-
Sehat dan objektif dlm berfikir
Di negriku Indonesia yang sangat saya cintai dan banggakan ini, yang ternyata di dalam nya banyak didiami bermacam macam suka bangsa, ada suku jawa, suku betawi, suku sunda, suku ndayak, ambon, menado dan masih banyak lagi lainya. Begitu juga dengan agamanya, satu dg yang lainnya berbeda, ada yang memeluk agama islam, hindu, buda, katolik, konghucu dan kristen.
Disinilah kebanggaanku, meskipun kami beda tetap kami saling menghargai satu dg yang lain, kami tak pernah mempersoalkan perbedaan agama, yang kami utamakan adalah satu kesatuan, kebersamaan dalam membangun sebuah peradapan bangsa yang berdasarkan pancasila.
kebetulan saja, saya adalah penganut agama nasrani, yang bernaung dalam sebuah naungan GREJA KRISTEN JAWI WETAN ( GKJW ).
Sesuai dengan kalender gkjw tahun ini adalah merupakan tahun daur penatua dan diaken, masabakti 3th kedepa. Sebagai warga gkjw yang baik, dan peduli terhadap perkembangan gkjw kedepan, sekaligus sebagai rasa tanggung jawab moral terhadap gereja, sebaiknya kita harus tetap ambil bagian didalamnya.
Memang untuk membuat sebuah gereja/jemaat, mampu menghadapi setiap tantangan yang ada sesuai perkembangan zaman. Jemaat memmerlukan para pelayan ( penatua dan diaken ) yang handal dalam berfikir. ( harus cerdik seperti ular dan tulus seperti merpati. Matius 10 : 16b ). Punya wawasan kedepan yang cukup mumpuni. Karena itu dalam kesempatan daur kali ini, semoga saja nanti nya terpilih para penatua dan diaken yang benar benar mampu mengemban tugas pelayananya dg baik.
Warga jemaat sudah saatnya berfikir objektif, dalam menentukan pilihannya, karena ini menyangkut sebuah masadepan gereja/jemaat. Sudah saatnya kita memilih para penatua dan diaken kita berdasarkan :
1. pola pikir yang sehat
2. objektif.
1.1. Sehat berarti kita harus menentukan pilihan kita tidak sedang dalam keadaan tertekan, tidak sedang emosi, apalagi sentimen dan benci.
2.2. Objektif, pilihlah Penatua dan Diaken berdasarkan talenta dan kemampuan yang mereka miliki, dan jangan memilih berdasarkan asal suka, atau yang penting bukan Dia.
Karena kalau sampai hal demikian yang terjadi, tentu ini membahayan buat perkembangan gereja.
Saya pribadi sebagai warga gereja, sungguh sangat mengharapkan. Para penatua dan diaken yang terpilih nanti benar benar mampu mengemban tugas pelayanannya dg baik. ( jangan sampai ada talenta yang di paksakan ).
Karena menurut pendapat saya saat ini gereja bukan hanya di tuntut untuk bisa mengimbangi perkembangan zaman yang semakin maju ini, akan tetapi gereja juga harus lebih kreatif, berinovasi dalam menjalankan tugas pelayanannya di bumi ini, selanjutnya agar gereja juga semakin di cintai warganya, ini saat yang tepat bagi gereja untuk mengaryakan para pelayannya turun mencari mereka yang hilang dan bukan hanya duduk di belakang meja.
Saatnya, mari kita tinggalkan pola pikir kita yang lama, kita tinggalkan kebiasaan kita yang kebanyakan hanya bisa tunjuk jari, mencari cari dalam membela diri yang pada akhirnya hanya menyalahkan sana sini. Hal yang demikian ini justru takkan pernah membuat gereja/jemaat mandiri.
Dengan demikian, agar gereja benar benar mandiri, baik daya dana dan teologinya, mari pada kesempatan daur kali ini, salah satunya, kita pilih para penatua dandiaken berdasarkan pola pikir kita yang sehat dan objektif. Dan jangan lupa berdoa minta petunjuk Tuhan sebelum menentukan pilihan, akhirnya Selamat memilih dan Tuhan Yesus memberkati.

By : Sudarmajitudeyang
-
KUAT DALAM IMAN
Percaya hanya pada Tuhan Bacaan : Lukas 24 : 13 – 35
Shalom bapak ibu yang dikasihi Tuhan, selamat berjumpa kembali dalam rangka ibadah rutin jumaat hari ini dan salam sehat buat kita semua, saudaraku semua, sebagai manusia, Sering kali kita mudah galau, mudah putus asa dan kehilangan harapan, ketika impian dan harapan tidak sejalan dengan kenyataan. Tak jarang Kita menyerah, kita lari dari kenyataan, mencari hal – hal yang mampu memberikan penghiburan dan seringkali hal – hal tersebut tidak sehat. Kita lupa bahwa segala sesuatu masih bisa diperbaiki, masih ada jalan keluar, ketika kita mau berusaha.
Saudaraku terkasih, begitu juga dengan apa yang di alami para murit Tuhan Yesus, pasca kematian Nya. Seperti cerita bacaan kita pada kita hari ini, di sana ada perasaan kecewa, marah, putus asa dan kehilangan harapan dan kepercayaan akibat kematian Yesus. Benturan keras antara harapan dengan kenyataan. Impian masa lalu dengan kenyataan di hari ini. Membaut mereka meninggalkan Yerusalem, meninggalkan rekan – rekannya (persekutuan), meninggalkan kenangan yang luar bisa yang di alami bersama Yesus. Bahkan keberangkatan mereka bertepatan dengan berita yang didengar bawha kubur Yesus kosong. Fokus pada kematian ini yang menjadi halangan utama untuk percaya pada kebangkitan. Dan itulah yang menutup mata mereka terhadap Teman seperjalanan mereka. Yesus hadir untuk membukakan mata hati mereka, memberikan penghiburan, memberikan harapan kepada mereka, agar tidak berlarut – larut dalam kesedihan. Akhrinya mereka bangkit dan kembali lagi ke Yerusalem untuk berkumpul bersama – sama dengan teman – temannya dan mencertiakan kabar sukacita, bahwa Yesus telah bangkit.
Pengalaman di jalan ke Emaus adalah model perjalanan yang Yesus buat untuk kita saat ini. Ia membuka mata hati kita, mengarahkan kita kepada kehendak Allah dan menyatakan diri-Nya di sepanjang perjalanan hidup kita. Yesus tidak ingin, kita tinggal dalam kesedihan dan larut dalam kekecewaan. Ia tidak ingin kita jatuh dalam keputusasaan dan tenggelam dalam kecemasan. Ia tidak ingin kita kehilangan harapan dan memandang masa depan penuh ketakutan. Ia ada bersama kita, berjalan bersama kita, bercakap-cakap dengan kita, tinggal dan makan bersama kita.
Dalam perjalan ke Emaus, hanya satu murid yang disebutkan namanya oleh Yesus yaitu Kleopas, sedangkan yang satu tidak disebutkan. Penulis injil Lukas ingin kita terlibat dalam pengalaman perjalanan ke Emaus itu dan membawa kita pada kesadaran bahwa kitalah murid yang tidak disebutkan namanya itu. Karena itu, perjalanan ke Emaus adalah perjalanan kita. Perjalanan itu adalah tentang kita, tentang saudara dan saya dan juga Tuhan.
Saudaraku terkasih, kiranya sedikit renungan hari mampu menumbuh kembangkan iman serta harapan kita kepada Tuhan, Tuhan Yesus memberkati. Amien.

By : Sudarmajitudeyang -
SALING MENGHARGAI DAN BUKAN MENGHAKIMI
Walaupun berbeda tapi kami saling menghargai Roma 2 : 12 – 16
Shalom bapak, ibu serta saudara yang dikasih oleh Tuhan.
Pasti kita tidak asing lagi dengan acara “debat” yang disiarakan oleh salah satu televise swasta di Indonesia dan di bawakan oleh presenter Karni Ilyas. Acara ini membahas suatu permasalah dengan melihat dari dua sudut pandang yang berbeda. Tidak sering, meraka mencari-cari permasalah yang dilakukan oleh lawan bicaranya dan menganggap bahwa argument mereka itu yang paling benar dan yang lain salah, dan lawan bicaranya harus mau menerika argument itu. Bahwakan sering kali acara-acara debat berakhir dengan ricu.
Bapak, ibuk serta saudara yang di kasihi Tuhan.
Seringkali sikap seperti ini, sikap menang sendiri, egois, memaksakan kehendak itu kita lakukan dalam kehidupan sehari-hari. Sehingga ada pepatah yang mengatakan Gajah di pelupuk mata tidak terlihat, semut di seberang lautan terlihat. : kesalahan diri sendiri tidak terlihat, tetapi kesalahan orang lain terlihat jelas.
Sama halnya dengan bacaan kita pada pagi hari ini yang menceritakan tentang jemaat di Roma yang berlatar belakang Yahudi yang merasa mereka aman dari hukuman Allah karena mereka terlindung oleh hukum Taurat, seolah-olah mereka memiliki keistimewaan sehingga terhindar dari hukuman Allah, dan kemudian mereka menghakimi orang-orang non-Yahudi. Rasul Paulus mengecam tindakan mereka, karena menutur Rasul Paulus apa yang dilakukan itu adalah salah dan tidak luput dari dosa. Rasul Paulus mau menegaskan bahwa semua sama di mata Allah, tidak ada yang mananya Yahudi dan Non-Yahudi.
Dari surat Rasul Paulus kepada jemaat di Roma, memberikan pemahaman kepada kita bahwa, kita hidup didunia ini, sama satu dengan yang lainnya dan tidak ada perbedaan. Karena kita setara dihadapan Tuhan. begitu pula dengan teguran dari Tuhan, semua orang mendapatkan teguran yang sesuai atas pebuatan yang telah kita lakkan. Ketika kita mendapatkan teguran dari Tuhan, kita haru intropeksi diri, melihat kembali apa yang telah kita lakukan dan berdoa memohon pengampunan kepada-Nya.
Bapak ibu serta saudara yang dikasih oleh Tuhan. Kita hidup didunia ini sebagai mahluk sosial, yang tidak bisa lepas dari orang lain, yang saling berkaitan satu dengan yang lainya. Sehingga dalam kehididupan ini, kita sebagai anak-anak Tuhan memiliki kewajiban membangaun hubungan yang baik, antara sesama ciptaan Tuhan. tanpa pandang bulu, tak membedakan. kaya atau miskin, tak membedakan pula agamanya apa. status sosialnysa apa. kiya harus bisa saling menghargai, saling menghirmati dan bisa kerja sama dg baik. dan tentu juga demi kebaikan kita bersama.
saudaraku terkasih,
Kiranya kita semua dimampukan untuk lebih menghargai perbedaan yang ada. Tuhan Yesus Memberkati Amin.
By : Sudarmajitudeyang
-
GUNAKAN KUASA TUHAN
Imamat 19:18
Janganlah engkau menuntut balas, dan janganlah menaruh dendam terhadap orang-orang sebangsamu, melainkan kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri;
Saudaraku semua yg berbahagia, Kita ada di dunia ini, adalah merupakan suatu anugrah terbesar pemberian Tuhan, Tuhan Allah telah memberikan apa yg terbaik buat kita umat pilihan Nya, Tuhan Allah juga mempunyai rencana terindah buat saudara dan saya. Tinggal kita bagaimana menterjemahkan anugrah Tuhan itu dalam hidup kita hari lepas hari.
Saudaraku yang terkasih, sebagai manusia kita tidak jarang, kurang menyadari atau bahkan tidak menyadari sama sekali keberadaan Tuhan di dalam hidup kita, sehingga kita jarang sekali bahkan tdk pernah melibatkan Tuhan dalam setiap langkah hidup kita, kita masih sering hanya mengandalkan kekuatan pribadi kita sendiri dalam melakukan aktifitas kita sehari hari sehinhga kekuatan/kuasa Tuhan yg sebenarnya sudah ada dlm diri kita ini, tdk bisa bekerja dg maksimal. Padahal saudaraku, Tuhan Allah itu menghendaki agar setiap langkah kita senantiasa mengandalkan Tuhan, sehingga kekuatan dan kuasa Tuhan benar benar maksimal bekerja atas kehidupan kita, sehingga kita terhindar dari segala macam bentuk pebcobaan yg akhirnya justru membawa kita kedalam pebderitaan.
Saudaraku terkasih, dalam 1 Korintus 3:16 “Tidak tahukah kamu, bahwa kamu adalah bait Allah dan bahwa Roh Allah diam di dalam kamu? “
Dalam ayat ini jelas di tegaskan, bahwa diri kita ina adalah rumah Tuhan, berarti kuasa dan kekuatan Tuhan juga ada di dalam diri kita, selanjutnya bagai mana agar kita mampu dan bisa menggunakan kuasa dan kekuatan Tuhan itu dg benar dalam hidup kita ?…
Agar kuasa dan kekuatan Tuhan bisa bekerja dg baik dlm hidup kita!!! Dengarkan nasehat Tuhan melalui…
Imamat 19:18 :” Janganlah engkau menuntut balas, dan janganlah menaruh dendam terhadap orang-orang sebangsamu, melainkan kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri;
Sebagai orang kristen kita di tuntut untuk bisa bersikap sabar, berbelas kasih, rendah hati, sopan, tidak pendendam dan bisa menghargai serta menghormati sesama manusia tanpa membedakan suka, ras dan golongan serta agamanya apa. Kalau ini bisa kitalakukan dg baik, percayalah kuasa dan anugrah Tuhan senantiasa akan menjadi nyata dalam hidup kita. Kita akan terus di berkati dan tidak kekurangan suatu apapun sehingga kitabisa hidup tentran dan nyaman dalam nuansa kebangsaan.
Saudara ku semua, memang hidup didunia ini adalah kesempatan, oleh karena itu mari kita gunakan kesempatan hidup ini dengan sebaik baiknya, lakukan yang terbaik sesuai dg kehendak tuhan agar kita terus terberkati dan bisa menjadi berkat bagi orang lain yang membutuhkan, akhirnya saya ucapkan selamat berkarnya dan tetap semangat TUHAN YESUS MEMBERKATI. Amien.
By : Sudarmajitudeyang.
-
ASUNG LELADOS
Mateus 19:19
” Sira ngajenana bapa-biyungira lan sira tresnaa marang sapepadhanira kayadene awakira dhewe. “
Sederek kula ingkang kinasih ing dalem asmane Gusti, sugeng pinanggih malih, ing kempalan brayat dalu menika, patunggilan ingkang kinasih, kempalan brayat dalu menika taksih wonten gegayutanipun kaliyan bulan kespel.
Condong kalian kalender GKJW, antawis bln mei lan juni menika dipun tetap aken, minangka bln kespel, njih menika bulan kesaksian lan peladosan. Saderek kula sadaya ingkang kinasih, minangka umat pilihanipun Gusti, kula lan pajenengan sadaya, sadar utawi mboten, sadaya dipun tuntut kedah saget nedahaken dumateng tiyang lintu bilih kita sadaya menika estu sampun binerkahan dening Gusti, kito kedah saget asung lelados dumateng satunggal lan santunggalipun, tanpa mbedak mbedakaken, setatus sosialipun, tanpo mbedak mbedakaken agaminipun, kita kedah wantun bersaksi, bilih Gusti Yesus menika estu sampun nuntun, nyarengi lan nyekapi sadaya lampahing gesang kula lan panjenengan.
Patunggilan ingkang kinasih, condong kaliyan nats kita dalu menika,
Mateus 19:19.
Sira ngajenana bapa-biyungira lan sira tresnaa marang sapepadhanira kayadene awakira dhewe.”
Minangka tiyang kristen kita kedahipun wantun nedahaken, bilih kita menika benten kaliyan lintunipun, kita kedah wantun nedahaken bilih kita menika tiyang tiyang ingkan di pun timbali lan dipun piji dening Gusti supados saget nindakaken gesang condong kaloyan karsanipun Gusti. La gegayutan kaliyan bln kespel menika gusti paring. Mandat dumateng kita sadaya, salah satunggile kados engkang kaserat wonten ing Mateus 28:19-20
19 Mulane padha lungaa, sakabehing bangsa padha dadekna siswaKu, lan padha baptisen ing asmane Sang Rama, Sang Putra lan Sang Roh Suci,
20 apadene padha wulangen bab apa kang wis Dakdhawuhake marang kowe kabeh. Lah, Aku tansah nunggal karo kowe, nganti tumeka ing wekasaning jaman.
Saderek kula sadaya, sakmenika kados punda caranipun supados kita saget memulang, saget asung lelados kanthi sae lan saget ugi di pun trami kaliyan tiyang lintu kanthi sae ugi, minika kedah dipun pikiraken supados misi saget berhasil, lumantar Mateus 10:16 Gusti paring wejangan dumateng kita sami ingkang mekaten suraosipun
“Lah kowe padha daklakokake kayadene wedhus gembel menyang ing satengahing asu ajag, mulane sing ngati-ati kaya ula lan sing bares kaya manuk dara.
Menika sampun cetha lan gamblang sanget, kita kedah bijak, angen kita asung lelados, supados misi menika saget berhasil, kita kedah bijak anggen kita bersaksi, saking pundi kedahipun kita wiwiti, anggen kita asung lelados lan bersaksi menika ?? Lah bapa lan ibu ugi saderek kula sadaya menurut pemanggih kula, sadaya menika saenopun mangga kita milai saking balai griya kita piyambak piyambak, kados pundi saenipun kita hambangun gesang bebrayatan, kita bangun kanti sae malih hubungan gesang kita kaliyan semah, kaliyan para putra lan ugi kaliyan tiyang sepuh, menawi Menika Sampun kita tindakaken kanthi sae, gesangipun Brayat kita rumaos tentrem lan ayem, ugi saget dados tulodo kagem tiyang lintu lan sejatosipun menika ingkang dipun kresakakem dening Gusti, karana menawi gesang kita utawi gesamg brayat kita dereng sae, kados pundi kita saget dados tulodo, menawi kita dereng saget nresnani brayat, semah putra wayah lan tiyang sepuh, kados pundi kita saget nresnani tiyang lintu.
Karana manika saderek kula ingkang kinasih, supados anggen kita bersaksi saget berhasil lan tamtu binerkahan dening Gusti, mangga sadaya menika kita wiwiti saking brayat kita piyambak piyambak, lan mugi anggen kita sami bersaksi, asung lelados saget dados Berkat kagem gesang kula lan panjenengan sadaya ugi sesami, Gusti yesus amberkahi…. Amien.

By : Sudarmajitudeyang.
-
GESANG LANGGENG
Gesang langgeng Yokanan 17:3
“ Wondene menggah gesang langgeng punika manawi tiyang sami wanuh kaliyan Paduka, Allah ingkang sajati piyambak, sarta dhateng Yesus Kristus utusan Paduka “.
Patunggilan ingkang kinasih ing ndalem asmanipun Gusti kita yesus kristus, reraosan dalu menika keparenga kula paringi judul, “ GESANG LANGGENG “
Ngapunten sakderenge njih, wonten ngriki kula terinspirasi kaliyan kotbahipun bapak siono diten seloso kalawingi, ingkang nyinggung bab perkawis gesang langgen, njih menika gesang ingkang dados tujuanipun sadaya umat kagunganipun Gusti yesus, termasuk kula lan panjenengan sadaya.
Sakmenika gesang kekal menurut iman kapitadosan kristen menika gesang ingkang kados pundi, lah mangga sakminika kita gegilut sesarengan.
Miturut dawuhipun Gusti ing yokanan 17 : 3 mungel mekaten “ Wondene menggah gesang langgeng punika manawi tiyang sami wanuh kaliyan Paduka, Allah ingkang sajati piyambak, sarta dhateng Yesus Kristus utusan Paduka “.
patunggilan ingkang kinasih, wonten ing kamus bahasa indonesia gesang menika ngemu teges, salah satunggilipun injih menika bergerak utawi bekerja. Dene kekal, ngemu teges mboten ewah, mboten bergeser utawi abadi. Menawi mekaten napato gesang langgeng menika, menurut iman kristen? Gesang langgeng meturut iman kristen menika, njih gesang ingkang bergerak, gesang ingkang bekerja ananging kerjanipun utawi gerakanipun mboten ewah mboten berubah gerakanipun abadi ngener namung dumateng panjenenganipun Gusti kita yesus kristus. Bapa ibu ugi saderek kula sadaya ingkang kinasih, menapa gesang langgeng menika gesang ingkang mboten badhe pejah!!! Njih leres gesang langgeng menika gesang ingkan mbaten badhe mengalami kematian, gesang langgeng menika sami kaliyan gesang abadi, selami laminipun kita badhe gesang, senajan jiwa lan raga kita menika pejah ananging kita tetep gesang karana kematian mboten badhe saget misahaken gesang kita kaliyan Gusti Yesus, menawi kita pejah tegesipun kita milai gesang enggal lan abadi kaliyan panjenenganipun Gusti kita yesus kristus, menawi gesang kita sampun nyatunggil kaliyan gusti, kita sadaya mboten badhe ngalami kasisahan napa malih siksaan, ingkang wonten namung kabingahan lan kawilujengan abadi.
Sakmenika kados pundi supados gesang kita sadaya wonten ing tembe saget ngalami gesang abadi utawi gesang langgeng ???… Wonten waosan wau kasebataken, bilih namung tiyang ingkang wanuh dumateng Allah Sang Rama sarta Gusti yesus kristus sang putra ingkang badhe ngalami utawi kagungan gesang langgeng. Wanuh dumateng gusti tegesipun iman kapitadosan kita kedahipun mboten owah, mboten miur, iman kita kedah ngener namung dumateng Allah sang rama lan yesus kristus sang putra, mboten kok iman isuk tempe sore dele, lha tiyang ingkang imanipun isuk tempe sore dele menika jelas mboten badhe saget ngalami utawi kagungan gesang langgeng.
Ananging saderek kula sadaya sampun kuwatos, gusti allah menika gusti ingkang maha mirah, gusti ingkang welas asih, menawi kita rumaos bilih iman kita isuk tempe sore dele, iman kita taksih dereng saget ngener dumatheng gusti, lan gesang kita taksih dereng saget sae lan condong kaliyan karsanipun gusti, taksih wonten wekdal kagem kita sadaya, mangga kita enggal mratobat kita toto malih gesang kita supados langkung sae malih katimbang diten menika, karana sejatisipun gustialah menika sampun sami nimbali lan miji kula lan panjenengan sadaya supados saget mlebet wonten ing patunggilanipun gusti lan angsal ganjaran gesang enggal ugi langgeng saklawase.
Patunggilan ingkang kinasih, mugio lumatar dawuhipun gusti dalu menika saget dados berkat kagem kula lan panjenengan sadaya. Gusti yesus amberkahi. Amien.

By : Sudarmajitudeyang
-
INDAH PADA WAKTUNYA
Indah pada waktinya Matius 17:20
Ia berkata kepada mereka: “Karena kamu kurang percaya. Sebab Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya sekiranya kamu mempunyai iman sebesar biji sesawi saja kamu dapat berkata kepada gunung ini: Pindah dari tempat ini ke sana, — maka gunung ini akan pindah, dan takkan ada yang mustahil bagimu.
Saudaraku yang terkasih, kembali lagi berjumpa melalui tulisan kami kali ini, mudahan renungan kali ini benar benar mampu menginspirasi kita semua untuk lebih bersemangat lagi dalam menjalani hidup di zaman serba digital ini.
Saudaraku semua yang berbahagia, kalau kita amati dan rasakan dengan baik, hudup di zaman sekarang ini sungguh sangat menguras tenaga dan pikiran, bagai mana tidak, karena untuk mendapatkan sesuatu yg dapat mengenyangkan perut aja, kita harus berfikir ekstra dan berjuang keras, sebab kalau tidak kita semua akan tertinggal dan tentu tertindas oleh perkembangam zaman yg serba cepat berubah dan siap menggilas siapapun yg terlena. Karena itu saudara ku terkasih, Untuk bisa mengimbangi semuanya itu, kita dituntut untuk lebih tekun bekerja, sabar dan tulus melakukannya, ulet dalam melakukan usaha.
Hal macam ini saudaraku terkasih, sebenarnya juga telah di lakukan oleh mereka mereka sejak zamannya Tuhan Yesus masih ada di dunia, ini terbukti pada ayat nast kita di
Matius 17:20
Ia berkata kepada mereka: “Karena kamu kurang percaya. Sebab Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya sekiranya kamu mempunyai iman sebesar biji sesawi saja kamu dapat berkata kepada gunung ini: Pindah dari tempat ini ke sana, — maka gunung ini akan pindah, dan takkan ada yang mustahil bagimu.
Kala itu banyak mereka para pengikut yesus, yang mengalami kegagalan dalam hidup nya, padahal mereka sudah rajin dan tekun bekerja, mereka sudah sabar dan ulet dalam menjalankan usaha serta pekerjaannya toh tetap aja mereka masih masuk dalam katagori orang orang yang kurang berhasil. Kenapa bisa demkian saudaraku terkasih ?…..
( ini adalah pertanyaan yg perlu di jawab dan di te mukan solusinya )
Dalam matius 12 : 20 bagian pertama Tuhan yesus mengatakan, ” karena kamu kurang percaya ” ini lah saudaraku terkasih kebanyakan penyebab kegagalan mereka dalam menjalankan usaha dan pekerjaannya, karena kurang percaya.
Karena itu saudaraku terkasih, dalam menjalankan usaha dan pekerjaan, kita harus yakin dan percaya bahwa apapun yang kita usaha dan kerjakan pasti akan menuai keberhasilan serta bisa menjadi jalan berkat Tuhan buat kita, kita harus yakin bahwa apapum yang kita kerjakan dg sungguh, tekun, sabar tentu semuanya pasti akan indah waktunya.
Sebagai anak anak Allah tentu kita semua dalam menjalankan segala usaha dan pekerjaan kita harus dg penuh keyakinan, bahwa usaha itu akan menjadi jalan berkat Tuhan buat hidup dan kehiduoan kita.
Berikutnya dalam nats kita tadi, bagian kedua Tuhan yesus juga mengatakan, “sesungguhnya sekiranya kamu mempunyai iman sebesar biji sesawi saja kamu dapat berkata kepada gunung ini: Pindah dari tempat ini ke sana, — maka gunung ini akan pindah, dan takkan ada yang mustahil bagimu ” saudaraku terkasih ayat ini, menegaskan dan Tuhan menggaransi, bahwa tidak ada lagi kata gagal buat kita, asal kita punya keyakinan dan iman yang kuat, bahwa apapun yang kita kerjakan, apapun yang kita usahakan, bila semua itu kita usahakan dan kerjakan dg penuh keyakianan, tentu kita akan menuai keberhasilan, kesuksesan, percaya bahwa semua pastu indah pada waktunya. Tuhan memberkati kita semua saat ini sampai selamalamanya. Amien.

By : Sudarmajitudeyang.
-
BADAI PASTI BERLALU
Kotbah, 12 Agustus 2021
Yeremia 31 : 1 – 6.1.”Pada waktu itu, demikianlah firman TUHAN, Aku akan menjadi Allah segala kaum keluarga Israel dan mereka akan menjadi umat-Ku. 2.Beginilah firman TUHAN: Ia mendapat kasih karunia di padang gurun, yaitu bangsa yang terluput dari pedang itu! Israel berjalan mencari istirahat bagi dirinya! 3.Dari jauh TUHAN menampakkan diri kepadanya: Aku mengasihi engkau dengan kasih yang kekal, sebab itu Aku melanjutkan kasih setia-Ku kepadamu. 4.Aku akan membangun engkau kembali, sehingga engkau dibangun, hai anak dara Israel! Engkau akan menghiasi dirimu kembali dengan rebana dan akan tampil dalam tari-tarian orang yang bersukaria. 5.Engkau akan membuat kebun anggur kembali di gunung-gunung Samaria; ya, orang-orang yang membuatnya akan memetik hasilnya pula. 6.Sungguh, akan datang harinya bahwa para penjaga akan berseru di gunung Efraim: Ayo, marilah kita naik ke Sion, kepada TUHAN, Allah kita!Saudara ku terkasih, Ada sebuah istilah yang sering kita dengar, “badai pasti berlalu” sebuah istilah yang menggambarkan tentang semangat, tentang motivasi ketika kita sedang menghadapi persoalan hidup, ketika kita meghadapi sebuah musibah, ketika kita sedang dalam fase terpuruk dalam kehidupan. Pada dasarnya kita mampu untuk keluar, mampu untuk bertahan, mampu untuk terus berjalan dan melewati badai yang sedang menerpa kehidupan. Dan kita dapat merasakan bahwa itu semua merupakan berkat kasih karuna Tuhan yang menopang kia untuk mampu melewati setiap badai yang ada, dan itu merupakan kasih Tuhan yang begitu besar dalam kehidupan kita.
Sama halnya dengan bacaan kita pada pagi hari ini, Allah menunjukan kasih-Nya, kepada bangsa Israel dengan membuat perjanjian baru dimana Allah menjanjikan akan memulihkan umat-Nya dimasa depan, memulihkan bangsa Israel dari masa pembuangan. Dalam ayat 4 – 6 merupakan janji Allah kepada umat-Nya.Bapak, ibuk serta saudara yang dikasihi Tuhan.Kita saat ini sedang berada di Tahun yang penuh dengan ketidak pastian, tahun yang penuh dengan pergumulan hidup. Segala aspek kehidupan begitu lambat untuk bergerak, dan kita semua mengalaminya, merasakannya.
Begitu berat memang hidup di tengah pandemi covid 19 yang tengah berlangsung saat ini, dan entah kapan berakhirnya, hanya Tuhan yang tau, karena pandemi semua aspek kehidupan menjadi terganggu, bahkan di luar sana tidak sedikit orang yang kehilang pekerjaan dan lain sebagainya, selanjutnya sausaraku terkasih, ditengah-tengah pergumulan hidup ini, kita harus tetap yakin dan percaya bahwa janji Tuhan tetap sama dan terus berlaku dari dulu hingga sekarang.
Kalau Tuhan sudah berjanji, percaya dan yakinlah Ia akan menepati janji-Nya. Saudara dan saya ini adalah orang orang yg dipilih dan di panggil oleh Tuhan untuk menerima penggenapan janji itu. Meskipun terkesan lama sekali waktunya, tetapi percayalah bahwa semua pasti indah pada waktunya, dan Tuhan pasti menepati janji nya.Saudaraku semua yg terkasih di dlm nama Tuhan kita Yesus Kristus, kiranya, sedikit renungan hari ini, benar benar mampu menguatkan, menabahkan, dan terus menyemangati hati dan pukiran kita, untuk tetap tegar, menapakan kaki utuk terus melangkah dg pasti dlm menapaki kehidupan ini, dan yakin bahwa “badai pasati berlalu” Tuhan Yesus memberkati Amien. mari kita ambil saat teduh sejenak.
Sudarmajitudeyang -
RANTING PILIHAN
Yohanes 15:5
” Akulah pokok anggur dan kamulah ranting-rantingnya. Barangsiapa tinggal di dalam Aku dan Aku di dalam dia, ia berbuah banyak, sebab di luar Aku kamu tidak dapat berbuat apa-apa “.
Pokok anggur Saudaraku semua yang terkasih didalam nama Tuhan kita Yesus Kristus, dalam menghadapi situasi serba sulit seperti masa pandemi cpvid 19, ada 3 kewajiban yang harus kita lakukan, yaitu :
1. Wajib aman : ini berarti kita harus taat aturan yg telah ditetapkan oleh pemetintah, diantaranya, wajib pakai masker, jaga jarak dan rajin cuci tangan.
2. Wajib imun : salah satunya kita harus rajin berolah raga, makan teratur dan bergizi serta ikut di vaksin.
3. Wajib iman : kita harus taat dan terus mendekatkan diri pada Tuhan, kuatkan iman, percaya hanya pada Tuhan dan tentu taat pada perintahNya.
( Efesus 6:10, “Akhirnya, hendaklah kamu kuat di dalam Tuhan, di dalam kekuatan kuasa-Nya.” )
Sekarang yang menjadi pertanyaan, apakah kita sudah melakukan 3 kewajiban di atas tadi, dalam menghadapi segala kesulitan ini. Karena ini adalah kunci satu satunya untuk bisa mengalahkan pandemi ini.
Saudaraku terkasih, dalam ayat bacaan kita diatas, jelas dikatakan, bahwa Yesus adalah pokok angur dan kita adalah ranting rantingnya. Sebagai pokok tentu Tuhan tidak akan pernah berhenti dan terus mengalirkan berkat berkatNya kepada setiap ranting ranting yang menrmpel padaNya. Tuhan bertanggung jawab sepenuhnya pada setiap kehidupan ranting yg menempel padaNya.
Karena itu saudaraku terkasih, dalam menghadapi situasi seperti sekarang ini, dan sebagai seorang yg beriman kepada Tuhan, dan percaya bahwa Tuhan adalah pokok anggur serta kita ini adalah ranting rantingnya, kita wajib mentaati segala aturan prokes yg telah di tetapkan oleh pemerintah, karena itu semua demi kebaikan hidup kita.
Jangan lupa saudaraku terkasih, kita ini adalah ranting ranting pilihan, bukan sembarang ranting, oleh karena itu, agar kita sebagai ranting, bisa berbuah banyak dan tidak mengecewakan dan bisa juga menjadi berkat bagi sesama, kita harus terus menempel pada pokok yang kokoh dan kuat, yang sanggup memberikan apa saja yg kita butuhkan.
Karena itu saudaraku, marilah kita terus tingkatkan iman keyakinan kita, kita terus jalin persekutuan dg tuhan, dg cara rajin melakukan kebaikan terhadap sesama tanpa membedakan status sosial dan agamanya. Sekalilagi saudaraku terkasih marilah kita terus percaya hanya kepada-Nya, selalu bersekutu dengan Dia, dengan erat bersandar dan menyerahkan diri kita hanya kepada-Nya. Yesus Kristus sumber kekuatan kita, yesus kristus pokok kehidupan kita hari ini sampai selama-lamanya.. Amin.

By : Sudarmajitudeyang -
PEMBURU NIKMAT
Saudara semua yang dikasihi oleh Tuhan, menurut saya tidak ada satu orang pun di dunia ini, yg tidak ingin hidup bahagia dan terus bergelimangan harta, karena pada kenyataannya banyak orang yang berfikir, dg banyak harta hidup akan bahagia, karena mereka beranggapan bahwa segalanya bisa di beli dg uang atau harta yg di milikinya. Tidak sedikit juga orang mengatakan bahwa uang bukanlah segalanya, tapi kenyataanya zaman sekarang segalanya itu butuh uang.
Saudaraku terkasih, tidak munafik sebagai manusia normal kita semua butuh uang, butuh harta butuh segala sesuatu yang bisa membuat hidup kita bahagia. Akan tetapi saudaraku, sebagai orang yang beriman kepada yesus kristus, kita punya etika yg telah di tetapkan oleh Tuhan,
Matius 6:33
Tetapi carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu.
Dalam ayat ini di jelaskan, bahwa untuk mendapatkan semuanya, termasuk uang atau sesuatu yang membuat hidup bahagia, terlebih dahulu kita harus dapat menemukan/mendapatkan kerajaan sorga serta bisa menjadi bagian didalamnya. Karena, saudaraku yg terkasih, sebelum kita mencari segala sesuatu, sebelum kita bekerja untuk mendapatkan uang, untuk mendapatkan harta dan benda yang dapat membuat hudup kita bahagia, terlebih dahulu mari kita cari kerajaan sorga dan kebenarannya baru semuanya ditambahkan oleh Nya kepada kita.
Sekarang yang menjadi pertanyaan bagi kita, dimana kerajaan Sorga dan kebenarannya itu????… . Kerajaan sorga itu adalah ibarat sebuah wilayah teriturial yg di kuasai oleh seseorang yg mempunyai hak kuasa penuh atas kerajaan tersebut, menurut iman dan keyakian kita, kerajaan sorga itu membawai seluruh wilayah yg berhubungan dg kehidupan manusia, termasuk kehidupan saudara dan saya juga seamua makhluk hidup yg ada dunia ini.
Saudara terkasih sungguh indah hidup ini, kalau kita sungguh bisa menukan kerajaan sorga dan kebenarannya, taukah saudaraku semua, sebenarnya kerajaan sorga itu tidak dimana mana tetapi ada di mana mana,
1 Korintus 3:16
Tidak tahukah kamu, bahwa kamu adalah bait Allah dan bahwa Roh Allah diam di dalam kamu?
Dalam ayat ini gamblang di jelaskan saudara, bahwa diri kita ini adalah bait Allah dan roh Allah ada didalam kita, bait, dalam kamus bhs Indonesia berarti rumah, dengan demikian berarti diri kita ini adalah rumah Allah, diri kita ini adalah tempat singgaana Allah berada, diri kita ini adalah tempat Allah memerintah dg segala kuasanya, roh Allah memerintah dg segala kuasanya dara atas singgasanaya, yaitu diri kita.
Dengan demikian saudaraku semua, bisa di simpulkan, bahwa diri kita ini adalah merupakan pusat atau boleh sy sebut sebagai ibu kota kerajaan Allah, dan Allah itu sendiri yg bergahta dan ada di dalamnya. Ini yang harus kita tau dan sadari sepenuhnya.
Kalau Allah ada didalam kita dan kita didalamnya ini berarti kita sedang bersekutu dengan Allah, kalau kita sedang bersekutu dg Allah berarti ada kekuatan besar didalam diri kita yg tdk bisa dibendung oleh siapapun. Dan kekuatan besar ini akan terus menuntun kita kejalan yang benar, kemanapun kita melangkah kalau kita bersekutu dg Allah, yakin dan percaya kita pasti dapat berkat dan tentu terhindar dari segala macam bentuk pencobaan. Saudaraku terkasih, sungguh indah rasanya hidup ini kalau diri kita ini menjadi pusat kerajaan Allah dan kebenaranya yaitu yesus kristus yg terus menerus menjuwai setiap langkah kita. Begitu sebaliknya, kalau kita tdk tau yg sebenarnya apa dan siapakah kerajaan Allah itu ,dan tak pernah mengerti arti dari kebenaran hidup yang sebenarnya, hidup ini akan terasa hampa dan tidak jarang kita akan banayak mengalami kesulitan.
Saudaraku semua selabjutnya mungkin saudara bertanya, di indonesia ini hampir semua warganya beragaama, yakin dan percaya dg adanya Tuhan, tetapi mengapa masih banyak penderitaan, banyak korupsi, penjahat dll. Jawabanya hanya satu, mereka oercaya adanya Tuhan tapi mereka tak pernah mau bersekutu denganNya, justru mereka bersekutu dg setan, menjadi pemburu kenikmatan dunia dan tak lagi menghiraukan agama serta Tuhannya, kalau hal ini terus menerus di biarkan justru akan membahayaakan negara dan bangsa serta kita yang ada di dalamnya. Oleh karema itu, sebagai anak anak Allah suatu keharusan bagi kita untuk bisa memberi teladan sebagai warga yang baik, dan kita tetus saling bergandengan tangan saling melayani saling membantu satu dg yang lain tanpa harus membedakan status sosial dan agamanya apa.
Ingat saudaraku semua, memburu nikmat itu halal hukumnya, yang penting semuanya kita lakukan sesuai dg koridor agama yang kita imani, sebagai orang kristen kejarlah terus nikmat itu selagi kamu bisa tapi lakukan semuanya itu sesuai dg perintahNya, ingat
Matius 6:33
carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu.
TUHAN YESUS MEMBERKATI

By : Sudarmajitudeyang
-
Beranda

Anda harus log masuk untuk menerbitkan komentar.