Roma 2 : 12 – 16
Shalom bapak, ibu serta saudara yang dikasih oleh Tuhan.
Pasti kita tidak asing lagi dengan acara “debat” yang disiarakan oleh salah satu televise swasta di Indonesia dan di bawakan oleh presenter Karni Ilyas. Acara ini membahas suatu permasalah dengan melihat dari dua sudut pandang yang berbeda. Tidak sering, meraka mencari-cari permasalah yang dilakukan oleh lawan bicaranya dan menganggap bahwa argument mereka itu yang paling benar dan yang lain salah, dan lawan bicaranya harus mau menerika argument itu. Bahwakan sering kali acara-acara debat berakhir dengan ricu.
Bapak, ibuk serta saudara yang di kasihi Tuhan.
Seringkali sikap seperti ini, sikap menang sendiri, egois, memaksakan kehendak itu kita lakukan dalam kehidupan sehari-hari. Sehingga ada pepatah yang mengatakan Gajah di pelupuk mata tidak terlihat, semut di seberang lautan terlihat. : kesalahan diri sendiri tidak terlihat, tetapi kesalahan orang lain terlihat jelas.
Sama halnya dengan bacaan kita pada pagi hari ini yang menceritakan tentang jemaat di Roma yang berlatar belakang Yahudi yang merasa mereka aman dari hukuman Allah karena mereka terlindung oleh hukum Taurat, seolah-olah mereka memiliki keistimewaan sehingga terhindar dari hukuman Allah, dan kemudian mereka menghakimi orang-orang non-Yahudi. Rasul Paulus mengecam tindakan mereka, karena menutur Rasul Paulus apa yang dilakukan itu adalah salah dan tidak luput dari dosa. Rasul Paulus mau menegaskan bahwa semua sama di mata Allah, tidak ada yang mananya Yahudi dan Non-Yahudi.
Dari surat Rasul Paulus kepada jemaat di Roma, memberikan pemahaman kepada kita bahwa, kita hidup didunia ini, sama satu dengan yang lainnya dan tidak ada perbedaan. Karena kita setara dihadapan Tuhan. begitu pula dengan teguran dari Tuhan, semua orang mendapatkan teguran yang sesuai atas pebuatan yang telah kita lakkan. Ketika kita mendapatkan teguran dari Tuhan, kita haru intropeksi diri, melihat kembali apa yang telah kita lakukan dan berdoa memohon pengampunan kepada-Nya.
Bapak ibu serta saudara yang dikasih oleh Tuhan. Kita hidup didunia ini sebagai mahluk sosial, yang tidak bisa lepas dari orang lain, yang saling berkaitan satu dengan yang lainya. Sehingga dalam kehididupan ini, kita sebagai anak-anak Tuhan memiliki kewajiban membangaun hubungan yang baik, antara sesama ciptaan Tuhan. tanpa pandang bulu, tak membedakan. kaya atau miskin, tak membedakan pula agamanya apa. status sosialnysa apa. kiya harus bisa saling menghargai, saling menghirmati dan bisa kerja sama dg baik. dan tentu juga demi kebaikan kita bersama.
saudaraku terkasih,
Kiranya kita semua dimampukan untuk lebih menghargai perbedaan yang ada. Tuhan Yesus Memberkati Amin.

By : Sudarmajitudeyang

Anda harus log masuk untuk menerbitkan komentar.