Yohanes 15:9-17
Perintah saling mengasihi
9 “Seperti Bapa telah mengasihi Aku, demikianlah juga Aku telah mengasihi kamu; tinggallah di dalam kasih-Ku itu.
10 Jikalau kamu menuruti perintah-Ku, kamu akan tinggal di dalam kasih-Ku, seperti Aku menuruti perintah Bapa-Ku dan tinggal di dalam kasih-Nya.
11 Semuanya itu Kukatakan kepadamu, supaya sukacita-Ku ada di dalam kamu dan sukacitamu menjadi penuh.
12 Inilah perintah-Ku, yaitu supaya kamu saling mengasihi, seperti Aku telah mengasihi kamu.
13 Tidak ada kasih yang lebih besar dari pada kasih seorang yang memberikan nyawanya untuk sahabat-sahabatnya.
14 Kamu adalah sahabat-Ku, jikalau kamu berbuat apa yang Kuperintahkan kepadamu.
15 Aku tidak menyebut kamu lagi hamba, sebab hamba tidak tahu, apa yang diperbuat oleh tuannya, tetapi Aku menyebut kamu sahabat, karena Aku telah memberitahukan kepada kamu segala sesuatu yang telah Kudengar dari Bapa-Ku.
16 Bukan kamu yang memilih Aku, tetapi Akulah yang memilih kamu. Dan Aku telah menetapkan kamu, supaya kamu pergi dan menghasilkan buah dan buahmu itu tetap, supaya apa yang kamu minta kepada Bapa dalam nama-Ku, diberikan-Nya kepadamu.
17 Inilah perintah-Ku kepadamu: Kasihilah seorang akan yang lain.”
Saudaraku yang di berkati Tuhan, pada hari Rabu kemarin kebetulan saya di minta melayani ibadah syukur di pepanthan Gudo tepatnya di rumahnya Mas Noldy awuy dan Mbak Erna…..pada kesempatan itu saya sampaikan, bahwa Alkitab kita ini adalah merupakan falsafah atau pandangan hidup orang orang yang percaya pada Yesus, yang artinya Alkitab itu adalah pinjakan hidup, atau dasar hidup orang yang beriman pada Yesus….Alkitab itu adalah pondasi hidup dan kehidupan orang orang kristen, dan yang bertumpu pada Kristus Yesus.
Dan Yesus itu siapa…??? Menurut kita, Kristus itu juru selamat, sang penolong, penebus dosa yang mampu menghantarkan kita masuk ke sorga…. Betul…???
Akan tetapi menurut orang lain di luar keyakinan kita, Yesus itu hanya seorang nabi, ( nabi Isa atau Isa Al-Masih ) tidak lebih dari itu, Tetapi ingat saudara, bahwa nabi itu adalah wakil Tuhan di bumi.
Akan tetapi Nabi Isa Almasih, yang tidak lain adalah Yesus Kristus Tuhan, yang kita yakini dan imani, sebagai juruslamat, itu mempunyai kuasa penuh dunia dan isinya, termasuk mempunyai kuasa penuh atas kehidupan saudara dan saya. Yesus Kristus Tuhan, itu mempunyai 12 rasul bapak dan ibu, salah satu di antaranya adalah rasul Yohanes, yang kita kenal dengan sebutan Yohanes pembaptis. Yohanes pembaptis ini adalah seorang rasul yang beda dengan rasul rasul yang lain, dia ini seorang teolog yang handal sekaligus penulis, dia adalah rasul yang paling sering menerima Wahyu dari Allah. Dan Allah mengutus Yohanes wahyuNya itu di sampaikan kepada beberapa jemaat kala itu, dan juga termasuk kepada kita semua saat ini.
Malam hari ini Yohanes, menyampaikan Wahyu dari Yesus, kepada kita, yaitu sebuah perintah, agar kita bisa hidup untuk saling mengasihi satu dengan yang lain.
Bacaan kita malam ini adalah merupakan salah satu Wahyu dari Tuhan, yang di tujukan kepada kita melalui rasul Yohanes. Wahyu tuhan agar kita bisa hidup saling mengasihi, itu adalah merupakan bukti kepedulian Tuhan kepada umatNya. Bukti kepedulian Tuhan kepada hidup dan kehidupan saudara dan saya. Tuhan Yesus menghendaki setiap orang yang percaya padaNya senantiasa hidup penuh dengan suka cita dan damai sejahtera tera,..
Karena itu pesan Yesus Tuhan melalui Yohanes 15 : 9 – 17 Agar kita hidup saling mengasihi. Sebab dengan hidup saling mengasihi, suka cita kita menjadi penuh.
Saudaraku yang berbahagia, kasih itu memang perekat, dalam membangun sebuah kehidupan, baik hidup bergereja, berjemaat maupun bernegara. Karena kasih itu panjang sabar, kasih itu lemah lembut, kasih itu rendah hati, kasih itu tidak sombong.
Memang kalau kita bicara tentang kedamaian, tidak bisa lepas dari kasih. Karena percuma kita bicara kedamaian kalau kasih tidak pernah ada di hati. Percuma bicara kasih, kalau kita masih sering marah marah dengan nak dan istri… Percuma berbicara kasih kalau kita tdk bisa mengesampingkan kepentingan pribadi dari pada kepentingan bersama….
Jadi dengan demikian saudara, mari kita bersama sama memprioritaskan kasih, dari pada kepentingan pribadi demi kedamaian dan kebersamaan hidup bersama sama ciptaan ilahi. Dengan demikian penuh lah sukacita kita, seperti harapan Yesus Kristus Tuhan kita….Amien


Anda harus log masuk untuk menerbitkan komentar.