Bacaan : Yohanes 12 : 20 – 26
Ayat nats : Yohanes 12:24 “Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya jikalau biji gandum tidak jatuh ke dalam tanah dan mati, ia tetap satu biji saja; tetapi jika ia mati, ia akan menghasilkan banyak buah “.
Saudaraku yang berbahagia, bacaan kita tadi menceritakan salah satu aktifitas Tuhan Yesus beserta murid Muridnya, pada sebuah acara ibadah salah satu hari raya,. (Dalam bacaan tdk disebutkan hari raya apa ). Perlu diketahui bapak dan ibu, kala itu ternyata Yesus itu juga disenangi oleh orang orang kafir Yunani secara diam diam. Perlu diketahui saudara, TDK semua orang kafir itu membenci Yesus, ada juga yang dengan diam diam mereka justru melakukan seperti apa yang dikatakan Yesus, meskipun tdk secara terang terangan.
Kala itu orang orang Yunani datang kepada filipus dan berkata, Tuan kami ingin bertemu Yesus,…lalu filipus menemui Andreas…dan mereka berdua menyampaikannya pada Yesus, bahwa ada orang Yunani yang ingin bertemu…..lalu Yesus menjawab….katanya ” sudah saatnya anak manusia di muliakan. “Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya jikalau biji gandum tidak jatuh ke dalam tanah dan mati, ia tetap satu biji saja; tetapi jika ia mati, ia akan menghasilkan banyak buah.
Ayat ini mempertegas bahwa sebenarnya Yesus sudah mengetahui, kalau dirinya tidak lama lagi akan menghadapi sebuah penderitaan yang sungguh hebat. Yesus mengetahui bahwa diri nya akan mati di salibkan.
Saudaraku terkasih sebagai manusia sebetulnya, dan seandainya Yesus Tuhan tidak disalibkan dan mati, kita tidak bisa disebut manusia yang merdeka. Seandainya Yesus tidak mati kita tidak bisa menikmati hidup damai sejahtera. Seandainya Yesus tidak disalibkan, hidup kita ini akan terus terbelenggu, terpasung oleh sebuah penderitaan, persoalan hidup yang seakan tiada habisnya, karena kita tidak bisa memanage pola pikir kita dengan baik..sehingga kita terus jatuh kedalam persoalan hidup yang seakan tiada habisnya.
Saudaraku yang di berkati Tuhan.
Dari awal Tuhan Allah tau, ending dari setiap kehidupan manusia di dunia ini. Yaitu satu orang pun tidak akan ada yang selamat, semua masuk dalam api penderitaan yang kekal. Mengetahui hal yang demikian Allah bapa mengutus anaknya yang tunggal yaitu Yesus Kristus, turun kedunia menjalankan semua rencana Allah bapa, yang di kenal dengan via dolorosa, yang artinya jalan penderitaan. Dan Yesus menyadari sepenuhnya akan hal ini, mangkanya Dia mengatakan kepada filipus dan Andreas, dalam bacaan kita hari, bahwa biji Gandung harus jatuh ketanah dan mati agar berbuah banyak. Biji gandum disini adalah Yesus itu sendiri bapak dan ibu. Karena jikalau Yesus tidak mati, hidup manusia termasuk Kula lan panjenengan sadaya akan terus menderita.
Saudara ku yang berbahagia, sekarang Yesus telah menderita mati dan bangkit lagi.. dengan kemataianNya Tuhan Yesus telah memberikan kepada kita hak sebagai manusia yang layak hidup merdeka, bahagia dan damai sejahtera. Sekarang hak itu sudah ada didalam tangan kita, selanjutnya bagaimana kita bisa menggunakan hak itu dengan baik dan bijaksana. Karena jikalau kita salah memaknai dan menggunakan hak itu, maka hidup kita akan kembali jatuh pada sebuah penderitaan yang berkepanjangan.
Oleh karena itu saudara, satu syarat yang harus kita miliki, agar kita bisa menggunakan hak kita, hidup damai sejahtera, yaitu kasih….. Sebak tanpa kasih, kebahagiaan yang kita dapat itu hanyalah semu belaka, tanpa kasih kedamaian, kesejahteraan yang telah kita rasakan itu hanyalah sementara sifatnya.
Agar kasih pemberian Tuhan yang sudah ada dalam diri kita ini bisa bekerja dengan baik, perlu tindakan berani dan nyata dalam setiap langkah kehidupan kita,..kita harus berani mematikan kepentingan duniawi kita, agar kasih itu bisa berbuah banyak, dan dirasakan oleh banyak orang di kanan dan kira kita.
Umat Tuhan yang berbahagia, sebentar lagi kita bersama sebagai anak anak Allah, akan mengikuti perjamuan Kudus Tuhan, sebagai pengingat bahwa melalui via dolorosa, Tuhan Yesus telah menyelamatkan hidup saudara dan saya. Oleh karena itu melalui renungan firman Tuhan malam hari ini, marilah kita mempersiapkan diri kita dengan baik dan bijak, terus menumbuh kembangkan kasih pemberian Allah juga dengan baik dan bijak, serta berani meninggalkan perbuatan perbuatan yang selama ini kurang berkenan di depan Tuhan. Selamat mempersiapkan diri dan Tuhan Yesus memberkati. Amien.

By : Sudarmajitudeyang










Anda harus log masuk untuk menerbitkan komentar.