Bacaan : Roma 8 : 1 – 11
Roma 8:1-11 (TB)
1.Demikianlah sekarang tidak ada penghukuman bagi mereka yang ada di dalam Kristus Yesus. 2.Roh, yang memberi hidup telah memerdekakan kamu dalam Kristus dari hukum dosa dan hukum maut.
3.Sebab apa yang tidak mungkin dilakukan hukum Taurat karena tak berdaya oleh daging, telah dilakukan oleh Allah. Dengan jalan mengutus Anak-Nya sendiri dalam daging, yang serupa dengan daging yang dikuasai dosa karena dosa, Ia telah menjatuhkan hukuman atas dosa di dalam daging,
4.supaya tuntutan hukum Taurat digenapi di dalam kita, yang tidak hidup menurut daging, tetapi menurut Roh.
5.Sebab mereka yang hidup menurut daging, memikirkan hal-hal yang dari daging; mereka yang hidup menurut Roh, memikirkan hal-hal yang dari Roh.
6.Karena keinginan daging adalah maut, tetapi keinginan Roh adalah hidup dan damai sejahtera.
7.Sebab keinginan daging adalah perseteruan terhadap Allah, karena ia tidak takluk kepada hukum Allah; hal ini memang tidak mungkin baginya.
8.Mereka yang hidup dalam daging, tidak mungkin berkenan kepada Allah.
9.Tetapi kamu tidak hidup dalam daging, melainkan dalam Roh, jika memang Roh Allah diam di dalam kamu. Tetapi jika orang tidak memiliki Roh Kristus, ia bukan milik Kristus.
10.Tetapi jika Kristus ada di dalam kamu, maka tubuh memang mati karena dosa, tetapi roh adalah kehidupan oleh karena kebenaran.
11.Dan jika Roh Dia, yang telah membangkitkan Yesus dari antara orang mati, diam di dalam kamu, maka Ia, yang telah membangkitkan Kristus Yesus dari antara orang mati, akan menghidupkan juga tubuhmu yang fana itu oleh Roh-Nya, yang diam di dalam kamu.
Shalom bapak ibu, serta saudara yang di kasih Tuhan.
Bacaan, kita pada pagi hari ini, merupakan bagian dari lekseonari GKJW, dengan Tema bulan eukumene “hidup bersama dalam kepedulian”
Ada sebuah cerita, ketika saya memperbaiki kartu ATM saya yang lupa password, ada seorang bapak-bapak yang berdebat dengan pak Satpam. Bapak-bapak ini menuntut agar dapat mengambil uangnya yg di simpan, padahal untuk mengambil uang tersebut dibutuhkan yang namanya KTP. Sedangkan bapak-bapak ini, tidak memiliki KTP, dengan alasan KTPnya hilang. Perdebatan terjadi cukup lama karena bapak ini memaksa untuk mengambil haknya, menuntut dengan nada emosi dan marah. Sedangkan pak Satpam melakukan sesuai dengan prosedur standar bank. Dan bapak yang berdebat pulang.
KTP merupakan benda kecil yang sering kali kita anggap enteng, sepele, padahal fungsi sebenarnya begitu besar, karena KTP merupakan penunjuk identitas seseorang.
Bapak, Ibu serta saudara yang di kasih Tuhan.
Bacaan kita pada pagi hari ini juga demikian. Rasul Paulus mau berbicara tentang identitas kita yang sesungguhnya. Firman Tuhan ini dimulai dengan penjelasan tentang identitas diri kita sebagai murid-murid Yesus. Firman Tuhan menggambarkan orang-orang yang di dalam Kristus adalah orang-orang yang dimerdekakan dari hukum dosa dan hukum maut.
Kata hukum dosa dan hukum maut menggambarkan sebagai kuasa dosa yang mengikat (seperti hukum yang mengikat kita) yang mengakibatkan kematian, baik jasmani maupun rohani dalam hidup kita
Sering kali kita menganggap hidup ini milik kita sendiri. Kita lupa bahwa kita hidup karena kasih Kristus yang telah membebaskan kita dari kuasa hukum dosa dan maut. Begitu kita lupa akan kasih Kristus, kita menjadi orang yang tak tahu berterima kasih. Ingat baik-baik identitas kita: kita adalah orang-orang yang dimerdekakan dari hukum dosa dan hukum maut karena kasih Kristus.
Firman Tuhan mengajarkan kepada kita bahwa jika seseorang percaya bahwa Yesus Kristus adalah Tuhan, maka itu adalah hasil pekerjaan Roh Kudus. Hal itu berarti Roh Kudus tinggal dan berdiam di dalam diri orang percaya, Anda dan saya. Hidup di dalam Roh dipertentangkan dengan hidup di dalam daging. Apa artinya hidup di dalam daging? Hidup di dalam daging artinya hidup di dalam kendali daging, yang menunjuk pada arti totalitas keadaan manusia yang lemah dan dikuasai oleh dosa.
Hidup di dalam daging mengarahkan manusia pada dosa. Hidup di dalam Roh mengarahkan manusia pada ajaran Kristus. Nah, firman Tuhan menegaskan identitas sebagai orang-orang yang telah dimerdekakan dari hukum dosa dan hukum maut harus ditindaklanjuti dengan perilaku kongkrit yang Tuhan harapkan : hidup di dalam Roh.
Didalam kehidupan keseharian kita, sudahkah kita hidup menurut roh, menurut firman Tuhan? Mari kita bersama-sama untuk mengingat kembali identitas diri kita yang sesungguhnya. Tuhan Yesus memberkati

by : Sudarmajitudeyang

Anda harus log masuk untuk menerbitkan komentar.