-
Seklumit Tentang GKJW
Gembala yg baik, rela berkorban demi kedamaian dan keadilan sosial Ciri Khas GKJW
A. GKJW sebagai Gereja TeritorialGKJW telah menetapkan bahwa keberadaannya hanya dibatasi di Jawa Timur. Sehingga tidak akan dijumpai adanya GKJW di luar Jawa Timur. Hal ini sesuai dengan isi Tata dan Pranata GKJW. Untuk jelasnya dikutipkan bunyi ketentuan itu, “Greja Kristen Jawi Wetan adalah bagian dari Gereja yang Esa, yang dilahirkan, ditumbuhkan dan dipelihara oleh Tuhan Allah, Yesus Kristus dan Roh Kudus di Jawa Timur” (hal. 2). Ini berarti sekalipun ada banyak (ratusan atau bahkan ribuan) warga GKJW berpindah tempat tinggal ke luar Jawa Timur, misalnya ke Pulau Sulawesi, maka mereka akan menjadi anggota gereja di tempat di mana mereka tinggal.
GKJW tidak akan membuat cabang atau perwakilan ditempat itu. Hal ini karena GKJW ingin menghormati keberadaan gereja di tempat lain. Selain itu, kalau warga tersebar di tempat yang relatif amat jauh secara geografis maka secara teknis akan sulit mengaturnya.
B. GKJW sebagai Gereja Gerakan Warga
Sejak awal pertumbuhannya peranan kaum awam di GKJW sangat besar. Tokoh-tokoh yang menonjol dalam pertumbuhan GKJW bukanlah para teolog atau para pendeta atau Guru Injil yang telah dipersiapkan dengan bekal pemahaman teologi yang cukup, melainkan mereka adalah orang awam yang setia kepada perintah Injil. Melalui cara hidup dan pergaulan mereka dengan banyak orang-lah injil dikomunikasikan. Bandingkan dengan isi Injil Matius 5 (panggilan agar orang-orang percaya dapat menjadi garam dan terang dunia). Ayat ini rupanya amat dihayati dan sekaligus menjadi jiwa dari kehidupan warga jemaat sehingga melalui cara hidup mereka injil dapat diberitakan.
Keadaan seperti di atas berjalan sampai dengan saat ini. Dan salah satu kegiatan yang amat menunjang terpupuknya kondisi GKJW sebagai gereja gerakan warga adalah adanya ibadat patuwen (ibadat keluarga/ ibadat rumah tangga). Dalam Ibadah Rumah Tangga (IRT) ini warga satu dengan warga lainnya merasa saling mendapat perhatian dan penguatan. Adalah suatu kebahagiaan tersendiri bagi warga jemaat kalau rumah tempat tinggalnya dipakai untuk tempat IRT. Sehingga seringkali melalui IRT itu warga jemaat menyampaikan persembahan ucapan syukurnya. Dalam kenyataannya memang IRT ini amat mendukung kekentalan ikatan persaudaraan bahkan kekeluargaan di antara warga jemaat. Kegiatan ini ternyata memang menjadi sarana yang baik untuk semakin terpeliharanya iman dan kehidupan warga jemaat. Sehingga kalau ada warga jemaat yang tidak pernah datang ke ibadah patuwen, jelas hanya ada beberapa kemungkinan. Pertama, karena kesibukan kerja, tentang hal ini dapat dimaklumi. Kedua, warga jemaat yang memang tidak memperhatikan kehidupan imannya, dalam arti hidupnya tidak bisa menjadi garam dan terang dunia.
Anggota majelis jemaat dan juga warga jemaat di wilayah atau kelompok biasanya mempunyai program untuk menarik dan mengajak warga jemaat yang meremehkan IRT agar mau kembali mengentalkan ikatan persaudaraan dan kekeluargaan dengan warga jemaat lainnya. Diharapkan dengan kehadiran dan keterlibatan di IRT atau kegiatan lainnya, maka sedikit demi sedikit cara hidupnya ikut diperbaharui pula.
C. Lima bidang pelayanan di GKJW
GKJW Melengkapi diri dengan 5 bidang pelayanan yaitu:
- Bidang Teologi
- Bidang Persekutuan
- Bidang Kesaksian
- Bidang Pelayanan Cinta Kasih
- Bidang Penatalayanan
D. “Struktur” Pelayanan GKJW
Istilah “struktur” di GKJW memang tidak begitu populer, karena istilah itu dipandang dari sudut gerejawi mengandung kelemahan, yaitu mengandaikan adanya susunan hirarkhis (adanya unsur atasan dan bawahan). Oleh karena itu kata struktur dalam subjudul di atas ditulis dengan tanda kutip, dengan maksud menunjuk pada semacam tata kerja roda organisasi GKJW dijalankan. Dalam hal “struktur” pelayanannya, GKJW menampakkan diri dalam bentuk persekutuan-persekutuan. Ada tiga macam persekutuan yang terdapat di GKJW, yaitu:
1) Persekutuan se-Tempat
Persekutuan ini juga disebut sebagai Jemaat (persekutuan yang dewasa dari warga di suatu tempat yang mampu memenuhi panggilan dan melaksanakan kegiatan pelayanan), misalnya: Jemaat Sitiarjo, Jemaat Ngawi. Pada tingkat persekutuan ini penanggung jawab semua kegiatan pelayanan adalah Majelis Jemaat. Majelis Jemaat biasanya memilih beberapa orang untuk duduk dalam Pelayan Harian Majelis Jemaat (PHMJ). PHMJ inilah yang menjadi pelaksana harian dari tugas kemajelisan. Jabatan di PHMJ adalah sama dengan jabatan pada majelis Jemaat. Contohnya, Ketua Majelis Jemaat adalah juga ketua PHMJ, demikian pula jabatan lainnya.
Untuk mempertajam pelaksanaan program dan memberdayakan warga jemaat, maka Majelis Jemaat dalam melaksanakan lima bidang pelayanan dibantu oleh komisi-komisi pembinaan atau kepanitiaan untuk suatu kegiatan tertentu.
Dalam buku Tata dan Pranata GKJW disebutkan bahwa majelis jemaat sedikitnya sekali dalam tiga bulan mengadakan Sidang Majelis. Sedangkan Pelayan Harian Majelis Jemaat sedikitnya sekali dalam dua minggu mengadakan rapat. Tentunya ketentuan ini semata-mata ditujukan agar pelayanan yang dilakukan benar-benar dapat semakin mendekati apa yang dikehendaki oleh Tuhan yang memiliki Gereja. Keputusan Sidang Majelis Jemaat adalah merupakan keputusan tertinggi di tingkat jemaat. Jadi apa yang telah diputuskan oleh Sidang Majelis Jemaat tidak dapat dibatalkan oleh rapat PHMJ. Pembatalan hanya bisa dilakukan oleh Sidang Majelis Jemaat.
2) Persekutuan se-Daerah
Persekutuan ini adalah persekutuan warga GKJW di dalam suatu daerah, yang terdiri dari beberapa jemaat. Penataan pelayanan pada persekutuan se-Daerah ini diatur oleh Majelis Daerah, contohnya: Majelis Daerah Malang 1, Majelis Daerah Besuki Timur. Dalam pelaksanaan kegiatan sehari-harinya Majelis Daerah melimpahkan kepada Pelayan Harian Majelis Daerah. Mengapa demikian? Karena Majelis Daerah dalam setahun hanya bersidang sebanyak 2 (dua) kali. Sedangkan Pelayan Harian Majelis Daerah sedikitnya mengadakan rapat sekali dalam dua bulan. Dalam prakteknya bisa sekali sebulan, bahkan lebih mengingat tingkat kegiatan yang semakin padat. Sidang Majelis Daerah merupakan forum tertinggi pengambilan keputusan tertinggi untuk lingkup daerah.
Sebagaimana di lingkup Jemaat, maka di lingkup Majelis Daerah ini pun Pelayan Harian Majelis Daerah dibantu oleh Komisi-komisi Pembinaan Daerah untuk merealisasikan ke-lima bidang pelayanannya. Saat ini di GKJW terdapat 12 Majelis Daerah, yaitu meliputi: Surabaya Timur I, Surabaya Timur II, Surabaya Barat, Malang I, Malang II, Malang III, Malang IV, Kediri Utara, Kediri Selatan, Besuki Barat, Besuki Timur, Madiun.
3) Persekutuan se Jawa Timur
Persekutuan ini adalah persekutuan warga GKJW di seluruh Jawa Timur. Inilah yang disebut dengan GKJW, yang meliputi jemaat-jemaat se Jawa Timur. Penanggung jawab penataan dan pelayanan GKJW adalah Majelis Agung GKJW. Dalam kegiatan sehari-harinya dijalankan oleh Pelayan Harian Majelis Agung. Sedangkan pelaksanaan program untuk kelima bidang pelayanannya dilakukan oleh Dewan-dewan Pembinaan. Sama dengan di jemaat, jabatan di Majelis Agung adalah sama dengan jabatan di Pelayan Harian Majelis Agung.
Pada lingkup persekutuan inilah GKJW juga menjalin kerjasama secara oikumenis dengan berbagai gereja baik di Indonesia maupun di luar negeri. Bahkan sudah sejak lama GKJW mengembangkan pergaulannya secara lebih programatis dengan lembaga keagamaan lain.
Struktur di atas tidak bersifat hirakhis (Majelis Agung tidak lebih tinggi daripada Majelis Daerah atau Majelis Jemaat, dan sebaliknya), melainkan satu sama lain berhubungan sebagai persekutuan yang menyatu dalam semangat “Patunggilan kang Nyawiji” yaitu Greja Kristen Jawi Wetan.
D. Mekanisme Pembuatan Program Kegiatan.
Langkah pertama adalah mengikuti ketentuan dari Majelis Jemaat tentang “Arah dan tujuan” yang akan dilakukan pada tahun (beberapa tahun) yang akan datang. Dalam rangka menentukan “Arah dan tujuan” kegiatan yang akan datang Majelis Jemaat mempergunakan hasil rembug warga sebagai salah satu acuannya. Setelah ditemukan “Arah dan tujuan” tersebut, kemudian PHMJ/MJ bersama dengan Komperlitbang mengadakan pertemuan koordinatif dengan komisi-komisi. Isi pertemuan itu adalah untuk menjelaskan tentang apa yang akan dilakukan dan diharapkan oleh Majelis Jemaat (setelah menampung hasil rembug warga). Semua konsep kegiatan tahun yang akan datang yang telah diselesaikan oleh komisi kemudian digodog oleh PHMJ bekerjasama dengan komperlitbang. Hasil dari penggodogan ini lalu dibawa ke persidangan Majelis Jemaat untuk didalami sekali lagi, baru kemudian disahkan.
Tentang GKJW
Greja Kristen Jawi Wetan (GKJW) adalah gereja teritorial yang dilahirkan, ditumbuhkan dan dipelihara oleh Tuhan Allah, Tuhan Yesus dan Roh Kudus di Jawa Timur.GKJW adalah bagian dari Gereja yang Esa. Meski hanya berada di wilayah Jawa Timur, hal itu tidak berarti GKJW hanya memperhatikan lingkup provinsi ini saja karena panggilan Tuhan tidak mengenal batas-batas wilayah maupun waktu.
Warga GKJW berdomisili di wilayah perkotaan dan pedesaan Jawa Timur mulai Ngawi di ujung barat sampai Banyuwangi di ujung timur. Mereka terhimpun dalam 180 jemaat dan 15 majelis daerah dalam semangat “Patunggilan kang Nyawiji” .

-
Gembala yang baik
Bacaan Yohanes 10:11-18.
11 Akulah gembala yang baik. Gembala yang baik memberikan nyawanya bagi domba-dombanya;
12 sedangkan seorang upahan yang bukan gembala, dan yang bukan pemilik domba-domba itu sendiri, ketika melihat serigala datang, meninggalkan domba-domba itu lalu lari, sehingga serigala itu menerkam dan mencerai-beraikan domba-domba itu.
13 Ia lari karena ia seorang upahan dan tidak memperhatikan domba-domba itu.
14 Akulah gembala yang baik dan Aku mengenal domba-domba-Ku dan domba-domba-Ku mengenal Aku
15 sama seperti Bapa mengenal Aku dan Aku mengenal Bapa, dan Aku memberikan nyawa-Ku bagi domba-domba-Ku.
16 Ada lagi pada-Ku domba-domba lain, yang bukan dari kandang ini; domba-domba itu harus Kutuntun juga dan mereka akan mendengarkan suara-Ku dan mereka akan menjadi satu kawanan dengan satu gembala.
17 Bapa mengasihi Aku, oleh karena Aku memberikan nyawa-Ku untuk menerimanya kembali.
18 Tidak seorang pun mengambilnya dari pada-Ku, melainkan Aku memberikannya menurut kehendak-Ku sendiri. Aku berkuasa memberikannya dan berkuasa mengambilnya kembali. Inilah tugas yang Kuterima dari Bapa-Ku.”Berkorban demi terwujudnya perdamaian dan keadilan sosial
Saudaraku yang di kasihi oleh Tuhan kita Yesus Kristus, bacaan sebagai bahan perenungan kita hari ini, seperti yang telah disebutkan diatas, yaitu berasal dari perjanjian Baru, dari Injil Yohanes 10:11-18. Dengan thema gembala yang baik.
Saudaraku terkasih, Injil itu mempunyai arti sebagai kabar sukacita, suatu berita yang sangat menggembirakan. Kemudian kenapa disebut Injil Yohanes, karena banyak pendapat yang mengatakan bahwa Injil Yohanes ini di tulis oleh Yohanes. Dan Yohanes itu adalah salah satu dari ke 12 rasul kristus, pengertian rasul disini adalah orang yang mendapatkan Wahyu dari Allah untuk disampaikan kepada manusia. Atau bisa juga dikatakan bahwa rasul itu adalah utusan Tuhan…..
Hari ini Yohanes, yang nota bennya adalah salah satu rasul Kristus, menyampaikan Wahyu, atau berita suka cita dari Tuhan, yaitu yang berisi suatu pernyataan Kristus Yesus, yang menyatakan dirinya adalah seorang gembala yang baik. Pernyataan ini disampaikan dua kali oleh Yesus, dalam bacaan hari ini, yaitu pada ayat 11 dan ayat 14. Disini jelas bahwa Tuhan Yesus ingin menegaskan, agar bangsa Israel, agar umat manusia termasuk saudara dan saya, tahu dan juga mengerti dengan sungguh, bahwa tidak ada satupun gembala yang baik di dunia ini kecuali Yesus.
Umat Tuhan yang berbahagia, gembala, ada beberapa pengertian tentang gembala :
1. Gembala itu adalah juru pangon, orang yang pekerjaannya ngopeni atau memelihara ternak..
2. Gembala juga bisa disebut sebagai penjaga keselamatan orang banyak.
Dan gembala yang baik itu mempunyai dua ciri bapak dan ibu :
1. Gembala yang baik itu rela berkorban, bahkan rela mengorbankan nyawanya demi domba dombanya.
2. Gembala yang baik itu tahu dan mengenal dengan baik domba dombanya.
Saudaraku yang berbahagia, sebagai gembala yang baik, Tuhan Yesus rela mengorbankan hidupnya di atas kayu salib, itu semua demi keselamatan dan kebahagiaan domba dombanya, termasuk demi keselamatan setiap orang yang percaya padaNya, juga demi hidup saudara dan saya.
Karena itu saudara bagi orang yang sudah yakin dan percaya, beriman pada Yesus Kristus sebagai juru slamat, tidak ada alasan untuk tidak bahagia, tinggal bagai mana kita bisa memaknai arti dari pengorbanan dan kasih setia Tuhan yang sudah kita rasakan dalam hidup ini.
Ringan dan beratnya beban hidup di dunia ini sebenarnya tidak tergantung pada Tuhan bapak dan ibu, akan tetapi tergantung pada manusia itu sendiri, tergantung pada diri kita sendiri sendiri. Kenapa demikian,…jawabannya ya…memang demikian, Karena Allah bapa didalam Yesus Kristus sudah berfirman,… ” Marilah kepada-Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu “. ( Mat 11:28 ). Ini bukti nyata jaminan Tuhan Yesus terhadap setiap kehidupan umatNya, yang percaya dan mau datang kepadaNya.
Karena itu saudara, apapun keadaan kehidupan saudara, sehina apapun kehidupan. Semiskin apapun hidup saudara didunia ini, janganlah takut, bimbang dan jangan gentar hatimu….karena hidup saudara 100% dijamin oleh Tuhan Yesus. Yesus tahu, Yesus mengerti setiap jeritan hati umatNya, Tuhan tahu setiap tetesan airmata anak anakNya….dan tangan tuhan tidak kurang panjang, pasti menjamah, mengangkat….memberkati, mencukupi setiap kebutuhan hidup umatNya. Memang saudara, kadang kita yang kurang menyadari, bahwa sebernya tuhan itu sudah dan terus sedang menyertai menolong juga memimpin setiap langkah hidup kita. Dan itu nyata, sampai detik ini kita tetap merasakan menghirup udara pemberian Tuhan……
Karena itu saudara ku terkasih, marilah kita maknai dengan baik, kita rasakan secara mendalam, pengorbanan Tuhan Yesus di kayu salib itu. Kita hayati dengan baik kasih setia Tuhan Yesus itu, dan sama sama, mari wujutnyatakan kasih itu dalam setiap langkah hidup kita didunia ini dengan baik.
Sebagai orang yang telah diberkati, diselamatkan oleh darah Yesus, kita juga dituntut untuk berani berkorban. Sebagai domba peliharaan Tuhan kita juga berkewajiban untuk terus menjaga dan memelihara kedamaian dan keadilan sosial di manapun kita tinggal….di dunia ini, kita harus berkontribusi, berteloransi antar sesama, tidak membedakan setatus sosial dan agamanya apa.
Dan kalau ini bisa kita lakukan, kita terapkan dalam setiap langkah hidup kita, tentu hidup kita akan bahagia, hidup bersama dengan sesama. Saudara, kiranya sedikit renungan ini boleh menambah, dan menyemangati kita untuk hidup saling menghargai satu dengan yang lain sebagai bukti bahwa kita adalah anak anak Allah. Tuhan Yesus memberkati….Amien.

By : Sudarmajitudeyang.
-
RASA
Rasa adalah bahasa yang paling universal dan paling pribadi. Setiap orang memiliki rasa yang berbeda-beda, meskipun berasal dari pengalaman yang sama. Rasa dapat muncul dari apa yang kita lihat, dengar, sentuh, atau alami. Sebuah rasa bisa sederhana seperti rasa lapar atau haus, atau kompleks seperti rasa cinta atau rindu.
Rasa juga bisa menjadi jendela yang membuka ke dalam jiwa seseorang. Melalui rasa, kita dapat memahami lebih dalam tentang apa yang kita inginkan, takuti, atau bahkan butuhkan. Rasa adalah cara alam semesta berbicara pada kita, memberi tahu kita tentang apa yang sebenarnya penting.
Namun, terkadang kita lupa untuk mendengarkan rasa-rasa itu. Kita sibuk dengan rutinitas sehari-hari, terjebak dalam kekhawatiran masa depan, atau terlarut dalam kenangan masa lalu. Akibatnya, kita mungkin melewatkan pesan-pesan yang ingin disampaikan oleh rasa-rasa itu.
Menghargai sebuah rasa bukanlah tentang memiliki jawaban atau solusi yang tepat. Melainkan tentang memberikan ruang pada diri sendiri untuk merasakan apa yang sebenarnya terjadi dalam diri kita. Kadang-kadang, cukup dengan merasakan rasa itu, kita bisa menemukan kedamaian atau pemahaman yang kita cari.
Tidak hanya cinta, emosi lain seperti kegembiraan, kesedihan, kemarahan, dan ketakutan, semuanya memiliki tempat yang penting dalam kehidupan kita. Mereka adalah penanda yang memberi tahu kita tentang apa yang penting bagi kita, dan seringkali, mereka juga menjadi cermin dari siapa kita sebenarnya.
Rasa cinta, misalnya, adalah salah satu rasa yang paling kuat dan paling membingungkan. Ketika kita jatuh cinta, segalanya terasa berbeda. Dunia terasa lebih cerah, dan kita merasa bisa menghadapi segala tantangan. Namun, cinta juga bisa membawa penderitaan yang mendalam. Ketika cinta berakhir, kita merasa hancur dan kehilangan arah.
Bagaimana kita mengelola emosi-emosi ini juga sangat penting. Ketika kita merasa terlalu tertekan atau terlalu cemas, ini dapat berdampak buruk pada kesehatan fisik dan mental kita. Oleh karena itu, penting untuk menemukan cara untuk meredakan stres dan mengelola emosi dengan baik.
Salah satu cara untuk mengelola emosi adalah dengan berbicara dengan orang yang kita percayai. Dengan berbagi perasaan kita, kita bisa merasa lebih lega dan mendapat pemahaman yang lebih dalam tentang diri kita sendiri. Selain itu, aktivitas kreatif seperti lukisan, menulis, atau musik juga dapat menjadi cara yang baik untuk mengungkapkan dan mengelola emosi-emosi yang kita rasakan.
Dengan menggali kedalaman sebuah rasa, kita tidak hanya memahami diri kita sendiri dengan lebih baik, tetapi juga membuka diri pada pengalaman-pengalaman baru yang mungkin tidak pernah kita sadari sebelumnya. Dan di balik setiap rasa yang muncul, tersembunyi pelajaran berharga yang dapat membimbing kita dalam menjalani kehidupan dengan lebih berarti.
Jadi, mari kita hargai setiap rasa yang muncul dalam diri kita. Mereka adalah bagian tak terpisahkan dari kehidupan kita, yang memberi warna pada setiap langkah kita. Dengan menghargai dan memahami rasa-rasa ini, kita dapat menjalani hidup dengan lebih penuh makna dan kebahagiaan.
-
merasakan dan mengalami kehadiran Tuhan dalam hidup
Bacaan Yohanes 20 : 19 – 31
Nats, ay 29 : Kata Yesus kepadanya: ” Berbahagialah mereka yang tidak melihat, namun percaya.”
Saudaraku yang di kasihi oleh tuhan kita Yesus Kristus, merujuk thema renungan kita pada Minggu hari ini, yaitu ” merasakan dan mengalami kehadiran Tuhan dalam hidup “.
Sebagai ciptaan tuhan yang paling sempurna, kita manusia ini telah di bekali oleh Tuhan, salah satunya dengan panca indra, yaitu :
1. Mata
2. Hidung.
3. Telinga.
4. Lidah.
5. Kulit.
Kelima panca indra kita ini mempunyai tugas masing masing sesuai dengan tupoksinya. Salah satunya, mata untuk melihat, hidung untuk mencium, telinga untuk mendengar, lidah untuk mngecap atau mencicipi, sedangkan kulit untuk merasa. Kemudian yang paling sensitif dari kelima indra kita itu yaitu kulit Bapak dan ibu, kulit itu sungguh sangat peka, dia bisa merasakan sesuatu yang tidak bisa kita lihat secara kasad mata, sungguh sensitif kulit ini dan sangat sangat peka sekali. Biasanya, apa yang dirasakan kulit, itu sangat berdampak langsung pada diri sendiri. Contoh : dikala kulit tersentuh air panas wajah kita akan langsung terekspresi kesakitan begitu juga ketika kita berjalan sendirian di gelapnya malam, kita merasa takut dan itu biasanya langsung reaksi kulit kita merinding dan wajah kelihatan pucat karena menahan rasa takut yang berlebihan. Jadi dengan demikian, apa yang di rasa kulit itu, secara tidak langsung bisa di lihat secara kasad mata. Jelasnya saudara, kulit bisa merasakan sesuatu yang tidak kelihatan atau sesuatu yang tidak kasad mata akan tetapi hasil dari apa yang dirasakan kulit itu bisa di lihat secara kasad mata.
Umat Tuhan yang berbahagia, saat ini kita berbicara suatu thema yang luarbiasa, yaitu ” Merasakan dan mengalami kehadiran Tuhan dalam hidup “.
Tuhan Allah menghendaki agar setiap orang yang mengaku percaya pada Yesus, adalah orang yang benar benar mampu dan bisa merasakan dan mengalami kehadiran Tuhan dalam hidupnya…. akan tetapi pada kenyataan di dunia ini, banyak orang yang mengaku percaya pada Yesus, beriman pada yesus tetapi hidup dan prilakunya tidak sama sekali mencerminkan prilaku hadirnya Tuhan dalam hidupnya….
Saudara,……. Dalam kenyataan hidup, orang kristen adalah yang percaya pada Yesus sebagai Tuhan dan juru slamat…. Karena sungguh aneh kalau orang kristen tidak percaya pada Yesus, dunia akan ketawa….. Yang lebih aneh lagi bapak dan ibu, dan yang sering kita lihat dan jumpai dalam hidup,.. yaitu banyak orang kristen yang hidupnya masih banyak ada dalam tekanan duniawi,..banyak orang kristen suka marah, suka dendam, egois, merasa dirinya paling benar, bahkan juga merasa diri nya paling suci dibanding yang lain. Sikap manusia yang semacam ini jelas tidak dikehendaki oleh Tuhan. Orang yang misih suka marah, dendam, iri dengki, egois, sombong dan semacamnya adalah orang orang yang belum bisa merasakan dan menghadirkan Tuhan dalam hidupnya….
Selanjutnya bapak dan ibu bagaimana sekarang, agar kita sebagai anak anak Allah, agar kita benar benar mampu dan bisa merasakan hadirnya Tuhan dalam hidup,…apa yang harus kita lakukan,.. sesuai dengan thema kita di atas tadi tentu pertama yang harus kita lakukan adalah, menumbuh kembangkan rasa yang ada di dalam diri kita, rasa itu penting dalam hidup ini, karena tanpa rasa kita tidak bisa merasakan bagaimana rasanya hidup…..
Rasa adalah bahasa yang paling universal dan paling pribadi. Setiap orang memiliki rasa yang berbeda-beda, meskipun berasal dari pengalaman yang sama. Rasa dapat muncul dari apa yang kita lihat, dengar, sentuh, atau alami.
Manusia itu mempunyai banyak rasa, bapak dan ibu, diantaranya diantaranya yaitu rasa cemburu, rasa iri dan dengki, rasa dendam rasa cinta dan juga rasa syukur,… Jadi disini kita harus mempunyai suatu keberanian untuk membuang dan memendam sedalam dalamnya, rasa rasa yang tidak berkenan di depan Tuhan, dan menumbuh kembangkan rasa yg berkenan di depan Tuhan, yaitu rasa syukur, karena hanya dengan rasa syukur kita bisa berdamai dengan Tuhan, hanya dengan rasa bersyukur kita bisa berdamai dengan diri kita sendiri. Dan dengan rasa syukur, tidak terasa kebahagiaan dalam hidup ini bertumbuh, dengan rasa syukur berarti kita telah merasakan dan mengalami kehadiran Tuhan dalam hidup.
Sidang jemaat di yang diberkati tuhan, firman sekaligus yang menjadi nats kita hari ini mengatakan : “Berbahagialah mereka yang tidak melihat, namun percaya.”
Pesan ini disampaikan Tuhan Yesus kepada Kita hari ini, kita memang tidak melihat Tuhan Yesus di salibkan, mati dan dikuburkan. kita tidak melihat kebangkitan-Nya saat itu, namun kita telah mendengar dan membacanya dari apa yang tertulis di dalam Alkitab. Karena Alkitab itu adalah merupakan falsafah, dasar dan pandangan hidup anak anak Allah. Percayalah saudaraku semua, Roh Kudus akan terus menuntun dan membuka hati kita melalui firmanNya, untuk percaya kepada Kristus yang telah bangkit. Karya Roh Kudus dan firman-Nya saat ini lebih dari cukup untuk kita memercayai bahwa Tuhan Yesus hadir dalam hidup kita.
Dan oleh karena kehadiran-Nya itulah, kita dapat menghadapi setiap kesulitan yang kita temui serta tetap dapat berdiri dengan teguh menjadi pemenang di atas gelombang kehidupan yang terjal.
Saudaraku terkasih, kiranya melalui sedikit renungan firman Tuhan hari ini, benar benar mampu membuat kita semakin teguh dan kokoh dalam menghadapi terjalnya kehidupan, Tuhan Yesus memberkati.Amien

by : Sudarmajitudeyang
-
Sejarah singkat berdirinya GKJW Jemaat kertorejo
Kala itu kurang lebih tahun 1853-1885 Kala itu orang-orang kristen Ngoro dan Kertorejo dalam melaksanakan ibadah Minggu menjadi satu yaitu di Gereja Ngoro, terlebih sejak datangnya Pendeta Jellesma dari Mojowarno membabtis mereka jadi satu di Gereja Ngoro. Akan tetapi ketika perkembangan Jemaat Ngoro kala itu kurang baik dan ibadah minggunya juga mengalami persoalan (tidak dilaksanakan) semua berdampak terhadap keadaan orang kristen di Kertorejo, yang kala itu mereka juga tidak pernah mengikuti ibadah minggu. Karena iman dan kepercayaan mereka terhadap Tuhan sangatlah kuat sehingga tidak lama kemudian mereka mengadakan perkumpulan/ibadah sendiri yaitu di rumah salah satu warga yang bernama Kyai Samuel dan yang melayani pertama kali kala itu ialah salah satu warga yang dianggapnya lebih dituakan. Pada awalnya mereka hanya berdoa dan membaca Alkitab sambil terus bermusyawarah mengenai hal-hal yang dianggapnya baik buat perkembangan iman dan persekutuan mereka bersama. Tidak lanma kemudian hal ini di ketahui oleh Pendeta Mojowarno (Pdt. J.E. Jellesma) dan Beliau sangat mengapresiasi sekali sehingga Beliau menyuruh utusan untuk melayani ke Kertorejo secara bergantian, diantaranya yaitu Kyai Paulus, Bernandus, Bertus, Lionar, Suleman, Asah, Yapet, dan Kyai Matadius, sedangkan Warga yang datang beribadah kala itu kurang lebih hanya 20 orang. Setelah berjalan cukup lama akhirnya Pdt. J.E. Jellesma menetapkan Kyai Lionar menjadi Pelayan tetap pertama di Kertorejo tahun 1855. setelah kurang lebih 1 tahun Kyai Lionar bertugas di Kertorejo dan warga seakin merasakan bahwa karakter Kyai Lionar sangatlah keras sekali warga kurang bisa menerima hal itu, lalu mereka mengajukan permohonan kepada Pendeta Mojowarno agar Kyai Lionar di tarik dan meminta agar di ganti oleh Kyai Sesam karena warga tahu bahwa Kyai Sesam itu berasal dari Kertorejo, akhinya permohonan itu di setujui oleh Pendeta Mojowarno dan kemudian ditetapkanlah Kyai Sesam menjadi Pelayan di Kertorejo pada tahun 1856 menggantikan Kyai Lionar. Pertama kali Kyai Sesam melayani di Kertorejo, tempat Ibadahnya masih seperti sebelumnya yaitu bertempat di rumah Kyai Samuel, meskipun waktu itu Kyai Sesam sudah mempunyai tempat sendiri ng cukup luas dan cukup dana pula untuk membangun sebuah Gereja. Tidak lama kemudian Gereja dibangun secara gotong royong meskipun idak besar, diperkirakan hanya muat kurang lebih tiga puluh orang. Gereja dirikan di tanah milik Kyai Sesam sendiri yaitu sebelah selatan barat rumah dekat jalan raya. Lama kelamaan perkembangan Waga Jemaat Kertorejo semakin menunjukan suatu perkembangan yang sangat menggembirakan, ditunjukan dengan Gereja yang semakin hari semakin penuh sesak ini membuktikan bahwa Warga semakin bertambah. Karena itu mereka bermusyawarah untuk bersama sama membangun Gereja di atas tanah sendiri yang agak besar daripada sebelumnya agar semua Warga bisa tertampung di dalam Gereja, kebetulan waktu itu ada tanah kosong bckas kandang kerbau, tempatnya mapan di pinggir jalan raya atau tepatnya disebelah timur jalan raya, disitulah tanah yang dipilih oleh Warga Jema’at untuk membangun sebuah Gereja dan di tetapkanlah sebagai tanah milik Gereja hingga sampai saat ini.
Tahun 1887-1888 Karena tuntutan zaman Gereja yang baru dibangun itu umurnya juga tidak panjang karena hampir semua bahannya terbuat dari bambu sehungga mudah di makan ngengat melihat kondisi yang seperti ini akhirnya Warga bermusyawarah kembali untuk membangun Gereja yang lebih baik lagi, akhirnya pada tahun 1887 Gereja dibongkar dan membangunnya kembali yang tentu lebih besar lagi, di perkirakan muat kurang lebih 200 orang dan bahan bangunannya semua berasal dari kayu jati. Melihat hal seperti ini Warga sedikit mengalami kebingungan sehingga mendapatkan perhatian dari Pendeta caranya Mojowarno, kemudian mereka bermusyawarah bagaimana membangun Gereja kembali yang tentu lebih besar baik dan kuat, keputusan mereka Gereja harus di bangun dan semua bahan bangunan harus berasal dari kayu jati yang sudah tua agar tidak mudah rusak. Tidak lama kemudian Kyai Sesam membuka uang tabungan, ketika beliau masih melayani di Jemaat Ngoro (+ tahun 1865 – 1886) dan tabungan itu disimpan didalam bambu besar ditaruh di rumahnya Kyai Artinah selaku Tetua Jemaat Ngoro. Semua itu di saksikan oleh Tetua Jemaat Kertorejo, banyaknya tabungan Rp.100 (seratus rupiah) begitu juga dengan tabungan yang berasal dari Jemaat Kertorejo semua itu dikumpulkan jadi satu untuk pembiayaan kemudian di setorkan ke Pendeta Mojowarno guna untuk pembiyayaan pembangunan Gereja di Kertorejo. Demi kelancaran pembanguan Gereja, Warga Jemaat berbagi tugas, dan kala itu Warga Jemaat saling bahu membahu antara Warga Kertorejo dan Warga Ngoro, diantara mereka pergi keb untuk menebang dan membalok kayu jati atas ijin pemerintah. Dari le Kertorejo dipimpin oleh Guru injil Iprayim/Kyai Iprayim sedangkan dari Jemaat Ngoro oleh Guru Injil Sesam/Kyai Sesam. Note: Setelah semuanya bahan pembuatan Gereja sudah siap termasuk kayu iuga sudah dibawa ke Kertorejo dari Mojowarno, baru warga menentukan hari peletakan batu pertama dan jatuh pada tanggal 20 September 1887, pembangunan Gereja memang berjalan agak lambat tidak selesai dalam jangka waktu satu tahun. Itu semua di karenakan salah satunya ialah tempat/tanah yang di tempati untuk membangun Gereja sangat rendah. Lama menanti akhirnya Warga Jemaat Kertorejo bisa menikmati hasil jerih payahnya selama ini, yaitu dengan diselesaikannya pembangunan Gereja yang cukup apik dan besar. Warga sangat senang dengan selesainya pembangunan Gereja lalu mereka bermusyawarah kembali untuk menentukan hari kapan Gereja disucikan dan diresmikan, akhirnya tanggal 30 Desember 1888 dipilihlah oleh warga sebagai tanggal penyucian atau pentabisan dan peresmian Gereja.
Catatan :
* Pada tahun 1853 adalah awal terbentuknya persekutuan kristen di desa kertorejo.
* dan di perkirakan pada tahun 1888, awal berdirinya gedung gereja di desa kertorejo.

-
Hidup menjadi berkat
Bacaan : Yohanes 12 : 20 – 26
Ayat nats : Yohanes 12:24 “Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya jikalau biji gandum tidak jatuh ke dalam tanah dan mati, ia tetap satu biji saja; tetapi jika ia mati, ia akan menghasilkan banyak buah “.
Saudaraku yang berbahagia, bacaan kita tadi menceritakan salah satu aktifitas Tuhan Yesus beserta murid Muridnya, pada sebuah acara ibadah salah satu hari raya,. (Dalam bacaan tdk disebutkan hari raya apa ). Perlu diketahui bapak dan ibu, kala itu ternyata Yesus itu juga disenangi oleh orang orang kafir Yunani secara diam diam. Perlu diketahui saudara, TDK semua orang kafir itu membenci Yesus, ada juga yang dengan diam diam mereka justru melakukan seperti apa yang dikatakan Yesus, meskipun tdk secara terang terangan.
Kala itu orang orang Yunani datang kepada filipus dan berkata, Tuan kami ingin bertemu Yesus,…lalu filipus menemui Andreas…dan mereka berdua menyampaikannya pada Yesus, bahwa ada orang Yunani yang ingin bertemu…..lalu Yesus menjawab….katanya ” sudah saatnya anak manusia di muliakan. “Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya jikalau biji gandum tidak jatuh ke dalam tanah dan mati, ia tetap satu biji saja; tetapi jika ia mati, ia akan menghasilkan banyak buah.
Ayat ini mempertegas bahwa sebenarnya Yesus sudah mengetahui, kalau dirinya tidak lama lagi akan menghadapi sebuah penderitaan yang sungguh hebat. Yesus mengetahui bahwa diri nya akan mati di salibkan.
Saudaraku terkasih sebagai manusia sebetulnya, dan seandainya Yesus Tuhan tidak disalibkan dan mati, kita tidak bisa disebut manusia yang merdeka. Seandainya Yesus tidak mati kita tidak bisa menikmati hidup damai sejahtera. Seandainya Yesus tidak disalibkan, hidup kita ini akan terus terbelenggu, terpasung oleh sebuah penderitaan, persoalan hidup yang seakan tiada habisnya, karena kita tidak bisa memanage pola pikir kita dengan baik..sehingga kita terus jatuh kedalam persoalan hidup yang seakan tiada habisnya.
Saudaraku yang di berkati Tuhan.
Dari awal Tuhan Allah tau, ending dari setiap kehidupan manusia di dunia ini. Yaitu satu orang pun tidak akan ada yang selamat, semua masuk dalam api penderitaan yang kekal. Mengetahui hal yang demikian Allah bapa mengutus anaknya yang tunggal yaitu Yesus Kristus, turun kedunia menjalankan semua rencana Allah bapa, yang di kenal dengan via dolorosa, yang artinya jalan penderitaan. Dan Yesus menyadari sepenuhnya akan hal ini, mangkanya Dia mengatakan kepada filipus dan Andreas, dalam bacaan kita hari, bahwa biji Gandung harus jatuh ketanah dan mati agar berbuah banyak. Biji gandum disini adalah Yesus itu sendiri bapak dan ibu. Karena jikalau Yesus tidak mati, hidup manusia termasuk Kula lan panjenengan sadaya akan terus menderita.
Saudara ku yang berbahagia, sekarang Yesus telah menderita mati dan bangkit lagi.. dengan kemataianNya Tuhan Yesus telah memberikan kepada kita hak sebagai manusia yang layak hidup merdeka, bahagia dan damai sejahtera. Sekarang hak itu sudah ada didalam tangan kita, selanjutnya bagaimana kita bisa menggunakan hak itu dengan baik dan bijaksana. Karena jikalau kita salah memaknai dan menggunakan hak itu, maka hidup kita akan kembali jatuh pada sebuah penderitaan yang berkepanjangan.
Oleh karena itu saudara, satu syarat yang harus kita miliki, agar kita bisa menggunakan hak kita, hidup damai sejahtera, yaitu kasih….. Sebak tanpa kasih, kebahagiaan yang kita dapat itu hanyalah semu belaka, tanpa kasih kedamaian, kesejahteraan yang telah kita rasakan itu hanyalah sementara sifatnya.
Agar kasih pemberian Tuhan yang sudah ada dalam diri kita ini bisa bekerja dengan baik, perlu tindakan berani dan nyata dalam setiap langkah kehidupan kita,..kita harus berani mematikan kepentingan duniawi kita, agar kasih itu bisa berbuah banyak, dan dirasakan oleh banyak orang di kanan dan kira kita.
Umat Tuhan yang berbahagia, sebentar lagi kita bersama sebagai anak anak Allah, akan mengikuti perjamuan Kudus Tuhan, sebagai pengingat bahwa melalui via dolorosa, Tuhan Yesus telah menyelamatkan hidup saudara dan saya. Oleh karena itu melalui renungan firman Tuhan malam hari ini, marilah kita mempersiapkan diri kita dengan baik dan bijak, terus menumbuh kembangkan kasih pemberian Allah juga dengan baik dan bijak, serta berani meninggalkan perbuatan perbuatan yang selama ini kurang berkenan di depan Tuhan. Selamat mempersiapkan diri dan Tuhan Yesus memberkati. Amien.

By : Sudarmajitudeyang
-
Ketaatan Kristus membuahkan perdamaian
Bacaan Yohanes 12 : 20-33
Ayat nats :Yohanes 12:24 Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya jikalau biji gandum tidak jatuh ke dalam tanah dan mati, ia tetap satu biji saja; tetapi jika ia mati, ia akan menghasilkan banyak buah.
Saudaraku yang berbahagia Thema renungan hari ini adalah ketaatan Kristus membuahkan perdamaian.
Ketaatan saudara, ketaatan itu berasal dari kata dasar taat. Yang didalam kamus besar bahasa indonesia berarti , patuh, setia, tidak berlaku curang dan Soleh. Sedangkan taat menurut pemahaman alkitab adalah mendengarkan firman Tuhan lalu melakukannya dengan baik dan benar. Saudaraku yang berbahagia, minyimak them kotbah Minggu ini, ketaatan Kristus membuahkan perdamaian , ya…memang benar ketaatan Kristus membuahkan perdamaian. Karena ketaatan Kristus, dunia telah di perdamaian dengan Allah Bapak yang di Sorga, karena ketaatan Kristus manusia diangkat dari dalamnya lumpur dosa. Karena ketaatan Kristus kepada bapak nya yang sorga kita manusia diberi hak.!! untuk merdeka, diberi hak untuk hidup bahagia dan damai sejahtera. Saudara….karena begitu taatnya Kristus kepada bapa yang di sorga, apapun cobaan hidupnya, bahkan maut sekalipun dia hadapi, walaupun sebagia manusia Kristus Yesus juga merasakan kesedihan, kepedihan dalam hati, seakan Dia tidak sanggup menghadapi semua penderitaan yg Dia alami. Sebegitu beratnya penderitaan yang dihadapi sampai sampai Yesus berteriak kepada bapanya yang di sorga, ” Tuhan kalau boleh biarkanlah cawan ini berlalu dari hadapanku…!!!!.. tapi janganlah kehendakulah yang terjadi, kehendakmu jadilah….ini di sampaikan Yesus ketika detik detik dia mau ditangkap dan di slalibkan.
Karena begitu taatnya Yesus kepada bapanya, Dia rela melakukan semuanya itu. Dia rela melakukan semua rencana bapanya yang di sorga hanya demi kebahagiaan manusia, termasuk saudara dan saya. Bapak dan ibu muda mudi yang di berkati Tuhan. Sekarang manusia termasuk saudara dan saya, semua mendapatkan hak yang sama, untuk hidup bahagia, damai sukcita dan terberkati hidup sejahtera untuk selamanya.
Hanya saja untuk mendapatkan hak itu semua, satu yang diminta Tuhan sebagai syaratnya yaitu, sebagaina Kristus taat kepada bapanya, kita juga dituntut untuk taat kepada syang khalik semesta sang empunya kehidupan, dalam diri Yesus Kristus sang penebus dosa.
Sebagai anak anak Allah wajib hukumnya bagi kita untuk taat kepada Kristus.
Dan agar ketaatan kita kepada Kristus bisa terpelihara dengan baik sampai akhir masa, ada satu hal yang wajib kita miliki yaitu : KASIH
Karena dengan kasih, Kristus rela berkorban demi keselamatan manusia. Karena dengan kasihnya, Kristus Yesus rela mematikan kepentingan pribadinya dan menjalankan rencana bapanya yang di sorga. Dengan kasihnya pula Yesus berjuang mati matian, di salibkan dan mati hanya untuk memperjuangkan agar manusia mendapatkan haknya untuk hidup merdeka, damai dan sejahtera.
Oleh karena itu saudara, tanpa kasih kita tidak akan bisa taat kepada Allah dengan baik dan benar. Kalau ada orang berkata aku taat kepada Allah tapi tidak mempunyai kasih, berarti taatnya berpura pura. Bagaimana dia bilang taat kepada Allah kalau hidupnya masih suka marah arah, suka ngomongin orang, suka menghina orang dll. Oleh karena itu marilah kita taat kepada Allah dengan penuh kasih. Agar hak kita untuk hidup bahagia, damai sejahtera bisa kita miliki.
Umat yang berbahagia, untuk menumbuh kembangkan rasa kasih dalam diri kita, itu perlu perjuangan, perlu semangat, perlu kerelaan juga perlu pengorbanan. Kita perlu mematikan kepentingan duniawi kita, agar kasih kita bisa bertumbuh dengan baik dan berbuah banyak, bila kasih dalam hidup kita itu sudah berbuah maka dengan sendirinya akan tumbuh pula kedamaian, karena damai itu harusnya memang dimulai dari diri kita bukan dari orang lain.
Saudaraku yang berbahagia, nats kita hari ini mengatakan.. ;
Sesungguhnya jikalau biji gandum tidak jatuh ke dalam tanah dan mati, ia tetap satu biji saja; tetapi jika ia mati, ia akan menghasilkan banyak buah.
Biji gandum disini adalah Yesus itu sendiri, dan memang Yesus harus mati, demi tumbuh kembangnya kasih karunia Allah, yang sanggup menghidupkan harapan banyak orang, karena dengan kematian Yesus, setiap orang yang percaya dan taat kepadanya tentu diselamatkan, diberi hidup damai sejahtera yang tiada habisnya kini sampai selama lamanya. Tuhan Yesus memberkati. Amien.
BY : Sudarmajitudeyang

-
Orang yang bertobat dengan sungguh dan tulus, do’anya pasti di kabulkan
Hakim-hakim 16:28 Berserulah Simson kepada TUHAN, katanya: “Ya Tuhan ALLAH, ingatlah kiranya kepadaku dan buatlah aku kuat, sekali ini saja, ya Allah, supaya dengan satu pembalasan juga kubalaskan kedua mataku itu kepada orang Filistin.”
Bertobat, berarti menyesal atas segala apa yang di lakukan selama ini, bertobat juga berarti kembali kepada Tuhan. Jadi dengan demikian, bila ada orang bertobat, berarti orang tersebut telah dengan sadar bahwa hidupnya selama ini telah jauh meninggalkan tuhan, bahwa hidupnya selama ini telah melakukan perbuatan perbuatan yang tidak berkenan kepada Tuhan, bahwa hidupnya selama ini telah berlumuran dengan dosa.
Saudara dalam bacaan kita di atas di ceritakan, Simson yang semula diberkati Tuhan penuh dengan kekuatan yang luarbiasa tiada tandingannya, dalam menghadapi orang filistin, Akan tetapi kekuatan itu menjadi hilang karena Simson suka main perempuan. Pada akhirnya Simson masuk dalam perangkap perempuan dan diserahkanya kepada orang orang filistin.
Disana Simson sedang menghadapi banyak tekanan, selain dipermalukan didepan banyak orang orang filistin dia juga akan menghadapi maut.
Dalam situasi dan kondisi yang seperti ini Simson sadar penuh, bahwa dia telah banyak melakukan pelanggaran atau perbuatan perbuatan yang justru menyakitkan hati Tuhan allah, Simson sadar akan dosanya, Simson sadar akan kesalahannya, dia tulus bertobat menyesali semua pelanggaran dan kesalahan, sebelum maut menjemput Simson memohon kepada Allah dalam Doanya, dia minta kekuatan, dan ternyata Tuhan Allah mengabulkannya.
Sekarang bagai mana dengan kita, yang hidup di zaman sekarang ini, bukankah diantara kita juga sama dengan Simson, Yang sering dan mudah jatuh dalam pelukan dosa, mudah terpesona, mudah terperangkap karena kemewahan dan gemerlapnya dunia.!!!…. Bukankah diantara kita juga banyak dan sering mengalami tekanan tekanan hidup didunia ini.??. Justru kadang kita tidak terasa, telah membuat banyak perangkap buat diri kita sendiri, kita terlalu sering telah mengikatkan diri kita sendiri dengan kepentingan kepentingan duniawi dari pada kepentingan sorgawi… Dan pada akhirnya ini semua membuat doa doa kita tidak dijawab atau di kabulkan oleh Tuhan.
Karena itu marilah, mumpung belum terlambat, mari kita mengintrospeksi diri, sadar dengan tulus hati, kita bertobat, dan berdoa, minta kekuatan dari Tuhan Allah, agar kita diberi kekuatan, kemampuan juga kebijaksanaan serta kemenangan, dalam menghadapi segala rintangan dan tantangan zaman yang semakin garang ini. Sekali lagi percayalah, bertobatlah dengan sungguh maka doa kita pasti dijawab dan dikabulkan oleh Tuhan. Tuhan Yesus memberkati. Amien.

by : Sudarmajitudeyang. Wong gkjw chanel
-
manusia merdeka
MANUSIA MERDEKA
adalah manusia yg sudah selesai dgn dirinya sendiri..
ia tdk butuhkan pengakuan orang lain untuk berbahagia,,
ia tdk perlukan pujian orang lain untuk merasa berharga.. karena ia hanya yakin pada Sang Maha KuasaMANUSIA MERDEKA tdk silau dengan bungkus atau sampul, karena mereka memilih ESENSI, MAKNA dan HAKIKAT. Serta hidup yang berakar hanya pada iman yang kuat, tumbuh dan tentu berbuah lebat.
MANUSIA MERDEKA tetap sabar & tenang,, dalam menghadapi segala situasi dan kondisi dan tetap bijak dalam mengambil sebuah keputusan
ia terkendali dgn baik saat di ejek dan dicaci, juga ketika disanjung.
Kakinya menapaki bumi dan menjalani realitas,
tetapi jiwanya sudah berada di atas.MANUSIA MERDEKA berteman dan bersaudara tanpa membedakan status sosial, tdk ada kasta, tdk ada senior ataupun junior.
Karena bagi MANUSIA MERDEKA, kehidupan diatas bumi hanyalah sekedar peran² fana dari sang Pencipta khalik sebagai SUTRADARASalam Satu patunggilan dari WONG GKJW CHANEL

-
Murnikan gereja dengan hidup saling mengasihi
-
Beranda

Anda harus log masuk untuk menerbitkan komentar.