Lukas 24:44-53 Ia berkata kepada mereka: “Inilah perkataan-Ku, yang telah Kukatakan kepadamu ketika Aku masih bersama-sama dengan kamu, yakni bahwa harus digenapi semua yang ada tertulis tentang Aku dalam kitab Taurat Musa dan kitab nabi-nabi dan kitab Mazmur.”
Lalu Ia membuka pikiran mereka, sehingga mereka mengerti Kitab Suci.
Kata-Nya kepada mereka: “Ada tertulis demikian: Mesias harus menderita dan bangkit dari antara orang mati pada hari yang ketiga,
dan lagi: dalam nama-Nya berita tentang pertobatan dan pengampunan dosa harus disampaikan kepada segala bangsa, mulai dari Yerusalem.
Kamu adalah saksi dari semuanya ini.
Dan Aku akan mengirim kepadamu apa yang dijanjikan Bapa-Ku. Tetapi kamu harus tinggal di dalam kota ini sampai kamu diperlengkapi dengan kekuasaan dari tempat tinggi.”
Lalu Yesus membawa mereka ke luar kota sampai dekat Betania. Di situ Ia mengangkat tangan-Nya dan memberkati mereka.
Dan ketika Ia sedang memberkati mereka, Ia berpisah dari mereka dan terangkat ke sorga.
Mereka sujud menyembah kepada-Nya, lalu mereka pulang ke Yerusalem dengan sangat bersukacita.
Mereka senantiasa berada di dalam Bait Allah dan memuliakan Allah.
Saudaraku semua yang berbahagia di dalam nama Tuhan kita Yesus Kristus. mungking kita sudah tidak asing lagi dengan nama seperti, Tuan coolen, jellesma, tohsari, Ende ….. kita patut untuk bersyukur, karena dengan kekuatan Roh Kudus, Tuhan memakai mereka untuk memperkenalkan kita dengan Allah. dengan metode dan cara yang sesuai dengan talenta yang ada pada diri mereka masing masing. semisal tuan coolen, Dia memberitakan firman Tuhan atau menjadi penginjil di wilayah Ngoro kala itu, Dia dalam bahasa Jawa nya, babat alas di wilayah Ngoro bersama sama orang orang di sekitarnya, sebelum melakukan semuanya itu Tuan coolen melakukan ritual dulu agar pekerjaannya babat alas itu bisa berjalan dengan baik lancar. tidak ada gangguan dari roh jahat, karena kala itu hutan terkenal banyak penghuni roh jahatnya. cukup sederhana coolen dalam melakukan pendekatan kepada mereka agar mau menerima Yesus, yaitu dengan cara ngelmu, dulu orang Jawa di anggap sakti kalau ngelmunya tinggi, disinilah Cullen di anggap mempunyai ilmu yang tinggi, Karen tidak ada seorangpun yang berani babat alas kalau tidak berilmu tinggi, sebelum memulai babat alas coolen beserta pengikutnya, cuma melafalkan doa bapa kami atau, sahadad 12…..sebelum melakukan kegiatan. begitu juga dengan yang lain seperti Tosari, Ende juga demikian. punya metode tersendiri dalam menjalankan penginjilannya.
bapak ibu yang terkasih, bacaan kita pada saat ini menceritakan, yaitu apa yang seharusnya di lakukan oleh para murid Tuhan Yesus, kepada para saksi Injil Kristus yang hidup, Tuhan Yesus memerintahkan agar berita tentang penderitaan Tuhan Yesus, pertobatan dan pengampunan harus di sampaikan kepada seluruh umat manusia. agar damai sejahtera dalam suatu kehidupan nyata, dapat di rasakan oleh setiap orang yang percaya.
saudaraku yang terkasih, sekarang bagaimana dengan kita, apakah kita sudah siap bersaksi dan menjadi saksi tentang kebaikan Tuhan Yesus yang sudah kita terima. saudara dan saya mempunyai beban dan tanggung jawab yang sama. untuk bisa bersaksi dan menjadi saksi Tuhan di mana kita berada. di sadari atau tidak, sebenarnya Tuhan Allah telah memberikan sesuatu yang terbaik buat hidup dan kehidupan kita, karena apa yang telah kita miliki, kita lihat, kita dengar, kita rasakan semuanya itu adalah berasal dari Tuhan. oleh karena itu saudaraku terkasih sudah selayaknya kita mengatakan dengan suara lantang kepada mereka yang belum mengenal Allah, bahwa Allah itu adalah sumber dari segala sumber kehidupan kita.
bapak dan ibu yang di kasihi oleh Tuhan, kita bisa bayangkan, betapa gigihnya, betapa beraninya, para pendahulu pendahulu kita kala itu, seperti coolen, tohsari dll, dalam menjalankan tugas dan fungsinya sebagai penginjil, mereka sangat dinamis bekerja, melakukan suatu gerakan dan memanfaatkan potensi yang ada pada dirinya dengan baik. di bangun dari tutur kata dan di ikuti perbuatan yang menunjukan cinta kasih Tuhan, oleh Tuhan kita tidak hanya di beri berkat, akan tetapi kita juga di beri kuasa, kuasa untuk melakukan perbuatan perbuatan yang menunjukan ciri khas sebagai anak anak Allah. kita di beri kuasa untuk boleh menjadi berkat bagi orang lain.
sidang jemaat yang berbahagia, menurut kalender gkjw, pertengahan bulan mei dan Juni ini adalah di tetapkan sebagai bulan kesaksian dan pelayanan. kita semua di ajak untuk ikut ambil bagian di dalamnya. untuk bisa bersaksi dan menjadi saksi Kristus, dengan cara dan metode tentu sesuai dengan talenta yang kita miliki masing masing. dulu tuan coolen dan yang lainnya dalam bersaksi menggunakan metode pendekatannya dg cara dan potensi yg ada pada diri mereka masing masing. begitu juga sebaliknya dengan kita, zaman sekarang banyak, potensi pendekatan yang kita gunakan. tutur kata harus kita bangung sesuai dengan perbuatan. untuk bisa mewartakan sebuah berita kebaikan Tuhan agar mereka mau bertobat dan mendapatkan pengampunan, serta hidup terberkati dan bisa menjadi berkat. kita harus mampu menunjukan pada dunia bahwa kasih Tuhan itu nyata, berkat Tuhan itu nyata, bukan retorika. eleh karena itu, bagi para murid Kristus, termasuk saudara dan saya ini, yang merasa sudah terberkati oleh Tuhan dengan baik, mari kita juga berbagi berkat dengan saudara saudara kita yang membutuhkan, kita saling melayani satu dengan yang lain, saling menghargai, saling mengampuni, saling mewujut nyatakan kedamaian hidup dalam sebuah kehidupan yata.
saudaraku terkasih, dalam bacaan kita di atas tadi juga ada sebuah pesan yang tersirat dan tersurat di dalamnya, agar dengan semangat hari kenaikan Tuhan Yesus kesorga. kita tetap mampu menjadi saksi Kristus yang baik. oleh karena itu, marilah kita tetap semangat berbagi kasih, berbagi berkat satu dengan yang lain. tetap semangat pula sampaikan berita pertobatan dan pengampunan dari Tuhan. dan teruslah bersyukur, percayalah hari ini Tuhan Yesus sedang mengangkat tangannya dan memberkati kita semua. selamat hari kenaikan Tuhan Yesus, Tuhan memberkati. Amien.
By : Sudarmajitudeyang.
