Bahagia di usia senja
Yesaya 46:4
Sampai masa tuamu Aku tetap Dia dan sampai masa putih rambutmu Aku menggendong kamu. Aku telah melakukannya dan mau menanggung kamu terus; Aku mau memikul kamu dan menyelamatkan kamu.
Bapak ibu para adiyuswa yang di kasihi oleh Tuhan kita Yesus Kristus. Waktu berganti waktu, hari berganti hari begitu juga bulan berganti bulan dan tahun berganti tahun, tidak bisa kita pungkiri juga tidak bisa kita tolak. Bahwa usia kita semakin hari juga semakin tua dan tentu semakin mendekati masa masa akhir. Ada orang yang mengatakan, bahwa di usia yang senja, pendirian dan pikirang orang tersebut sudah sedikit mudah goyah. Karena apa bapak dan ibu, ya karena di usia senja itu. Mereka merasa bahwa hidupnya sudah tidak produktif lagi, merasa hidupnya sudah tidak berguna, dan hanya membebani anak. Sehingga membuat imannya pun juga ikut goyah. Dan akhirnya membuat hidupnya kurang semangat, mudah nglokro hujung hujungnya lupa dengan tuhannya.
Padahal seharusnya tidaklah demikian bapak dan ibu. Justru di usia usia senja, kita harus lebih matang dalam berfikir, bertindak, lebih bijak dalam bersikap dan bisa menempatkan diri pada posisi yang tepat. Sehingga kita menjadi lebih terhormat meskipun tenaga sudah tidak terlalu beanfaat. Kenapa harus demikian, jawabannya, ya harus demikian memang. Karena kita punya Tuhan. Yesaya 64 mengatakan demikian ” Sampai masa tuamu Aku tetap Dia dan sampai masa putih rambutmu Aku menggendong kamu. Aku telah melakukannya dan mau menanggung kamu terus; Aku mau memikul kamu dan menyelamatkan kamu.
Melalui Yesaya 64:4 Tuhan Allah ingin menegaskan dan mengingatkan kepada kita semua. Bahwa Tuhan Allah tidak pernah berubah, kesetyaan, kasih sayang, berkat Tuhan tetap, tak pernah berubah dan tak pernah usang di makan wanktu. Usia kita boleh berubah, tenaga kita boleh berubah dan semakin lemah, rambut kita boleh memutih. Akan tetapi semangat dan iman kita harus tetap. Sebab meskipun rambut memutih, usia tua, Tuhan akan terus dan tetap akan terus menggendong dan menyelamatkan kita. Oleh karena itu bapak ibu yang di kasihi dan mengasihi Tuhan. Meskipun usia kita sudah tua, tenaga kita sudah, mungkin, tidak terlalu di butuhkan lagi, tapi jangan lah hati kita menjadi tawar dan iman serta pengharapan kita menjadi pudar,!!!… Justru di usia usia yang sudah tua ini kita harus senantiasa bersyukur kepada Tuhan, karena kita masih di percaya oleh Tuhan untuk bisa melihat anak cucu kita, masih di percaya oleh Tuhan untuk bisa menghirup udara segar di pagi hari dan masih di beri semangat, untuk bisa bersekutu dalam acara ibadah ADIYUSWA seperti saat ini. Ini salah satu cara Tuhan untuk membuat hati dan hidup kita bahagia, karena dalam persekutuan itu kita bisa bertemu antara satu dengan yang lain, bercanda sesama para Adiyuswa. Karena itu bapak ibu yang berbahagia, mulai saat ini sudah tidak ada lagi alasan bagi kita untuk tidak bahagia, tidak ada lagi alasan bagi kita untuk tidak tersenyum. Percayalah sepenuhnya hanya pada Tuhan, karena apapun yang terjadi dalam hidup kita, meskipun usia kita semakin senja dan rambut kita semakin memutuh, Tuhan akan tetap setia menggendong kita, Tuhan akan terus memberkati dan menyelamatkan kita mulai saat ini sampai kesudahannya. Tuhan Yesus memberkati. Amien.
By : Sudarmsjitudeyang
