Roma 6:17-19
STOP BERBUAT DOSA !!!..
Roma 6 : 17 – 19. 17.Tetapi syukurlah kepada Allah! Dahulu memang kamu hamba dosa, tetapi sekarang kamu dengan segenap hati telah mentaati pengajaran yang telah diteruskan kepadamu.
18. Kamu telah dimerdekakan dari dosa dan menjadi hamba kebenaran.
19.Aku mengatakan hal ini secara manusia karena kelemahan kamu. Sebab sama seperti kamu telah menyerahkan anggota-anggota tubuhmu menjadi hamba kecemaran dan kedurhakaan yang membawa kamu kepada kedurhakaan, demikian hal kamu sekarang harus menyerahkan anggota-anggota tubuhmu menjadi hamba kebenaran yang membawa kamu kepada pengudusan ).
Nats ayat, 18. Kamu telah dimerdekakan dari dosa dan menjadi hamba kebenaran
saudaraku terkasih, merdeka itu mempunyai beberapa difinisi, diantaranya, menurut kamus bahasa Indonesia, merdeka itu berarti bebas, ( tidak dalam tekanan, tidak dijajah, berdiri sendiri ). menyimak makna dari kata merdeka, membuat banyak orang, baik secara pribadi atau individu, golongan atau organesaisi, negara sekalipun, dan dimanapun berada di belahan dunia ini menjadi terinspirasi, berlomba lomba untuk mendapatkan sebuah kemerdekaan atau kebebasan, sehingga mereka bebas berinovasi untuk menentukan jati diri.
umat yang di kasihi oleh Tuhan kita Yesus Kristus, 77 tahun sudah negara kita bebas atau merdeka, lepas dari penjajahan negara lain. ini berarti negara kita leluasa bebas melangkah berkreasi menentukan langkah kedepan tanpa tekanan dari negara lain, demi kemajuan bangsa. dalam rangka memperingati hari kemerdekaan RI yang ke 77th negara kita telah banyak menorehkan tinta emas dalam sebuah catatan sejarah demi kemajuan bangsa. masyarakat terus tersulut rasa emosionalnya, rasa bahagianya, untuk ikut serta ambil bagian mengisi kemerdekaan RI yang ke 77th tersebut, dan dituangkan dalam suatu kegiatan positif demi kemajuan bersama, contoh kegiatan dalam rangka HUT RI yang 77th.
ini adalah salah satu contoh kecil dari sekian ribu bahkan jutaan kegiatan masyarakat Indonesia dalam rangka mengisi memperingati HUT RI, di sana ada kebebasan, ada kreatifitas, ada juga unsur kebahagiaan, kebersamaan juga keindahan.
umat yang dikasihi Tuhan, sekarang bagai mana dengan kita, sebagai anak anak Allah yang dengan jelas dan nyata, bahwa kita memang telah dimerdekaan dari dosa dan menjadi hamba kebenaran. apa yang harus kita lakukan untuk mengisi kemerdekaan itu, dan apakah memang kita ini sudah benar benar merdeka, memang secara kasat mata kita ini merdeka, kita tidak sedang ada dalam jajahan negara lain, akan tetapi sekali lagi benarkah kita ini benar benar sudah merdeka menurut ukuran iman kita??.. Nats kita saat ini dengan tegas mengatakan, bahwa kita ini telah dimerdekaan dari dosa dan menjadi hamba kebenaran. ya saudaraku terkasih, benar kita ini sudah merdeka dari dosa, artinya bawa kita ini tidak berdosa, karena itu stop!!!… janganlah kita terus berbuat dosa atau terus memproduksi dosa dalam hidup ini, dan marilah pembebasan kita dari dosa oleh Tuhan kita Yesus kristus itu, kita isi dengan perbuatan perbuatan yang positif, yaitu suatu perbuatan yang tentu berkenan didepan Tuhan. dan agar setiap perbuatan kita berkenan di depan Tuhan dan mendapatkan apresiasi serta rewards dari Nya, maka marilah hidup ini sepenuhnya kita hambakan pada sebuah kebenaran. sehingga dengan demikian, setiap langkah kaki tangan dan karya pikiran kita senantiasa ada dalam pengaruh kebenaran.
selanjutnya saudaraku terkasih, siapakah kebenaran itu, sehingga pengaruhnya begitu besar terhadap setiap langkah kehidupan manusia???.. jawabannya tidak lain dan juga tidak bukan, bahwa kebenaran itu ialah Allah.
Yohanes 14:6 ( Kata Yesus kepadanya: “Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorang pun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku ).
umat yang terkasih, Yohanes 14 ayat 6 dengan sangat jelas sekali mengatakan, bahwa Yesus adalah jalan, Yesus adalah kebenaran, Yesus adalah hidup. Dengan demikian saudara, siapapun orang nya yang mau hidup merdeka, harus berani mengambil sikap dan memutuskan untuk ikut Yesus, karena didalam Yesus ada jalan untuk mendapatkan sebuah kebenaran, dan kebenaran itulah yang mampu melepaskan, membebaskan setiap langkah kehidupan manusia dari segala macam bentuk tekanan dan penindasan, begitu kita telah mampu melepaskan diri dari segala macam bentuk penindasan dan tekanan, juga mampu pula menghambakan hidup pada kebenaran ( Allah ) maka Allah dengan sendirinya akan menganugerahkan kepada kita suatu kehidupan yang abadi. Tuhan Yesus mberkati, Amien.

By : Sudarmajitudeyang

Anda harus log masuk untuk menerbitkan komentar.