Di negriku Indonesia yang sangat saya cintai dan banggakan ini, yang ternyata di dalam nya banyak didiami bermacam macam suka bangsa, ada suku jawa, suku betawi, suku sunda, suku ndayak, ambon, menado dan masih banyak lagi lainya. Begitu juga dengan agamanya, satu dg yang lainnya berbeda, ada yang memeluk agama islam, hindu, buda, katolik, konghucu dan kristen.
Disinilah kebanggaanku, meskipun kami beda tetap kami saling menghargai satu dg yang lain, kami tak pernah mempersoalkan perbedaan agama, yang kami utamakan adalah satu kesatuan, kebersamaan dalam membangun sebuah peradapan bangsa yang berdasarkan pancasila.
kebetulan saja, saya adalah penganut agama nasrani, yang bernaung dalam sebuah naungan GREJA KRISTEN JAWI WETAN ( GKJW ).
Sesuai dengan kalender gkjw tahun ini adalah merupakan tahun daur penatua dan diaken, masabakti 3th kedepa. Sebagai warga gkjw yang baik, dan peduli terhadap perkembangan gkjw kedepan, sekaligus sebagai rasa tanggung jawab moral terhadap gereja, sebaiknya kita harus tetap ambil bagian didalamnya.
Memang untuk membuat sebuah gereja/jemaat, mampu menghadapi setiap tantangan yang ada sesuai perkembangan zaman. Jemaat memmerlukan para pelayan ( penatua dan diaken ) yang handal dalam berfikir. ( harus cerdik seperti ular dan tulus seperti merpati. Matius 10 : 16b ). Punya wawasan kedepan yang cukup mumpuni. Karena itu dalam kesempatan daur kali ini, semoga saja nanti nya terpilih para penatua dan diaken yang benar benar mampu mengemban tugas pelayananya dg baik.
Warga jemaat sudah saatnya berfikir objektif, dalam menentukan pilihannya, karena ini menyangkut sebuah masadepan gereja/jemaat. Sudah saatnya kita memilih para penatua dan diaken kita berdasarkan :
1. pola pikir yang sehat
2. objektif.
1.1. Sehat berarti kita harus menentukan pilihan kita tidak sedang dalam keadaan tertekan, tidak sedang emosi, apalagi sentimen dan benci.
2.2. Objektif, pilihlah Penatua dan Diaken berdasarkan talenta dan kemampuan yang mereka miliki, dan jangan memilih berdasarkan asal suka, atau yang penting bukan Dia.
Karena kalau sampai hal demikian yang terjadi, tentu ini membahayan buat perkembangan gereja.
Saya pribadi sebagai warga gereja, sungguh sangat mengharapkan. Para penatua dan diaken yang terpilih nanti benar benar mampu mengemban tugas pelayanannya dg baik. ( jangan sampai ada talenta yang di paksakan ).
Karena menurut pendapat saya saat ini gereja bukan hanya di tuntut untuk bisa mengimbangi perkembangan zaman yang semakin maju ini, akan tetapi gereja juga harus lebih kreatif, berinovasi dalam menjalankan tugas pelayanannya di bumi ini, selanjutnya agar gereja juga semakin di cintai warganya, ini saat yang tepat bagi gereja untuk mengaryakan para pelayannya turun mencari mereka yang hilang dan bukan hanya duduk di belakang meja.
Saatnya, mari kita tinggalkan pola pikir kita yang lama, kita tinggalkan kebiasaan kita yang kebanyakan hanya bisa tunjuk jari, mencari cari dalam membela diri yang pada akhirnya hanya menyalahkan sana sini. Hal yang demikian ini justru takkan pernah membuat gereja/jemaat mandiri.
Dengan demikian, agar gereja benar benar mandiri, baik daya dana dan teologinya, mari pada kesempatan daur kali ini, salah satunya, kita pilih para penatua dandiaken berdasarkan pola pikir kita yang sehat dan objektif. Dan jangan lupa berdoa minta petunjuk Tuhan sebelum menentukan pilihan, akhirnya Selamat memilih dan Tuhan Yesus memberkati.

By : Sudarmajitudeyang

Anda harus log masuk untuk menerbitkan komentar.