Peduli dan pro kehidupan
Bacaan Yohanes 11 :1 – 44 nats, Yohanes 11:40. Jawab Yesus: “Bukankah sudah Kukatakan kepadamu: Jikalau engkau percaya engkau akan melihat kemuliaan Allah?”
Saudaraku yang dikasihi dan mengasihi Tuhan, Minggu ini masuk dalam Minggu prapaskah ke lima, dan renungan hari ini, sesuwai dengan kalender GKJW, Mengambil Thema :. ” Peduli dan pro kehidupan “ umat yang di kasihi Tuhan, sebelum kita lebih lanjut menggumuli firman Tuhan dan juga thema renungan hari ini, perkenankan saya menayangkan sebuah cuplikan atau potongan Vidio, sebuah kegiatan masyarakat di dusun kami.
Saudaraku yang terkasih, Vidio di atas ini menggambarkan dengan jelas, sebuah kegiatan masyarakat yang langsung dikoordinir oleh seorang kepala dusun untuk melaksanakan kerja bakti membersihkan makam menjelang awal bulan romadhon, didalam Vidio tersebut, ada pelajaran atau ada hikmahnya buat kehidupan kita sebagai anak anak Allah. Didalam nya ada nilai kebersamaannya, ada unsur kepeduliannya, juga ada pro kehidupannya. meskipun mereka berbeda latar belakang kehidupan, berbeda pendidikan, berbeda setatus sosial, berbeda pula iman dan keyakinannya, akan tetapi mereka mampu menyatukan diri, menuangkan sebuah ide dan gagasan, dalam sebuah bingkai kebersamaan dan kepedulian untuk menumbuh kembangkan nilai nilai kehidupan dalam bermasyarakat. Karena dengan demikian sebenarnya tidak terasa bahwa mereka sudah melakukan sebuah kepedulian dan pro pada kehidupan.
Umat yang di kasihi oleh Tuhan, bacaan kita hari ini menceritakan, bagai mana Tuhan Yesus membangkitkan saudaranya Marta dan Maria yang bernama Lazarus dari kematiannya. Lazarus telah meninggal dunia dan telah di kuburkan 4 hari lamanya, secara normalnya manusia yang sudah di makamkan 4 hari lamanya, tentu jasadnya juga sudah mulai berproses menuju kehancuran atau membusuk dan berbau, akan tetapi itu bukan menjadi halangan bagi Tuhan Yesus untuk berkarya sebagai anak Allah. Justru disitu Tuhan Yesus ingin menunjukkan kepada orang orang Yudea yang kebanyakan di huni oleh orang orang Yahudi, Tuhan Yesus ingin menunjukkan kemuliaan Allah bapa, dengan membangkitkan Lazarus dari kubur, agar orang orang Yahudi percaya, Yesus adalah anak Allah. Kenapa demikian bapak dan ibu, karena pada waktu itu Maria dan Marta pun sempat tidak percaya pada Yesus, dikarenakan Lazarus yang sudah 4 hari lamanya dikubur dan tentunya sudah membusuk, mengetahui Maria dan Marta tidak percaya, tuhan Yesus berkata, “Bukankah sudah Kukatakan kepadamu: Jikalau engkau percaya engkau akan melihat kemuliaan Allah?” Dengan demikian akhirnya Marta dan Maria percaya dan Lazarus pun di bangkitkan dari kubur.
Saudaraku yang berbahagia, Marta dan Maria serta Lazarus, ketiga orang ini adalah orang orang yang sangat di sayangi dan di kasihi oleh Tuhan Yesus, karena mereka taat dan percaya kepada Tuhan, sehingga tuhan yesuspun juga peduli atas kehidupan mereka,. ..
Berikutnya saudaraku terkasih, kalau kita ber bicara peduli sesuai dengan Thema kita hari ini, yaitu peduli dan pro kehidupan, di dalam kamus besar bahasa Indonesia, peduli adalah menghiraukan, memperhatikan,….ber empati. Sedangkan Kehidupan bisa berarti cara hidup, keadaan hidup. Jadi dengan demikian peduli dan pro kehidupan, ini berarti kita harus memperhatikan, menghiraukan cara cara hidup. Mungkin cara hidup kita selama ini kurang berkenan di hadapan Allah. mapan dan tidaknya hidup seseorang itu bisa dilihat dari cara atau prilaku hidup seseorang itu dalam kesehariannya. Dan mapan juga tidaknya, dewasa dan tidaknya iman seseorang bisa dilihat dari cara hidupnya. Cara atau prilaku hidup kesehariannya. Oleh karena itu kita di minta melihat, meninjau kembali cara hidup kita selama ini. Sudah on the trac atau belum.
Umat yang di kasihi dan yang mengasihi tuhan, sebagai ayat nats kita pada pagi hari ini kami ambil dari bacaan kita tadi yaitu Yohanes 11 ayat 40 yang saya baca kembali demikian bunyinya, “Bukankah sudah Kukatakan kepadamu: Jikalau engkau percaya engkau akan melihat kemuliaan Allah?” Ayat ini di ditujukan kepada Marta dan Maria kala itu, karena mereka masih ragu ragu dengan kemampuan Tuhan Yesus, masih bimbang dengan kekuasaan yang dimiliki Tuhan Yesus, apakah mungkin Tuhan Yesus bisa, menghidupkan Lazarus kembali, karena sudah empat hari lamanya dikuburkan.
Bapak dan ibu yang berbahagia, melihat, merenungkan dan menggumuli narasi, dari bacaan kita hari ini, manunjuk kan, bahwa betapa paniknya Marta dan Maria dalam menghadapi persoalan hidupnya, sehingga mereka takmampu lagi berfikir dengan logika iman yang sehat, dan benar, mereka lupa bahwa segala persoalan yang terjadi di bumi ini pasti ada jalan keluarnya, mereka juga lupa bahwa segala sesuatu yang tidak mungkin bagi manusia, itu menjadi mungkin bagi Allah.
Akan tetapi umat yang di kasihi oleh Tuhan, begitu Marta dan Maria percaya, sungguh di luar dugaan, Lazarus yang sudah empat hari di makamkan, secara logika manusia, di pasti membusuk dan bau, disinilah bapak dan ibu letak perbedaan logika manusia dan Tuhan. ” Lazarus,….. marilah keluar.!!! Seru tuhan Yesus,..didepan makam lazarus. maka dengan demikian bangkitlah dan hiduplah Lazarus. Dan ini merupakan salah satu bukti bentuk kepedulian Tuhan Yesus terhadap kehidupan Marta dan Maria serta Lazarus.
Ini bapak dan ibu cuplikan Vidio, detik detik Tuhan Yesus membangkitkan Lazarus dari kubur.
Sekarang bagaimana dengan kita saat ini, dan sampai sejauh mana harapan dan kepercayaan kita kepada Tuhan.??….atau mungkin kita belum paham benar, apa yang di maksud dengan percaya, sehingga derap langkah kaki kita terasa terhambat untuk menentukan arah dan tujuan hidup kita sebagai anak anak Allah, Percaya adalah, .yakin kepada sesuatu, bahwa itu ada. Dan nyata….dan itu terjadi……itulah percaya.
Mungkin didalam dunia nyata, kita masih sering atau bahkan mungkin kita sering mengalami kegagalan dalam hidup. Mungkin kita juga sering menghadapi persoalan hidup yang teramat pelik dan terasa sulit untuk di pecahkan. Dan menghadapi hal semacam itu terkadang pula kita bingung bapak dan ibu, kita panik bahkan mungkin frustasi. Jalan mana yang harus kita lalui untuk mengatasi semua ini. Mungkin kita juga mengalami seperti apa yang di alami oleh Marta dan Maria, karena begitu paniknya, sehingga kepercayaan kita pada Tuhan menjadi sedikit luntur. Sehingga kita tidak pernah bisa melihat dan merasakan kemuliaan Allah. Kita tidak bisa berfikir dengan logika iman yang dewasa dan benar.
Umat Tuhan yang berbahagia, sekarang saatnya kita dengarkan dan pedulikan firman tuhan kali ini, bagi siapapun yang berbeban berat dalam hidupnya. Bagi siapapun yang merasa memerlukan bantuan tuhan.. percayalah hanya kepada Tuhan, karena dengan demikian kau akan melihat dan merasakan kemuliaan Allah.
( Yohanes 11:40 Jawab Yesus: “Bukankah sudah Kukatakan kepadamu: Jikalau engkau percaya engkau akan melihat kemuliaan Allah?” )
Saudaraku terkasih, jikalau kita benar benar yakin dan percaya kepada Allah, lakukanlah apa yang menjadi bagian kita dan biarkan tuhan melakukan apa yang menjadi bagianNya. Maksudnya bapak dan ibu marilah kita bekerja seperti biasa apa yang sudah menjadi tugas dan tanggung jawab kita, masalah hasil biarkan tuhan Allah sendiri yang menentukannya. Amsal 16:3 Serahkanlah perbuatanmu kepada TUHAN, maka terlaksanalah segala rencanamu.
Jemaat yang di kasihi Tuhan, sekali lagi kami ulangi, tema kita hari ini, peduli dan pro kehidupan. Dengan ayat nats. Yohanes 11 : 40. Jika engkau percaya engka akan melihat kemuliaan Allah. Disini bapak dan ibu, tuhan Allah menghendaki agar kita bisa hidup saling memperhatikan saling memberi pada siapapun yang memerlukan bantuan semampu kita, tuhan Allah juga menghendaki agar kita juga peduli terhadap prilaku hidup kita sehari hari, dan harus mencerminkan hidup sebagai anak anak Allah….lakukan itu dengan percaya dan penuh dengan keyakinan. Maka kita bukan hanya akan melihat kemuliaan Allah akan tetapi kita juga akan benar benar merasakan kemuliaan Allah itu dalam kehidupan nyata…..oleh karena itu saudaraku semua, mulai saat ini, dengan semangat hari raya paskah mari kita sama sama tingkatkan rasa kepedulian kita, bukan hanya terhadap diri kita sendiri, akan tetapi mari kita juga peduli terhadap keluarga kita, terhadap tetangga kita, tehadap lingkungan di sekitar kita, terhadap jemaat kita, bahkan terhadap tuhan. Percayalah, Tuhan Yesus memberkati kita semua hari ini sampai selama lamanya. Amien.

By ; Sudarmajitudeyang

Anda harus log masuk untuk menerbitkan komentar.