Bacaan Lukas 4 : 1 – 13
Shalom bagi kita yang di kasihi Tuhan dan mengasihi Tuhan, ada sebuah istilah yang sering kita dengar, yaitu Harta, Tahta dan Wanita, bahka istilah ini sampai di jadikan flem religi. Kemudian Istilah ini buming pada beberapa tahun yang lalu disosial media, hingga ada stiker yang di tempelkan di halm anak-anak muda, di dalam body motor, atau hal lainnya yang bertuliskan harta, tahta dan ….., bahkan ada beberapa orang memanfaatkan moment tersebut untuk membuatkan lagu tentang Harta, Tahta.
Ternya istilah harta, tahta itu juga muncul pada saat zaman Yesus. Ini tergambar dalam bacaan kita pada pagi hari ini.
Dicerikana bahwa, setelah berpuasa selama empat puluh hari, akhirnya Yesus merasa lapar. Dan ketika kita berpuasa setela menahan diri untuk tidak makan, maka tak ada yang lebih menarik dan indah selain makan. Dan ini juga menjadi awal dari percobaan yang di alami oleh Yesus. Pada bagian pertama pencobaan, Tuhan Yesus di ajak untuk mengambil jalan pintas mengubah batu menjadi roti, di tengah rasa lapar yang begitu hebat, tentu saja godaan ini sungguh terasa menggiurkan, sesengguhnya Tuhan Yesus mampu melakukannya, namun Ia tak mau, Ia tetap memilih setia. Pencobaan ini melambangkan keinginan daging atas hasrat menempuh jalan pintas. Dalam kehidupan sehari-hari, kita diperhadapkan dengan “jalan pintas” untuk memuaskan keinginan daging kita. Memanipulasi aturan, korupsi, suap menyuap, adalah jalan pintas yang sering diperhadapkan kepada kita. Aturan yang dibuat terlihat bagai batu yang keras yang menghadang, dan kita ingin ubah menjadi roti yang lembut dan renyah untuk kita santap, namun ingatlah pesan Tuhan Yesus bahwa: “manusia hidup bukan dari roti saja”. Tidak sedikit dari kita orang Kristen jatuh karena hal ini.
Bagian kedua pencobaan, Tuhan Yesus di ajak ke tempat yang tinggi dan dalam sekejap mata diperlihatkan seluruh kerajaan dunia, dan iblis berkata jika Tuhan Yesus mau menyembahnya maka segala kekuasaan itu akan diberikan kepada-Nya. Jelas sekali dalam bagian ini berbicara tentang kekuasaan. Kekuasaan, jabatan, kedudukan, adalah hal yang menggiurkan bagi kita, bagaimana tidak? Dengan kekuasaan, jabatan, kedudukan kita dapat melakukan apa yang kita ingini untuk memenuhi hasrat dan keinginan kita. Tak jarang kita mengambil jalan dengan “menggadaikan Iman kita” dan menyembah ilah-ilah lain. Namun ingatlah pesan Tuhan kita : “Ada tertulis: Engkau harus menyembah Tuhan, Allahmu, dan hanya kepada Dia sajalah engkau berbakti” . Dan, lagi, bahwa tidak sedikit orang Kristen jatuh karena hal ini.
Dan pada bagian ketiga, iblis membawa Tuhan Yesus ke bubungan Bait Allah dan mengatakan : “Jika Engkau Anak Allah, jatuhkanlah diri-Mu dari sini ke bawah, sebab ada tertulis: Mengenai Engkau, Ia akan memerintahkan malaikat-malaikat-Nya untuk melindungi Engkau, dan mereka akan menatang Engkau di atas tangannya, supaya kaki-Mu jangan terantuk kepada batu.” Bagian ini berbicara tentang penyalahgunaan janji keselamatan yang Allah berikan. Keselamatan yang Allah berikan bukan untuk dicobai, meskipun Tuhan menjamin keselamatan umat-Nya, bukan berarti dengan semaunya kita berbuat. Banyak dari kita yang berpikir kalau kita sudah menerima Kristus, maka jika kita berbuat dosa, kita akan diampuni, dan terus diampuni, sehingga kita pun dengan mudahnya kembali berbuat dosa, dan berdosa lagi. Untuk itu ingatlah pesan Tuhan kita : “Jangan engkau mencobai Tuhan, Allahmu!” Dan, faktanya, begitu banyak orang Kristen jatuh karena hal ini. Mereka terus berulang kali melakukan dosa dan pelanggaran yang sama.
Dalam ayat yang ke 13 tertulis : Sesudah Iblis mengakhiri semua pencobaan itu, ia mundur dari pada-Nya dan menunggu waktu yang baik. Tuhan Yesus mampu mengalahkan pencobaan yang ada, dan Iblis pun mundur, akan tetapi ada kalimat “menunggu waktunya yang baik”, nah bagi kita para murid Tuhan Yesus, waspadalah, iblis selalu mengintai kita, dia sedang menunggu waktu yang baik kapan kita lengah, pasti dia datang dan terus mencobai kita.
Syukur bagi kita yang mengasihi Tuhan
Dalam (ayat 1 dan 2), dimana dijelaskan saat itu Tuhan Yesus baru saja kembali dari sungai Yordan ( menerima Baptisan ) dan penuh dengan Roh Kudus. Kita pun sebagai orang Kristen yang telah di Baptis dalam Nama Bapa, Putra, dan Roh Kudus; harus mengerti dan memahami bawa hidup kita Bersama Roh Kudus, namun sering kita tidak mendengarkan Roh Kudus, bahkan kita lebih sering “mencobai diri kita sendiri”, berbeda dengan Tuhan Yesus yang mengikuti Roh Kudus untuk berpuasa melakukan Kehendak Bapa, kita justru mengabaikan suara Roh Kudus dan lebih menuruti kehendak kita. Yang dimaksud, ketika kita menjalani hidup, kita tidak pernah bersyukur dengan mencukupkan apa yang Tuhan berikan. Selalu kita membandingkan diri kita dengan orang yang lebih dari kita, orang punya rumah mewah, kita tergiur; orang punya mobil baru, kita tergiur; orang memakai pakaian dan aksesoris bermerek, kita tergiur; lihat orang punya jabatan oke, kita tergiur, dan lain sebagainya. Hal ini membuat kita jatuh dalam pencobaan, dan kita kehilangan tujuan hidup Kekristenan kita. Gelimang dunia ini lebih menarik bagi kita daripada kehidupan kekal di Sorga kelak.
Latas bagaimana dengan perjalanan kehidupan kita, apakah kita masih tetap setia mendengarkan suara Roh Kudus dalam keidupan ini? atau malah kita lebih tergoda dan memilih gemerlapnya dunia? Ingat setan, iblis selalu menunggu kita lengah untuk masuk dalam keidupan kita. Saudara ku terkadih Kiranya kita selalu setia kepada Tuhan didalam setiap kehidupan ini, sehingga kita mampu tetap bersama-Nya dalam perjalanan hidup kita, mampu tetap setia kepada Allah sampai akhir masa, Tuhan yesus memberkati. Amien.

By : Sudarmajitudeyang.

Anda harus log masuk untuk menerbitkan komentar.