus memberkati. Amien.
By : Sudarmajitudeyang.
-
Prastawa ingkang mboten ngremenaken
Yesaya 8:13
“ Pangeran Yehuwah, Gustine sarwa tumitah, iku kang kudu sira akoni dadi Kang Suci; iya Panjenengane iku kang kudu sira wedeni lan ana ing ngarsane iku sira gumetera “.
Mugi lagu menika saget menginspirasi kita sadaya, lan saget nuwuhaken lan ngembangaken iman kapitadosan kita dumaten Gusti Yesus.
Saderek Kula sadaya, ingkang Kinasih ing ndalem asmanipun Gusti kita Yesus Kristus, wonten sekedik carios engkang makaten,
“ sejatossipun manungsa manika mboten badhe lan mboten saget nyumerepi Napa ingkang badhe kedadosan lan kelampahan wonten ing gesangipun. Menawi ingkang badhe kedadosan menika perkawis ingkang bingahaken, tamtu sadaya siap lan tamtu sumadya nampeni, ananging kosokwangsulipun, menawi ingkang kadadosan menika perkawis ingkang nggegirisi tamtu ugi sadaya mboten badhe purun nampi.
Saderek Kula sadaya ingkang Kinasih, wonten ing kasunyataning Gesang ing alam ndonya menika asring kita manggihi perkawis perkawis ingkang bertentangan kaliyan iman kapitadosan kita minangka umat kagunganipun Gusti, kasunyatanipun, manungsa menika kathah kathaipun mboten siap nggadepi utawi nampeni perkawis perkawis ingkang mboten ngremenaken, Karana manika manungsa kathah kathahipun pados pitulungan dumateng Mbah dukun utawi sintenkemawon ingkang dipun anggap saget mitulungi gesangipun, pados kekiyatan biasane arupi jimat jopomantra supados saget Kalis saking sekathahing Prastawa ingkang mboten ngremenaken lan nggegirisi menika.
ananging saderek Kula sadaya cilakanipun manungsa malah, mboten iling babar pisan dumateng Panjenenganipun kang kagungan Gesang, manungsa remen mlajeng ndumateng kekiyatan lintu njih menika kekuatan ingkang bertentangan kaliyan kekajenganipun Gusti.
Conto : Karana manungsa Wedi mlarat, lajeng mlajeng ndumateng gunung Kawi utawi sanesipun supados enggal sugih lan saklajengipun.
Saderek Kula ingkang Kinasih, wonten waosan kita, wonten ing Inggil wau, sampun jelas cetha lan gamblang sanget, bilih Gusti Allah menika gustining sadaya para umat ingkang wonten ing alam ndonya menika, Panjenenganipun menika Kedah kita wedeni, kita hormati, kita akeni bilih Panjenenganipun menika, minangka tuking sadaya sumbering Gesang kita, tuking sadaya, sumbering kekiyatan kita, tuking lan sumbering berkat.
Karana sadyan kados pundi kemawon gesang Kula lan panjenengan sadaya, doso lan kalepatan ingkang sampun kita tindakaken wonten ing Gesang menika, Gusti Allah tansah paring pangapunten, tansah mberkahi, nyekapi sadaya kabutuhan Gesang kita. Panjenenganipun menika kagungan kuaos linangkung ingkang mboten enten tandinganipun wonten ing jagad menika. Panjenenganipun menika saget ngribah Gesang Kula lan panjenengan sadaya langkung sae ketimbang dinten menika.
Bapa tuwin ibu ingkang sami dipuntresnani dening Gusti kita Yesus Kristus, mangga, minangka umat kagunganipun Gusti, ingkang sami sampun ugi dipun berkahi, dipun kanthi dening Gusti, kita tumbuh kembangkan iman kapitadosan kita namung dumateng Gusti kita Yesus Kristus, pitados mawon dumateng Panjenenganipun, lan, sampun ngantos kita kagungan raos kuwatir, raos ajrih, raos wedi, anggen kita sami nggadepi sadaya pergumulaning gesang, mangga sadaya sakwetah kita aturaken wonten ing astanipun Gusti, sadaya sakrandunipun Gesang menika Estu Estu kita aturaken namung wonten ing astanipun Gusti, Karana namung Gusti Yesus ingkang saget mitulungi Gesang kita sami.
Kathi mekaten, mangga saderek Kula sadaya, wiwit dinten menika, kita sami akeni Pangeran Yehuwah menika, Gustine sarwa tumitah, iku kang kudu kita akoni dadi Kang Suci; iya Panjenengane iku kang kudu kita wedeni lan ana ing ngarsane iku kita Kedah gumeter, Mugi sakedik dawuh pangandikane Gusti menika saget dados dilah wonten ing Gesang kita sami, Gusti Yesus amberkahi.

By : Sudarmajitudeyang
Iklan
Terkadang, beberapa pengunjung situs Anda akan melihat iklan di sini,
serta spanduk Privasi & Cookie di bagian bawah halaman.
Anda dapat menyembunyikan iklan tersebut sepenuhnya dengan melakukan upgrade ke salah satu paket berbayar kami. -
Mandeng kamulyaning Gusti Yesus
Waosan dinten menika kula pendet saking, lukas 9 : 28 – 36.
Bapa ibu ugi Saderek kula sadaya ingkang kinasih, reraosan dinten menika kula paringi judul “ Mandeng kamulyanipun Gusti Yesus “.
Pasamuan ingkang kinasih, wonten acara reality show ten salah satunggaling Tv suwasta, ingkang judulipun Bos sejati, wonten acara menika dipun gambaraken, bos ingkang nyamar dados anak buah utawi dados karyawan biasa, makaryo sesarengan kaliyan karyawan biasa kados biasanipun karyawan. Carios menika menawi kita raosaken kok sami kaliyan cariosipun Gusti Yesus.
Kita saget nggambaraken, bilih Gusti Yesus menika, minangka bos, ingkang mandap wonten ing ndonya dados manungsa limrahipun manungsa. Lan nindakaken pedamelan kados biasanipun, limrahipun manungsa ing alamndonya. Nindakaken pedamelan kadosdene nopa ingkang kita tindakaken kados biasanipun. Gusti yesus, minangka karyawan, nindakaken perintahipun bos kanthi sae. Padahal saderek kula sadaya, Gusti yesus menika,bos ingkang sejati.
Wonten ing waosan kita dinten menika dipun cariosaken, njih menika Gusti yesus ndedonga wonten ing inggil gunung. Selajengipun wonten ing inggil gunung gusti yesus dipun panggihi dening Musa lan Elia wonten ing ngriko musa lan elia ngatingalaken kamulyanipun, piyambakipun reraosan kaliyan gusti yesus, ngingingi bab perkawis rencananipun gusti yesus badhe tindak ten yerusalem sakperlu kangge ngrampungaken pakaryanipun (ayat 31).
Pasamuan ingkang kinasih, menapa to tujuan lan alasanipun gusti yesus tindak wonten yerusalem ?.. wonten perikup sakderengipun, dipun cariosaken kenthi jelas, bilih gusti yesus nathe ngandika mekaten, anak manungsa kedahipun nanggung kathah beban penderitaan, dipun caci, dipun hina, dipun tolak dening tua tua, imam imam besar lan tiyang tiyang farisi selajengipun dipun pejahi, lajeng tigang diten wungu malih saking antawis tiyang pejah ( ayat 22 ).
Saderek kula ingkang kinasih, ten carios menika, wonten sesuatu ingkang menarik, njih menika para muridtipun Gusti yesus, ingkang nderekaken gusti, para murid menika sempat ketileman utawi keturon menkaten, lajeng tangi, ketingal gusti yesus kaliyan nabi musa lan nabi elia, sami ngatingalaken kamulyanipun, ningali perkawis menika petrus rumaos bingah sanget manahipun ( ayat 33 ).
Bapa tuwin ibu ingkang kinasih, wonten ing inggil gunung, kagambaraken kanthi jelas, ingkang wonten namung kamulyaning gusti, ingkang wonten namung kabingahan, kawilujengan lan gesang tentrem rahayu, mekaten ugi kosok wangsulipun, ing ngandapipun gunung, kagambaraken, kathah mawarni warni pergumulaning gesang ingkang kedah kita hadapi, koyo dene, kasusahan, kegelisahan, bimbamg ragu, kekuatiran lan sanes sanesipun.
Pasamuan ingkang kinasih, carios dinten menika saget kita pendet hekmahipun, menawi kita ningali ten inggil, inggil tegesipun, ningali gusti, ningali kamulyaning gusti, ingkang wonten namung karahayon, kabingahan, kawilujengan, tamtu ugi berkahipun gusti dumateng kita sami, ingkang mboten wonten watesipun.
Mekaten ugi kosok wangsulipun, menawi kita ningali ngandap, tegesipun ningali kasunyatanipun gesang ing alam ndonya, ingkang kedah kita hadapi, njih menika kathah sanget persoalanipun gesang, mawarni warni persoalan, saking persoalan ingkang enteng ngantos persoalan ingkang awrat.
Gusti yesus piyambak rikala mandap saking inggil gunun langsung nggadepi persoalan, njih menika dipun grudug tiyang kathah. dipun suwon ningali ugi nyarasaken salah satunggaling putra ingkang sawek kerasukan, pacen sadaya menika kedah dipun hadepi dening gusti, kados nopo ingkang sampun dipun nubuataken, wonten ing ndonya gusti yesus kedah dipun hina, dipun caci, ditolak, dipun salib ngantos pejah, ananging saderek kula sadaya, gusti yesus anggenipun nggadepi sadaya pergumulan menika kanthi mandeng kamulyaning Bapa ingkang ngutus. Sehingga gusti yesus saget ngawonaken sadaya menika, menang lan wungu saking antawisipun tiyang pejah ing tigang nditenipun.
Pasamuan ingkang kinasih, sakmenika kados pundi kagem kula lan panjenengan sadaya, menapa iman lan kapitadosan kita estu taksih ngener lan namung mandeng ndumateng kamulyaning gusti.??.. menapa justru kosok wangsulipun iman kita malah tilem lan supe tangi.. wangsulanipun wonten in manah kita piyambak piyambak.
Bapa ibu ingkang kinasih, lumantar dawuhing gusti dinten menika, mangga kita enggal tangi, sesarengan mandeng kamulyaning gusti kita yesus kristus, karana namung kamulyaning gusti ingkang saget paring pitulungan dumateng kita, ing kamulyaning gusti wonten panglipur, wonten pengajeng ngajeng, wonten kabingahan. Mandeng kamulyaning gusti kula lan panjenengan sadaya saget ual saking sekathahing godho miwah bilai gesang ing alam ndonya niki. Mandeng kamulyaning gusti, kita sadaya tansah badhe binerkahan engkang estu matumpo tumpo lan sihmawantu wantu, wonten amien bapa tuwin ibu !!… Lah sumangga wiwit dinten menika kita sami ngestokaken dawuhipun gusti. Gusti yesus amberkahi. Amien.
by : Sudarmajitudeyang.
-
Beranda

Anda harus log masuk untuk menerbitkan komentar.