Taat itu membawa berkat
Mazmur 27:1-6
1. Dari Daud. TUHAN adalah terangku dan keselamatanku, kepada siapakah aku harus takut? TUHAN adalah benteng hidupku, terhadap siapakah aku harus gemetar?
2. Ketika penjahat-penjahat menyerang aku untuk memakan dagingku, yakni semua lawanku dan musuhku, mereka sendirilah yang tergelincir dan jatuh.
3. Sekalipun tentara berkemah mengepung aku, tidak takut hatiku; sekalipun timbul peperangan melawan aku, dalam hal itu pun aku tetap percaya.
4. Satu hal telah kuminta kepada TUHAN, itulah yang kuingini: diam di rumah TUHAN seumur hidupku, menyaksikan kemurahan TUHAN dan menikmati bait-Nya.
5. Sebab Ia melindungi aku dalam pondok-Nya pada waktu bahaya; Ia menyembunyikan aku dalam persembunyian di kemah-Nya, Ia mengangkat aku ke atas gunung batu.
6. Maka sekarang tegaklah kepalaku, mengatasi musuhku sekeliling aku; dalam kemah-Nya aku mau mempersembahkan korban dengan sorak-sorai; aku mau menyanyi dan bermazmur bagi TUHAN.
Umat yang di kasihi dan di berkati oleh Tuhan, renungan pada saat ini kami beri judul, Taat itu membawa berkat. Saudaraku semua dalam kamus bahasa Indonesia, taat itu mempunyai arti diantaranya, setia, jujur, tulus tidak curang.dst…. dan hasil dari ketaatan itu, yaitu disebut berkat, dan berkat itu baru akan kita terima atau rasakan setelah kita menjalankan kehidupan ini dengan taat. Sebagai orang yang percaya dan beriman hanya kepada Tuhan yesus, tentu, harus taat kepada apa yang telah di firmankan oleh Tuhan. Saudaraku yang di kasihi oleh Tuhan, bacaan kita pada saat ini menggambarkan suasana batin, suasana hati, suasana kehidupan yang di alami oleh Daud.
Daud merasakan bahwa hidup dan kehidupannya tidak semudah dan seindah yang di bayangkan, sebagai seorang penggembala, Daud tidak sering tinggal di dalam rumah, Daud lebih sering tinggal di luar rumah, tinggal di Padang belantara, mencari rumput untuk domba domba peliharaannya, Manahan panas teriknya mata hari, menahan rasa dinginnya angin dalam menggembalakan domba peliharaannya, tidak jarang juga menghadapi tantangan dan rintangan juga ancaman yang mengancam keutuhan domba dombanya. Daud berjuang keras berjibaku mengahalau semua ancaman demi keutuhan domba peliharaannya, walaupun itu nyawa taruhannya. Tidak jarang juga Daud di lecehkan, di caci, di hina, di anggap sebagai orang yang tidak mampu dan tidak bisa berbuat apa apa selain hanya menggembalakan domba di Padang belantara.
Akan tetapi, Satu hal yang patut di banggakan saudaraku yang di kasihi oleh Tuhan, dalam menghadapi situasi dan kondisi yang bagaimanapun Daud tetap tegar, teguh, tetap setia dan taat pada Tuhan sang empunya kehidupan. Sehingga pada akhirnya Daud diberi kekuatan eleh Tuhan untuk berani menatap kedepan de tegak. Dan berani menunjukan pada lawan lawannya, bahwa Tuhan Sang empunya kekuatan dan kebenaran ada bersama di dalam hidupnya.
Saudaraku Terkasih, sekarang bagai mana dengan kita…???… Apakah hati, pikiran dan iman kita tetap tegar, setegar hati dan pikiran Daud, ketika kita diperhadapkan pada suatu persoalan hidup yang teramat pelik, apakah iman kita tetap teguh dan taat seperti Daud, ketika kita menghadapi goncangan hidup yang teramat dahsyat…..memang saudaraku semua, kita ini adalah manusia biasa, yang hanya terdiri dari seonggok daging dan tulang, yang rentan dan terlalu mudah diombang ambingkn oleh keadaan dunia, dan justru disinilah ketaatan, keteguhan iman kita sebagai pengikut Kristus Yesus sedang diuji….. Apakah kita tetap taat dan teguh berharap sepenuhnya pada Tuhan atau justru kita jatuh dalam pelukan nafsu setan.
Saudaraku yang terkasih, kalau kita jeli, teliti, dan sungguh sungguh menghayati, sebenarnya firman Tuhan melalui Mazmur Daud 27 : 1-6. Adalah mengandung filsafat kehidupan yang teramat dalam. Di mana di dalamnya Tuhan Allah mengajarkan kepada kita para pengikutnya, untuk sabar dalam menghadapi kenyataan hidup. Sabar berati tidak mudah marah, meskipun terkadang persoalan itu justru membuat kita naik darah, Sabar juga berarti tidak pencemburu, karena cemburu itu tidak menyelesaikan masalah, justru cemburu itu akan merugikan diri kita sendiri, karena sesuatu yang sudah ditata sedemikian baiknya oleh Tuhan, semua akan berantakan, karena cemburu ….. Sabar juga berarti mau menerima dengan lapang dada segala kemungkinan segala persoalan hidup yang memang harus di hadapi.
Bapak dan ibu yang mengasihi dan dikasihi oleh Tuhan, belajar dari seorang Daud, marilah dalam menjalankan hidup dan kehidupan di Duni ini, kita saling mengasihi, saling merendahkan hati. Saling mensuport satu dengan yang lain, saling menerima kekurangan dan kelebihan satu dengan yang lain. Saling menghargai satu dengan yang lain, Karena kita ini adalah satu tubuh didalam diri Yesus kristus. Dan marilah kita tunjukan pada dunia, bawa kita ini adalah orang orang yang teguh, orang orang yang taat orang bener bener beriman dan di berkati oleh Tuhan, dengan demikian kita akan di mampukan oleh Tuhan, kita akan di menangkan oleh Tuhan dalam menghadapi setiap persoalan hidup yang harus kita hadapi di dunia ini. Tuhan Yesus memberkati. Amien!!!!!!….

By : Sudarmsjitudeyang.

Anda harus log masuk untuk menerbitkan komentar.