1 Petrus 1 : 22 Karena kamu telah menyucikan dirimu oleh ketaatan kepada kebenaran, sehingga kamu dapat mengamalkan kasih persaudaraan yang tulus ikhlas, hendaklah kamu bersungguh-sungguh saling mengasihi dengan segenap hatimu.
Saudaraku yang di kasihi oleh Tuhan kita Yesus Kristus, natal tahun ini tersa beda dengan tahun tahun sebelumnya, kalau di jemaat kami, bedanya sangat terasa banget. Meriahnya bisa dibilang meriah tahun ini, kenapa bisa demikian, ya ini di karenakan tahun kemarin, negara kita sedang terdampak atau terkena musibah yaitu dengan adanya pandemi Corona yang mengganas, meskipun tahun ini sebenarnya pandu Corona juga masih ada, tapi sudah agak mending dalam kata lain sudah mereda, sehingga warga bisa sedikit leluasa dalam menyambut natal tahun ini.
Saudaraku terkasih, sekarang bagaimana kita bisa memaknai natal itu dengan baik dan sungguh, tentunya kita juga harus bisa mengamalkan makna natal itu dengan tindakan nyata kepada sesama kita yang membutuhkan. Arti natal yang sesungguhnya itu sebenarnya adalah mengandung nilai nilai kehidupan yang sangat mulia, yaitu ada :
1. Pengorbanan.
Yohanes 3 : 16 mengatakan “Karena kasih-Nya kepada manusia yang berdosa Allah rela mengorbankan anak-Nya yang tunggal, Yesus Kristus, agar manusia terbebas dari dosa.” Ini jelas, didalam natal ada kasih, dan didalam kasih ada pengorbanan. Dengan demikian sebagai orang Kristen kita bukan hanya di tuntut untuk bisa memahami atau memaknai natal itu dengan baik, akan tetapi harus bisa mewujut nyatakan kasih dan damai natal itu dalam kehidupan yata.
2. Solidaritas
“Yesus tinggal di antara manusia yang berdosa, bejat, dan memberontak kepada Allah. Ia melakukan hal itu agar ia dapat melayani manusia dan mati bagi mereka. Itulah sebabnya namanya disebut Imanuel. Tuhan beserta kita.” (Matius 1:21-23) dalam hal ini Yesus mau tingal bersama dengan mereka yang berdosa, mereka mereka yang suka memberontak kepada Allah, agar Yesus bisa melayani mereka, agar Yesus bisa membantu mereka, menolong mereka dan mengarahkan mereka ke jalan yang benar agar mereka tidak tersesat. Begitu juga seharusnya kita, kita juga harus punya rasa empati, punya rasa solidaritas yang tinggi terlebih terhadap mereka yang tertindas, terpinggirkan,
3. Kesederhanaan
“Dia juga tidak lahir di istana, namun di dalam palungan atau tempat makan ternak.” (Lukas 2:7) memang dari lahirnya pun Tuhan Yesus sudah begitu nampak sederhana sekali, karena Dia dilahirkan bukan di istana yang megah, akan tetapi Dia dilahirkan di atas palungan domba. Saudaraku terkasih, kesederhanaan yang di miliki Yesus harus nya juga kita miliki, bagaimana kita bisa menunjukkan sifat sederhana kita dalam hidup ini, termasuk didalamnya rendah hati, sabar sopa Saling menghargai satu dengan yang lain.
Berikutnya, untuk menyempurnakan makna natal dalam hidup ini, setidaknya tiga unsur diatas tadi harus kita miliki, dan bukan hanya kita miliki begitu saja akan tetapi untuk lebih bermakna ya, harus kita amalkan dalam kehidupan nyata, kita amalkan terhadap sesama yang membutuhkan.
Jangan sampai kita terbuai dengan eforia natal, gemerlapnya natal yang justru akan membawa kita kehilangan makna natal yang sesungguhnya. Marilah dengan semangat natal ini terus kita jalin rasa persaudaraan kita dengan sesama kita, saling menghargai satu dengan yang lain dan bukan memusuhi, itulah makna natal yang sesungguhnya. Akhir kata, saya ucapkan selamat berhari raya Natal Desember th 2021 dan selamat menyongsong tahun baru 1 Januari 2022. Tuhan Yesus mamberkati

By : Sudarmajitudeyang.

Anda harus log masuk untuk menerbitkan komentar.