Roma 12:1
Karena itu, saudara-saudara, demi kemurahan Allah aku menasihatkan kamu, supaya kamu mempersembahkan tubuhmu sebagai persembahan yang hidup, yang kudus dan yang berkenan kepada Allah: itu adalah ibadahmu yang sejati.
Saudaraku yang di kasihi Tuhan kitaYesus Kristus, ada suatu pergumulan yang terjadi di jemaat Roma kala itu, yang membuat hati dan perasaan seorang rasul Paulus menjadi ingin campur tangan dalam meluruskan jalan dan perkembangan jemaat di roma kala itu.
Kelihatannya jemaat roma kala itu sedikit keliru dalam memaknai arti sebuah persembahan, sehingga Tuhan Allah melalui hambanya rasul Paulus, mengirimkan sebuah pesan. Yang demikian, saudara-saudara, demi kemurahan Allah aku menasihatkan kamu, supaya kamu mempersembahkan tubuhmu sebagai persembahan yang hidup, yang kudus dan yang berkenan kepada Allah: itu adalah ibadahmu yang sejati. Mungkin kala itu jemaat roma memaknai, bahwa persembahan itu harus berupa barang secara harafiah. Seperti : pisang, uang, atau barang barang yang lain yang mereka punya. Ya memang itu tidak salah si, tapi pada hakekatnya persembahan itu bukan hanya berupa barang duniawi saja. Karena itulah saudaraku terkasih Tuhan Allah melalui rasul Paulus berfirman. Agar warga jemaat tidak keliru dalam memaknai arti persembahan yang sebenarnya.
Tuhan Allah lebih menghendaki, tubuh kita, jiwa raga kita, adalah sebagai persembahan yang hidup, kudus dan tentu berkenan kepada NYa, karena itu adalah merupakan ibadah yang sejati. Jadi saudaraku terkasih, tidak ada ibadah yang lebih baik dan layak kepada Tuhan kecuali persembahan hidup dan kehidupan kita, tubuh dan jiwa raga kita. Karena percuma kita rajin ke gereja, rajin ikut persekutuan tapi tingkah laku kita tetap tidak berubah menjadi lebih baik seperti yang di kehendaki oleh Tuhan.
Saudaraku yang terkasih, mempersembahkan tubuh kita, jiwa raga kita sebagai ibadah yang sejati, berarti kita harus berani menanggalkan perbuatan perbuatan yang Tidaka baik, kita harus bertekat dan berani meninggalkan dosa dosa kita, yang ternyata selama ini menjadi penghalang berkat Tuhan buat hidup kita.
Sekarang marilah kita kembali kepada jati diri kita yang sebenarnya, yaitu sebagi anak anak allah. Kita ini sudah di panggil dan dipilih oleh Allah untuk menjadi penyambung lidah Tuhan di dunia, di mana kita tinggal. Kita telah di pilih dan di panggil oleh Tuhan Allah untuk bisa menjadi jalan berkat bagi sesama yang membutuhkan. Karena itu saudaraku terkasih, marilah kita terus memohan agar kita senantiasa di beri kekuatan untuk bisa melakukan kehendakNya, dan mari kita terus membiasakan hidup dengan seturut Perintahnya. Dan terus berusaha untuk bisa mempersembahkan tubuh kita, hidup dn kehidupan kita, dalam sebuah tindakan nyata dalam kehidupan kita hari lepas hari, karena itu adalah merupakan ibadah kita yang sejati. Tuhan Yesus memberkati. Amien.

By : Sudah mah itu d syangg.

Anda harus log masuk untuk menerbitkan komentar.